
Saat ini Anne bersama Sofia sedang berjalan-jalan keliling kota. Mereka berdua saling bergandengan tangan.
Dengan mata Sofia melihat sekelilingnya dengan pandangan penasaran.
" Mommy, mengapa suasana kota sangat ramai memangnya akan mengadakan perayaan?" tanya Sofia sambil menatap Anne.
Anne melihatnya juga terlihat bingung karena tidak biasanya kota ramai mengingat daerah termasuk sepi dan jarang di kunjungi orang. Sebab suasana bagian selatan kekaisaran di golongan sepi mengingat di sini selalu dingin dan tidak menarik buat di kunjungi. Sekarang saja Anne harus menggenakan jubah hangat begitu juga dengan Sofia yang menggenakan jaket merah muda buatan nya.
" Mommy tidak tahu sayang, ayo kita harus cepat untuk ke kota Tuan Olivander." ucap Anne ingin cepat menyelesaikan urusan nya entah mengapa perasaan nya hari ini tidak enak. Seakan-akan ada terjadi sesuatu buruk hari ini.
" Semoga saja ini hanya perasaan ku saja aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk. Terutama ketika harus bertemu dengan nya." batin Anne cemas.
Sedangkan di sisi sebuah kereta kuda dengan lambang kekaisaran menelusuri area hutan yang gelap. Di dalamnya ada Kaisar Abraxas yang sedang duduk tenang sambil membaca buku nya entah apa terjadi dengan nya. Karena tidak biasa nya dirinya memilih menaiki kereta kuda untuk perjalanan. Mengingat dia selalu menunggangi kuda setiap pergi.
Kaisar Abraxas melihat sekelilingnya dengan udara dingin wilayah selatan termasuk daerah jarang dirinya perhatikan. Karena mengingat mereka tidak terlalu suka dengan pemerintahan kekaisaran. Mereka memutuskan untuk menyingkirkan daerah tersebut dan tidak mempedulikan nya.
Tapi Kaisar Abraxas sadar wilayah selatan adalah tempat dimana ibunya di lahirkan sudah sepatutnya dirinya memperhatikan daerah itu. Apalagi semalam dirinya bermimpi tentang Anne dimana mereka menikah. Dengan Anne menggenakan gaun putih yang cantik serta tiara di atas nya membuat Kaisar Abraxas tidak bisa menghentikan tatapan takjub karena berhasil wanita di cintai nya itu.
Sayangnya mimpi itu harus berakhir dengan dirinya tega memberikan eksekusi kepada Anne hanya mencelakakan Lady Tania. Membuat nya bergidik ngeri nya lagi dirinya memiliki hubungan dengan Lady terobsesi nya pada nya.
Untung nya saja itu mimpi tapi entah kenapa Kaisar Abraxas merasa bahwa itu bukan sekedar bunga tidur saja.
" Apa yang harus saya lakukan?" ucap Kaisar Abraxas dengan lirih sambil memandang pohon dengan tatapan dingin.
...****************...
" Hallo, Tuan Olivander." ucap Sofia menyapa seorang pria paruh baya dengan semangat.
" Hai juga sofia kecil." ucap Tuan Olivander sambil mengacak rambut Sofia sebelum mengalihkan pandangannya ke Anne.
" Jadi kau membawa sabun lagi." ucap Tuan Olivander mengetahui tujuan Anne kemari.
Anne menaruh sebuah keranjang berukuran sedang di atas meja sebelum kemudian membukanya mengeluarkan beberapa botol sabun beraroma wangi.
Tuan Olivander berjalan mendekat sambil mengambil salah satu botol sabun berwarna merah.
" Ini luar biasa wangi bunga rose. Sepertinya anda akan semakin terkenal nona Lizzy banyak sekali orang suka dengan sabun buatan anda. Apalagi saya menjadi lebih untung lagi sejak adanya sabun ini." ucap Tuan Olivander dengan semangat.
Anne yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya.
" Jadi saya mendapatkan berapa dalam penjualan sabun minggu kemarin?" tanya Anne menanyakan pendapatan nya.
Membuat Tuan Olivander cemberut tapi itu segera dengan senyuman.
" Itu bisa di bicarakan nanti. Tapi hari ini akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa." ucap Tuan Olivander membuat Anne penasaran.
Deg...
" Kenapa jantung ku berdetak kencang, apa terjadi sesuatu hari ini." batin Anne cemas.
Countine...