
Sepertinya mereka tidak menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikannya dari atas sambil menatap mereka dengan tatapan tajamnya.
Bahkan sepanjang berjalan nya opera orang itu terus memperhatikan Anne dan James dengan tatapan menusuk. Sampai membuat orang yang berada di sekitarnya ketakutan karena aura yang dikeluarkannya.
Selesai berjalannya opera Anne dan James berdiri dari kursinya kemudian bertepuk tangan.
" Jadi, Lady apa anda merasa senang hari ini?" tanya James setelah keluar dari gedung Opera.
Anne melihat ke arah James dengan tersenyum sebelum tiba-tiba saja pandangannya tertuju ke belakang tubuh James.
Dimana seorang pria berpakaian setelan hitam rapi dengan tongkat jalan di tangan kanannya memperhatikannya. Melihat itu sekujur tubuh Anne seketika menegang.
James yang melihat sikap aneh Anne langsung membalikkan badannya dan melihat di sana Kaisar Abraxas berdiri tidak jauh dari mereka dengan aura gelap yang keluar dari tubuhnya.
" Yang mulia Kaisar." ucap James memberi penghormatan.
Kaisar Abraxas dengan perlahan berjalan dengan tegap menghampiri Anne dan James.
" Selamat sore Lady Anne dan tuan James. Sepertinya anda sedang bersenang-senang." ucap Kaisar Abraxas menatap tajam tangan Anne dan James yang saling bersentuhan.
Anne yang melihat tatapan Kaisar Abraxas langsung melepaskan genggaman James. Dirinya tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada James.
Ingat jangan sampai membuat Kaisar Abraxas cemburu atau akan ada dampak buruk yang terjadi.
" Selamat sore juga, Yang Mulia. Ada keperluan apa anda berada di kota?" tanya Anne dengan sopan.
Kaisar Abraxas yang mendengar pertanyaan Anne sekilas tatapan matanya melembut sebelum kemudian. Tatapannya kembali menjadi dingin.
" Saya butuh waktu istirahat sejenak dan melihat pertunjukan Opera. Lady Anne maaf saya tidak memberikan penyambutan dengan baik." ucap Kaisar Abraxas mengambil tangan Anne dan mencium telapak tangannya.
Wajah Anne memerah bercampur dengan rasa malu dan marah karena sekarang banyak orang-orang yang memperhatikannya. Pastinya setelah ini akan ada gosip mengenainya.
Sebelum kemudian berpindah memeluk lengan James yang terlihat merona malu.
Berbeda dengan Kaisar Abraxas yang langsung menatap tajam James berani menyentuh milik nya.
Tapi kemarahan itu tidak bertahan lama karena ada sesuatu yang buruk daripada itu yaitu.
" Yang mulia. Saya senang berjumpa dengan anda sepertinya kita memang ditakdirkan bersama." ucap seorang wanita dengan lancang memeluk lengan Kaisar Abraxas yang sedang memegang tongkat jalannya dengan kuat.
Anne dan James berusaha menahan tawanya melihat ekspresi menjengkelkan Kaisar Abraxas.
Kaisar Abraxas berusaha melepaskan tangan wanita itu dari lengannya.
" Anda sungguh tidak sopan Lady Tania." ucap Kaisar Abraxas dengan nada dingin.
Tapi sepertinya Tania yang sepertinya tuli masih memeluk lengan Kaisar Abraxas seolah menunjukkan kemesraannya di hadapan orang lain.
" Mengapa anda berbicara seperti itu, Yang Mulia. bukannya kita ada jalan bersama. Oh ada Lady Anne dan sir James. Selamat sore." ucap Tania yang menyapa Anne dengan nada riang.
Tapi Anne yang tahu topeng Tania hanya memutar bola matanya sambil tersenyum sopan.
" Selamat sore, Lady Tania. Kalau begitu saya dan sir James harus pergi terlebih dahulu." ucap Anne yang menarik tangan James menyuruhnya untuk ikut pergi.
Tapi sayangnya harapan itu tidak terkabul karena....
" Bagaimana kalau kita pergi bersama....
Countine...