Third Life

Third Life
Melarikan Diri



Ketika Annette ingin menghibur Anne tiba-tiba saja seorang pelayan berlari menghampiri nya dengan pandangan ketakutan jelas di wajahnya.


Membuat Anne dan Annette saling memandang satu sama lain dengan tampang bingung.


" Ada apa Lilian?" tanya Annette mengenal pelayan pribadi Anne.


Anne yang mendengarnya hanya diam menunggu Lilian menjawab pertanyaan dari Annette.


" Hah...ada Kaisar Abraxas di sini, Tuan Count menyuruh Lady Anne dan Lady Annette pergi dari kediaman. Karena Kaisar Abraxas mau membawa anda secara paksa. Di sana ada kereta kuda sekaligus penjaga yang sudah menunggu Lady Anne dan Lady Annette di dalam hutan."ucap Lilian menjawab pertanyaan dari Annette dengan ekspresi panik di wajahnya.


Deg...


Anne yang mengetahui kenekatan Kaisar Abraxas merasa panik dirinya tidak mau tinggal di istana itu lagi. Begitu juga Annette yang khawatir dengan kondisi adiknya.


" Kita harus pergi ke arah mana, tidak mungkin kita melewati jalur yang biasa karena pastinya ada prajurit istana di depan kediaman." ucap Annette panik sambil terus berpikir bagaimana cara melarikan diri.


Begitu juga Anne yang berpikir bagaimana caranya lari dari sini. Sampai tiba-tiba saja dirinya menemukan salah satu cara untuk pergi dari kediaman nya.


" Aku tahu satu cara kita keluar dari sini." ucap Anne.


Membuat Annette yang mendengarnya mengalihkan pandangan nya penasaran.


" Bagaimana cara nya?" tanya Annette.


Anne tersenyum sebelum kemudian memberikan isyarat Annette dan Lilian ikut kepadanya. Annette dan Lilian pun mengikuti Anne dari belakang ke kamarnya.


Anne menekan salah satu dinding dan memperlihatkan sebuah jalur rahasia. Membuat Annette dan Lilian terperangah dengan mulut terbuka.


Anne yang melihatnya hanya tersenyum tipis dengan reaksi Annette dan Lilian.


" Kita bisa pergi melalui jalur ini yang mengarah langsung ke hutan terdekat." ucap Anne.


Sedangkan Kaisar Abraxas bersama prajurit nya dan tangan kanan nya. Berjalan menuju ke ruang kerja milik Count Reyes.


Ceklek...


Count Reyes yang sudah berdiri menunggu kedatangan Kaisar Abraxas hanya diam sebelum kemudian membungkuk hormat.


" Salam, Yang Mulia. suatu tidak terduga bahwa anda akan datang kemari. Setelah apa yang kau lakukan kepada puteriku." ucap Count Reyes sambil menyeringai sama sekali tidak takut dengan aura Kaisar Abraxas bahkan berani menyindir nya.


Kaisar Abraxas hanya diam sambil memasang ekspresi datar di wajahnya memandang Count Reyes.


" Dimana Anne?" tanya Kaisar Abraxas sama sekali tidak mempedulikan ekspresi berani Count Reyes karena dirinya sangat ingin menemui pujaan hatinya dan membawanya ke istana untuk di jadikan isteri nya.


Tapi malah yang di dapatkan Kaisar Abraxas hanya ada seringai lebar dari Count Reyes.


" Anda tidak akan menemui Kaisar dan bahkan sekarang dia sudah pergi. Saya sudah mengusir nya karena tidak mau mempunyai anak yang tak bisa menjaga kehormatan keluarga." ucap Count Reyes berbohong kepada Kaisar Abraxas.


Tangan kanan Kaisar Abraxas bernama Felix terkejut mendengar ucapan Count Reyes yang terkesan berani terhadap seorang pemimpin.


Sedangkan Kaisar Abraxas langsung mengeluarkan pedang nya dan mengarahkan nya kepada Count Reyes dengan ekspresi marah di wajahnya.


" KURANG AJAR KAU BERANI SEKALI MENGUSIR CALON ISTERI KU. KAU AKAN MENDAPATKAN HUKUMAN..." ucap Kaisar Abraxas terpotong oleh kedatangan Countess Reyes.


" Anda tidak bisa melakukan ini, Yang Mulia Kaisar." ucap Countess Reyes mencegah Kaisar Abraxas membunuh suaminya.


Kaisar Abraxas tersenyum miring kepada Countess Reyes atas keberanian nya.


" Jika kau berani melakukan nya Countess Reyes, Tunjukkan aku dimana keberadaan Anne, Jika tidak suami mu akan aku bunuh....


Countine...