Third Life

Third Life
Sofia Berbeda Dari Yang Dulu



Sebab Sofia selalu tidak mau menghabiskan makanannya tanpa ada roti cokelat nya. Membuat Anne menggelengkan kepalanya karena setiap makanan dirinya juga harus menanggung roti untuk Sofia.


Meski Anne menyadari Sofia terlahir kembali menjadi puterinya dengan fisik dan rupa yang sama. Tapi Anne mengetahui bahwa sikap Sofia berbeda dengan Sofia nya dulu. Sofia nya yang sekarang lebih ceria bisa mengeluarkan ekspresi dengan mudah dan tanpa peduli pembelajaran di usia dini nya.


Sofia yang menyadari mommy nya mengetahui bahwa ia makan roti cokelat nya langsung cemberut sambil melirik ayam goreng dan kentang goreng. Dengan tangannya Sofia mengambilnya dan memakannya dengan perlahan. Meski masakan mommy nya enak tapi tidak bisa menandingi roti buatan nya.


" Mommy nyam....apa kita akan pergi ke kota hari ini nyam?" tanya Sofia sambil mengunyah makanan nya.


Anne yang sedang makan menjawabnya sambil menatap Sofia.


" Tidak, karena kakek dan nenek mu akan datang malam ini mommy mengundur kunjungan kita menjadi lusa. Sofia mommy melarang mu untuk berbicara sambil makan nanti kau bisa tersedak." ucap Anne menjawab sekaligus memberikan peringatan kepada Sofia.


" Baiklah mommy Sofia tidak akan mengulangi, mungkin." ucap Sofia sambil tertawa jahil kepada Anne.


Anne mendengarnya menepuk dahinya karena dirinya tahu bahwa Sofia tidak mempedulikan larangan nya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Kaisar Abraxas sedang menghadiri rapat mendengarkan pada bangsawan berbicara. Kaisar Abraxas memasang tampang bosan di wajahnya seolah-olah dirinya sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan para bangsawan.


" Apa itu menjadi urusan mu saya sama sekali tidak tertarik untuk mencari calon isteri dan jika ada hanya Lady Annelise Reyes yang akan menjadi Ratu nya." jawab Kaisar Abraxas dengan datar.


Tentu saja jawaban Kaisar Abraxas memunculkan beberapa reaksi dari para bangsawan terutama mengingat Lady Annelise bersama seluruh keluarga count Reyes sudah meninggalkan kekaisaran Endiburgh selama 5 tahun. Apalagi mengetahui Kaisar Abraxas menetapkan keluarga Count Reyes sebagai pengkhianat meninggalkan kekaisaran secara diam-diam. Juga tidak satu atau dua orang percaya bahwa Lady Annelise sudah meninggal karena kecelakaan kereta kuda 5 tahun lalu.


" Tapi, Yang Mulia. anda sudah janji akan menikahi Lady Tania Klinshki dan juga Lady Annelise Reyes sudah mati 5 tahun lalu. Sadar Kaisar anda sedang di perbudak oleh anak count itu." ucap Duke Klinshki yang kali ini mengangkat suaranya.


Langsung Kaisar Abraxas begitu mendengarnya dia pun berdiri dari kursi nya dan berjalan menghampiri Duke Klinshki sebelum kemudian memberikannya pukulan yang kencang hingga membuatnya terjatuh dari kursi nya.


Bugh...


Semua bangsawan yang hadir di buat terperangah dengan dilakukan oleh Kaisar Abraxas kepada Duke Klinshki. Karena selama ini hubungan Kaisar Abraxas dan Duke Klinshki baik-baik saja berkesan bersahabat sekarang melihatnya mereka semua yakin karir sang Duke sudah berakhir.


Sedangkan Kaisar Abraxas yang sama sekali tidak merasa bersalah hanya memandang Duke Klinshki dengan datar.


" Ingat Duke sampai kapan pun saya tidak akan menikahi puteri anda. Hanya Lady Anne saja yang pantas menjadi Ratu ku ingat itu." ucap Kaisar Abraxas dengan tajam.


Countine....