Third Life

Third Life
Chapter 47



" Bagaimana kalau kita pergi bersama." usul Tania sambil tersenyum senang.


Membuat Anne terkejut tapi setelah melihat ekspresi gelap Tania ia memutar bola matanya.


" Dia pasti ingin membuat ku cemburu, untungnya saja aku bukan orang bodoh lagi yang mudah terpengaruh." batin Anne.


Kaisar Abraxas yang mendengar usulan Lady Tania sebenarnya malas harus bersama dengan wanita yang selama beberapa bulan terakhir mengejarnya. Karena pastinya wanita berusaha untuk menarik perhatiannya.


Tapi ketika tatapan nya ke arah Anne yang sedang memeluk lengan James membuat kecemburuannya kembali lagi. Rasanya ia ingin sekali menarik Anne ke dalam pelukannya dan menikahinya seperti nya itu ide yang bagus pikir Kaisar Abraxas.


" Sepertinya usulan Lady Tania tidak ada salahnya lebih baik kita makan bersama. Saya juga harus mengucapkan terima kasih kepada Lady Anne tentang masalah penyelamatan itu." ucap Kaisar Abraxas sambil tersenyum.


Membuat Anne memalingkan wajahnya ke samping sepertinya senyuman Kaisar Abraxas masih mempengaruhinya.


Anne dirinya tidak bisa menolak perintah Kaisar Abraxas atau akan terjadi sesuatu tidak diinginkan. Mengingat menolak perintah undangan Kaisar apalagi di depan umum merupakan penghinaan tersendiri bagi beliau.


" Tidak masalah, Yang Mulia. suatu kesenangan bagi kami atas undangan anda yang murah hati ini." ucap James menerima undangan Kaisar Abraxas.


Anne hanya bisa menggangguk kepalanya dengan senyum masam. Sepertinya hari ini tidak akan berjalan dengan baik.


Benar saja sesuai dugaan Anne. Dimana tidak sekarang Tania berusaha mencari perhatian Kaisar Abraxas dengan menyiapkan makanan ke piring nya. Apalagi Kaisar Abraxas menerimanya tanpa berusaha menolaknya.


Anne merasa hatinya terbakar api cemburu sampai mengepalkan tangannya dengan kuat.


" Anne, mengapa kau tidak memakan makanan mu?" tanya James memecahkan keheningan.


" Apa anda tidak menyukainya Lady Anne, mungkin saya bisa memakluminya mengingat anda merupakan seorang bangsawan kaya tidak menyukai makanan murah. Ups saya minta maaf karena telah salah bicara." ucap Tania sambil menunduk kepalanya malu merasa bersalah karena berbicara sembarangan.


Semua orang memelototi meja mereka duduki membuat Anne merasa tidak nyaman pandangannya tertuju ke arah Tania dimana ia sedang menundukkan kepalanya. Tapi Anne bersumpah bisa seringai licik dari bibir Tania.


Anne mengepalkan tangannya bertapa liciknya Tania untuk menghancurkan reputasinya di masyarakat.


" Oh baiklah Tania kau memulai duluan." batin Anne sambil menyeringai.


" Permintaan maaf seperti apa Lady Tania. Sepertinya anda salah paham karena sebenarnya saya senang berada di sini. Apalagi tempat ini sering saya datangi ketika berada di kota bahkan pemilik nya saja mengenal saya." ucap Anne sambil tersenyum meluruskan kesalahpahaman ini.


Seperti keberuntungan bagi Anne karena tiba-tiba saja pemilik tempat makan datang menghampirinya.


" Oh, Anne aku senang bertemu dengan mu lagi. Sudah sebulan ini kau tidak berkunjung apa terjadi sesuatu yang buruk?" tanya pemilik tempat makan mengkhawatirkan Anne.


" Tidak Jenner, semuanya tampak baik aku juga mau memperkenalkan teman-teman ku kami makan siang bersama dan aku juga ingin merasakan Pai berry mu yang terkenal itu." ucap Anne berbicara akrab dengan wanita paruh baya itu.


" Tentu saja Anne, kau bisa menunggu sebentar jadi kita bicara nanti lagi." ucap nya sebelum pergi meninggalkan meja Anne.


Anne tersenyum miring melihat salah tingkah Tania. Tanpa menyadari bahwa Kaisar Abraxas dan James memperhatikan nya dengan tatapan kagum.


Countine...