Third Life

Third Life
Kehidupan Kedua Berakhir Dalam Kesendirian



Amelia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dirinya mengingat bagaimana pertama kali ia membuka matanya dan bertapa terkejutnya bahwa dirinya menjadi seorang bayi.


Mengingat kenangan itu membuat kadang-kadang ingin sekali tertawa. Tapi yang membuat nya sedih adalah kehidupan kali ini dirinya sama sekali tidak mempunyai orang tua maupun keluarga. Tidak seperti kehidupan sebelumnya dia mempunyai orang tua yang selalu menyayangi nya memanjakan nya, kakak perempuan yang selalu membantunya, dan adik laki-laki yang selalu menjahili nya.


Amelia merasa miris mungkin karena dia sudah pernah mendapatkan kebahagiaan sebelumnya. Tuhan memberikan kali ini adalah hidup sendiri, hampa.


Amelia mengendarai mobilnya sampai di apartemen dengan langkah lesu ia berjalan menuju tempat tinggalnya.


Ceklek...


Ketika masuk ke dalam hanya ada suara sunyi di seluruh ruangan apartemen nya.


" Aku merindukan kalian." ucap Amelia yang mengusap air mata yang sempat terjatuh.


Untuk menghilangkan rasa bosannya Amelia mengambil sebotol anggur dan buku membawanya ke sofa.


Amelia membaca buku menjelaskan sejarah dari kehancuran kekaisaran Endiburgh sambil meminum segelas anggur nya.


Setelah konflik antara anggota bangsawan dan rakyat mereka akhirnya melakukan pemberontak pada tahun 1904. Tujuan mereka adalah menurunkan Ratu Maria II dari tahta atas keserakahan nya dan membuat kekaisaran hancur di tangan Learmont salah satu kekaisaran kecil.


Sampai akhirnya pada tahun yang sama Ratu Maria II mati dibunuh oleh pemberontak dan akhirnya mengakhiri sejarah kelam dalam kekaisaran Endiburgh untuk di gantikan dalam republik.


Selesai membaca buku itu Amelia langsung berpikir.


Memikirkan masa depan Puterinya yang hancur dengan tumbuh sendirian tanpa satupun orang peduli padanya sampai mati. Amelia tidak habis pikir mengapa Kaisar Abraxas tidak menjodohkan Puteri mereka dengan pria lain. Setidaknya dia akan memiliki keluarga sendiri.


Sepertinya Amelia tidak bisa memikirkan masa lalunya itu hanya sebekas kenangan yang membuatnya bahagia sekaligus tragis. Meskipun sekarang dirinya tidak bisa menghapus semua perasaan nya kepada Puteri kecilnya tapi jika diberikan kesempatan lagi. Amelia akan berusaha menjauhkan dirinya dari Kaisar Abraxas yang saat itu sedang berduka atas kematian sang ratu isteri pertamanya.


Melihat waktu sudah mulai larut Amelia memutuskan untuk beristirahat mengingat dirinya akan ada syuting besok. Terkadang takdir lucu ketika dirinya memerankan Ratu Anne yang merupakan kehidupan masa lalunya. Tetapi dirinya tidak menampik jiwa Lady nya kembali saat memerankan peran itu.


Sambil berjalan menuju kamar mandi Amelia menyandung sebuah melody.


~Na~Na~Na.


Amelia memperhatikan penampilannya di cermin sebelum kemudian tersenyum dan ketika dia mengambil sikat gigi nya tanpa sengaja dia terpeleset kepalanya mengenai wastafel membuat nya tersungkur dengan darah menggenang di lantai dingin.


Nafas Amelia semakin berat dengan pandangan mata yang mulai buram.


" Ap...a aku akan mati untuk kedua kalinya... hahaha... hidupku sungguh menyedihkan.....tapi aku hanya ingin satu permintaan yai....tu kesem..." ucap Amelia sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Kehidupan kedua kalinya hidupnya yang berakhir dalam kesendirian tanpa seorangpun yang memedulikannya dengan tulus.


Countine...