Third Life

Third Life
Ketidakpercayaan Kepada Puteri Maria



Kaisar Abraxas terdiam sambil melirik ke arah Puteri Maria dengan tatapan sulit.


" Cuma seperti biasa para bangsawan ingin saya segera menikah dengan Lady untuk mempunyai ahli waris laki-laki." jawab Kaisar Abraxas sambil melirik sekilas Puteri Maria sebelum melanjutkan makan malam nya.


Puteri Maria yang mendengarnya dalam hati merasa geram dengan tingkah para bangsawan berusaha menyingkirkannya dari hak tahta. Menurut mereka dirinya tidak mampu untuk menjadi Kaisar. Karena seorang Kaisar harus anak laki-laki supaya bisa memimpin perang dan menaklukkan beberapa kekaisaran lain nya. Sedangkan untuk Kaisar merupakan seorang perempuan akan memiliki sikap lembut dan tentu nya dia akan di kuasai oleh suaminya kelak.


Maka alasan itulah selama 5 tahun terakhir Puteri Maria selalu berusaha untuk membuat dirinya layak untuk menggantikan ayahnya. Bahkan sekarang dirinya sudah mahir menggunakan pedang yang membutuhkan 2,5 untuk mempelajari nya.


Tapi sampai sekarang tetap saja para bangsawan selalu meragukan kemampuannya dengan cara tidak mengizinkannya untuk memimpin sebuah perang.


" Terus bagaimana tanggapan ayahanda?" tanya Puteri Maria menunjukkan sikap tenang nya.


" Tentu saja saya tidak mau. Saya hanya menikah dengan Lady Anne meskipun semua yakin dia sudah mati. Tapi kau tahu bagaimana licik nya Countess Reyes untuk menipuku saat itu." ucap Kaisar Abraxas.


Puteri Maria menggangguk kepalanya mengingat dimana ayahanda frustasi mendengar kematian Lady Annelise seseorang yang berhasil membuatnya berubah. Awalnya Puteri Maria yakin bahwa Lady Annelise sudah meninggal dalam kecelakaan kereta kuda. Tapi ada beberapa kejangalan membuatnya dan Kaisar Abraxas curiga karena keluarga Reyes tiba-tiba saja pergi meninggalkan kekaisaran tanpa mau memberitahu kemana mereka pergi. Apalagi itu tidak lama setelah pemakaman Lady Annelise.


Dengan kondisi tubuh yang hancur Puteri Maria bisa melihat ekspresi tabah dari Count dan Countess Reyes mengandung makna sesuatu.


Kaisar Abraxas mendengar pertanyaan Puteri Maria menyerngitkan dahinya.


" Benar besok saya akan pergi ke sana untuk meninjau semua nya. Apalagi selama ini bagian selatan kekaisaran selalu terbelakang. Jadi saya ingin membuat perubahan dan selama saya tidak berada di sini Puteri Maria akan menjadi tanggung jawab mu untuk melindungi kekaisaran. Meskipun semua meragukan mu saya percaya kau bisa memimpin kekaisaran dengan baik." ucap Kaisar Abraxas sambil menggenggam tangan Puteri Maria.


Mata Puteri Maria berkaca-kaca merasa terharu karena Kaisar Abraxas percaya kepadanya. Padahal selama ini dirinya tahu bagaimana Kaisar Abraxas sangat terobsesi untuk memiliki anak laki-laki dan beliau tidak mendapatkan hal itu dari ibunya mendiang Ratu Catherine.


Sepertinya cinta Kaisar Abraxas terhadap Lady Annelise membuat pandangannya berubah. Puteri Maria berharap mereka bisa bersatu kembali dan entah kenapa dirinya bisa merasakan hal itu.


Setelah perbincangan dengan Puteri Maria di makan malam tadi. Kaisar Abraxas kembali ke dalam kamarnya dirinya merasa ada sesuatu yang kosong di hatinya.


Apalagi setelah mendengar kematian Lady Anne wanita yang membuat jantung berdebar-debar mati. Membuat hidup nya hancur entah kenapa ada tarik tersembunyi setiap melihatnya.


" Aku harap kau masih ada Anne agar bisa meminta maaf kepadamu atas kesalahan ku 5 tahun lalu." gumam Kaisar Abraxas sambil memandang bulan dari balik jendela nya.


Countine...