Third Life

Third Life
Kereta kuda Jatuh



Sedangkan Anne bersama Annette dan lilian terus berjalan menuju tempat kereta kuda yang sudah menunggu nya di hutan bagian selatan.


Anne bisa bernafas lega ketika ada sebuah kereta kuda biasa yang menunggu nya tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Prajurit dan kusir yang melihat kedatangan mereka bertiga dengan cepat menyuruh nya masuk karena takutnya Kaisar Abraxas bersama pasukannya akan menuju ke sini.


Anne bergegas bersama Annette dan Lilian masuk kereta kuda. Sejak tadi jantung Anne tidak bisa berhenti berdetak kencang memikirkan jika Kaisar Abraxas bisa menyusulnya.


" Bagaimana keadaan Count dan Countess Reyes?" tanya Anne tidak bisa berhenti mengkhawatirkan kedua orang tuanya yang masih berada di kediaman.


Prajurit yang berada di luar sedang mengendarai kuda nya menjawabnya.


" Tenang saja kami sudah mengecoh pasukan kekaisaran sampai waktu kita pergi dan juga keadaan Count bersama Countess dalam baik-baik mereka akan menyusul nanti." jawab prajurit kepada Anne.


Anne dan Annette yang mendengarnya bisa bernafas lega karena orang tua mereka baik-baik saja.


" Maafkan aku kakak kau dalam masalah akibat aku yang tidak mau menikahi Kaisar." ucap Anne merasa bersalah karena telah menarik kakak nya dalam permasalahannya apalagi mengingat suami kakak nya merupakan seorang prajurit istana biasa dan kakak juga merupakan seorang ibu bagi keponakan nya.


Tapi Annette yang mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya.


" Kau tidak perlu merasa bersalah lagipula ini demi kebahagiaan mu masalah suami dan anakku mereka sudah pergi meninggalkan kekaisaran. Sejak mengetahui apa yang dilakukan Kaisar padamu. Jadi tidak perlu khawatir lebih baik kita pikirkan masa depan baru. Anne." ucap Annette menasihati Anne.


Anne yang mendengarnya tidak bisa menahan perasaan haru karena keluarganya mau membantu nya. Atas apa yang dilakukannya di masa lalu.


Mendengar itu Anne memeluk Annette sambil neneteskan air matanya.


" Terima kasih."


Sedangkan di sisi lain Kaisar Abraxas sedang menelusuri hutan dimana Anne bersembunyi. Sesuai arahan dari Countess Reyes dia pergi ke hutan sisi timur.


" Yang Mulia, saya menemukan sebuah kereta kuda yang melintas beberapa menit lalu." ucap seorang prajurit menghampiri Kaisar Abraxas dengan menaiki kudanya.


Kaisar Abraxas yang mendengarnya langsung memacu kuda nya. Mencari keberadaan kereta kuda yang kemungkinan Anne berada di dalamnya.


Dengan kecepatan tinggi Kaisar Abraxas bersama prajurit menelusuri lereng curam mencari keberadaan kereta kuda. Sampai dimana pandangan Kaisar Abraxas tertuju ke arah sebuah kereta kuda dimana ada lambang count Reyes di sana.


" Kereta nya berada di sana kita harus cepat untuk membawa calon Ratu ke istana nya." Ucap Kaisar Abraxas kepada prajurit nya.


" Baik, Yang Mulia." jawab prajurit beserta tangan kanan Kaisar Abraxas.


Kaisar Abraxas berusaha menyusul kereta kuda di depannya dengan kecepatan tinggi meskipun dilakukan secara pelan-pelan mengingat hujan sudah mulai turun yang mengakibatkan jalanan di sekitar lereng licin.


Sedangkan kereta kuda di depannya tidak bisa menjaga keseimbangan sampai akhirnya jatuh ke jurang. Membuat Kaisar Abraxas dan prajurit nya terkejut.


" Tidak mungkin Anne." ucap Kaisar Abraxas yang turun dari kuda nya dan berlari pelan menuju lokasi kecelakaan jatuh kereta kuda itu.


" ANNE...DIMANA KAMU." ucap Kaisar Abraxas yang memanggil Anne setelah melihat kereta kuda di tumpang oleh wanita jatuh ke dasar lereng cukup dalam.


Di situ akhirnya Kaisar Abraxas merasakan penyesalan akibat memaksa Anne untuk terus bersamanya.


" ANNE....


Countine...