
Sepertinya anda adalah orang yang ceroboh my lady." ucap seorang pria bermata hijau mencegah Annelise terjatuh.
Annelise yang tersadar dengan posisinya sedikit intim segera menegakkan tubuhnya.
" Terima kasih mister James." ucap Anne mengucapkan terima kasih.
James yang melihat senyuman Annelise entah mengapa membuatnya senang.
" Tidak masalah suatu kesenangan saya sudah membantu Lady yang cantik seperti anda." ucap James sambil memuji Annelise.
Annelise yang mendengarnya wajahnya memerah merasa tersipu dengan pujian James.
" Anda seorang penggoda mister James. Tapi terima kasih atas pujiannya." ucap Anne sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas pujian James.
" Sama-sama, my Lady." ucap James sambil membungkuk.
" Baiklah kalau begitu saya harus pergi sekarang karena Puteri Maria sudah menunggu." ucap Anne berpamitan.
" Ah pesta minum teh Puteri Maria. Bagaimana jika saya mengantar anda ke taman." ucap James menawarkan Annelise untuk menemaninya.
Annelise yang mendengar tawaran James memiringkan kepalanya berpikir.
" Tentu saja saya tidak mungkin menolak tawaran pria seperti anda." ucap Anne menerima tawaran James.
James senang Annelise menerima tawarannya. Kemudian ia menawarkan lengannya Annelise menerimanya dengan senang hati. Selama perjalanan di lorong Annelise dan James saling berbicara satu sama lain.
Pelayan dan pekerja di istana melihat Annelise dan James berjalan berdua bersama. Langsung mencemooh nya mengingat Annelise sedang di kabarkan dekat dengan Kaisar Abraxas. Membuat semuanya yakin bawa Annelise hanya mendekatinya demi tahta ratu mendiang Ratu Catherine.
Lihatlah bukannya itu Lady Annelise bersama Sir James pemenang perburuan tahun ini. Mengapa mereka berjalan bersama.
Sepertinya mereka dekat...
Tapi bukannya Lady Annelise di kabarkan dekat dengan Kaisar Abraxas...
Dia hanya mengincar tahta mendiang Ratu Catherine....
James yang mendengar cemoohan tersebut merasa tidak enak dengan Annelise. Karena menurutnya James bersalah setelah Annelise menerima tawarannya.
" Maaf kan saya lady Annelise telah membuat anda di pandang buruk oleh orang lain." ucap James merasa bersalah kepada Annelise.
Annelise yang mendengarnya menggelengkan kepalanya.
" Tidak perlu merasa bersalah lagipula kita semua punya pendapat sendiri. Biarkan saja mereka mau mengatakan apa saja sama sekali tidak berpengaruh bagiku. Lagipula hubungan saya sama Kaisar hanya sebatas teman saja. Jadi tidak perlu khawatir mister James." ucap Anne sambil tersenyum kepada James.
James mendengarnya merasa malu sekaligus kagum dengan sikap dari Lady Annelise yang berbeda dengan bangsawan wanita lain.
Sampai di taman Annelise melihat bawa semua tamu undangan sudah berkumpul termasuk Puteri Maria yang terlihat berbincang dengan seorang perempuan seusianya.
Perlahan Annelise melepaskan pelukannya kepada lengan James.
" Terima kasih karena telah mengantar saya sampai sini. Suatu hari nanti kita akan berbincang bersama mungkin di kota tidak terlalu buruk. Kalau begitu saya permisi dulu selamat siang mister James." ucap Anne sambil membungkuk sebelum berjalan menghampiri tempat minum teh Puteri Maria.
James yang melihatnya dari kejauhan tersenyum tipis seperti nya dirinya tertarik dengan Lady Annelise.
" Apa dilakukan Sir James di sini?" ucap seseorang yang berdiri di samping James.
James yang mendengar suara seseorang langsung melirik ke arah samping dan langsung saja dia membungkuk mengetahui siapa yang berada di sampingnya.
" Selamat siang Kaisar Abraxas." ucap James menyapa Kaisar Abraxas.
" Selamat siang sir James. Jadi bagaimana anda bisa sampai di sini?" tanya Kaisar Abraxas bertanya sekali lagi yang membuat suasana semakin canggung.
James menegang tubuhnya melihat Kaisar Abraxas mengapa entah ia bisa beliau itu menatapnya tajam.
Apa dia berbuat salah....
Countine...