
Count Reyes yang melihat cucu perempuan nya menangis merasa tidak tega. Tapi dirinya tidak bisa menunda perjalanan mengingat Annette sangat membutuhkan bantuan nya karena mengingat puterinya hamil yang di tinggal oleh suaminya ke ekspedisi.
" Sofia, kakek janji setelah menjenguk bibi mu pulang akan memberikan kamu hadiah." ucap Count Reyes membujuk Sofia.
Sofia mengangkat kepalanya menatap Count Reyes dengan mata berkaca-kaca sambil mengulurkan jari kelingking nya.
" Kakek janji ya, juga nanti suruh bibi Annette datang ke sini bersama Anne dan adik bayi." ucap Sofia akhirnya mau melepaskan kakek nya untuk pergi dengan membuat janji.
Count Reyes yang mendengarnya tertawa sebelum menerima janji kelingking Sofia.
Setelah kereta kuda yang membawa Count Reyes dan Countess pergi Sofia hanya melambaikan tangannya dengan raut wajah sedih.
Membuat Anne sebagai seorang ibu merasa sedih dan memutuskan untuk menghampiri nya. Anne berjongkok di hadapan Sofia menyamakan tinggi tubuhnya dengan anaknya. Kemudian Anne menggenggam tangan Sofia.
" Sayang kau tidak boleh menangis, Kakek dan Nenek cuma pergi sebentar nanti mereka pasti akan kembali ke sini. Sofia tahu bukan sekarang Bibi Annette sangat membutuhkan kehadiran kakek dan nenek untuk membantu nya mempersiapkan kelahiran adik Anne sepupu mu." ucap Anne dengan lembut.
Sofia mendengarnya menggangguk kepalanya membenarkan ucapan Anne.
" Tapi kemarin baru saja kakek dan nenek datang kenapa mereka harus pergi lagi. Padahal Sofia ingin bermain bersama Kakek." ucap Sofia sambil menundukkan kepalanya sedih.
" Sofia, ayo kita harus pergi ke kota untuk mengirim sabun-sabun ini." ucap Anne yang mengalihkan topik pembicaraan dirinya tidak mau mengingat kekejaman nya kepada orang tua nya di kehidupan sebelumnya.
Lagipula ini adalah jadwal mengirimkan sabun-sabun buatan ke toko. Karena selama ini Anne memutuskan untuk membuat sabun sendiri dari wangi-wangian bunga dan menjual ke toko-toko yang berada di kota. Sabun-sabun nya akhirnya sangat laris terutama bagi kalangan bangsawan karena memiliki wangi yang segar serta harga nya terjangkau bagi kalangan biasa sekalipun.
" Ayo, Mommy kita harus ke kota sekarang Sofia soalnya mau membeli sesuatu." ucap Sofia yang kembali ceria yang di syukuri oleh Anne.
Sambil menuntun anaknya ke dalam rumah nya Anne berbicara di dalam hatinya.
" Semoga kau menjadi anak yang bahagia Sofia. Mommy akan berusaha melindungi senyuman mu dan maafkan mommy yang memisahkan ku pada ayah kandung mu. Mommy tidak mau hidup mu dilumuri oleh darah." batin Anne sambil memejamkan matanya sesaat.
Anne tidak bisa melupakan dimana dirinya membaca kisah kehidupan Sofia menjadi Ratu. Ia tidak menyangka awalnya bagaimana Sofia mendapatkan tahta. Sofia dan Puteri Maria sebagai kakak nya berusaha merebut tahta setelah kematian Kaisar Abraxas dan anak laki-laki Tania. Mereka saling berusaha membunuh satu sama lain untuk mendapatkan tahta itu.
Anne tidak akan membiarkan Sofia hidup seperti itu untuk kedua kali nya. Ia tidak akan membiarkan anak nya menjadi seorang pembunuh.
Countine...