Third Life

Third Life
Masalah Pengawal



Melihat ekspresi Anne membuat dengan berat hati Count Reyes mengijinkannya. Ia tidak mungkin mengurung puterinya selamanya.


" Baiklah ayah akan mengijinkan tapi dengan satu syarat." ucap Count Reyes yang membuat tadinya ekspresi Anne senang langsung memandangi nya dengan penasaran.


Count Reyes tersenyum melihat ekspresi menggemaskan anaknya.


" Ayah akan mengijinkan jika ada lima pengawal untuk menjaga mu di kota." ucap Count Reyes mengeluarkan syaratnya.


Anne langsung melongo mendengar persyaratan ayahnya yang terlihat berlebihan.


" Tidak...ayah Anne bisa pergi sendiri tidak perlu ada pengawal. Memang Anne anak kecil apa." ucap Anne yang langsung menolak persyaratan Count Reyes.


Sayangnya Count Reyes yang mendengarnya sama sekali tidak mempedulikannya karena ini demi keamanan anaknya setelah kejadian di hutan saat itu membuatnya khawatir.


" Pergi dengan pengawal atau tidak pergi sama sekali berada di kastil bersama ibumu menemaninya acara minum teh yang akan di selenggarakan siang nanti. Lagipula setelah kejadian di perburuan itu kau semakin terkenal Anne." ucap Count Reyes yang berusaha mencegah Annelise pergi.


Annelise yang mendengarnya merinding setelah mengalami reinkarnasi dirinya sudah tidak tertarik dengan perkumpulan para bangsawan pastinya mereka akan bergosip atau memamerkan kekayaannya. Seperti dirinya ketika menghadiri acara kelas atas sebagai aktris terkenal.


Tapi melihat sikap posesif ayahnya membuat Anne tidak berkutik selain menerimanya atau tidak bisa keluar dari kastil.


" Ok ayah tapi hanya dua saja pengawal nya Anne tidak mau membuat keramaian kota lagi." ucap Anne sambil menunjukkan kedua jarinya di depan Count Reyes.


" Lima."


" Dua."


" Empat."


" Dua."


Anne merasa menang tersenyum miring bisa membuat ayahnya tidak berkutik.


" Terima kasih aku sangat menyayangi mu. cup." ucap Anne sambil mencium pipi Count Reyes sebelum kemudian pergi.


Count Reyes tersenyum senang melihat anaknya mencium pipinya dan berkata menyayanginya membuatnya semakin semangat untuk mengerjakan pekerjaannya.


Sedangkan Anne langsung keluar dari kastil di sana dirinya sudah ada dua pengawal dan sebuah kereta kuda.


" Selamat pagi sir Jhon and sir Theo." ucap Anne menyapa kedua ksatria yang akan mengawal nya ke kota.


" Selamat pagi Lady, apa anda siap untuk pergi." ucap Sir Jhon dengan ramah.


Memang sejak hubungan nya dengan keluarganya membaik Anne juga menjalin hubungan dengan para ksatria dan para pelayan. Anne sering membawakan makanan buatan nya dan memberikannya kepada para ksatria. Sejak saat itu para ksatria selalu membantunya dengan baik.


" Sudah siap, tapi pertama aku akan akan ke gedung percetakan." ucap Anne yang memberitahu tujuan pertama nya.


Sir Jhon dan Sir Theo mendengar nya terkejut tapi mereka tidak akan bertanya karena tidak pantas bawahan menanyankan lebih jauh tentang atasannya.


" Baiklah kita akan berangkat sekarang. Mari Lady." ucap Sir Theo membantu Anne untuk menaiki kereta kuda.


Anne yang sudah duduk dengan nyaman ketika kereta kudanya berangkat. Anne melihat hasil ceritanya yang akan di bawa ke tempat percetakan semoga saja mereka ada yang tertarik untuk menerbitkannya. Meskipun dia harus mencuri cerita orang lain tapi tidak ada salahnya lagipula dia hanya merevisinya menjadi lebih baik seperti karangan buatan disney yang di sukai banyak orang-orang.


" Mari Anne kita buat sejarah baru." batin Anne dengan penuh semangat.


Countine...