Third Life

Third Life
Terjebak Dengan Beruang



30 menit berlalu Kaisar Abraxas masih setia memeluk Annelise menangis sampai dimana ia melihat nafas wanita teratur menandakan orang nya sudah tertidur. Kaisar Abraxas tersenyum sambil jarinya menghapus air mata Annelise meskipun wajahnya membengkak menurutnya wanita itu selalu cantik di matanya.


Kemudian setelah Kaisar Abraxas menggendong Annelise dengan gaya pengantin dan membawanya ke ranjang nya sebelum membaringkannya di sana.


" Terima kasih karena telah mengeluarkan semuanya padaku. Annelise selamat tidur." ucap Kaisar Abraxas mencium kening Annelise sebelum pergi meninggalkan tenda nya.


Saat keluar dari tenda Kaisar Abraxas melihat Puteri Maria yang berdiri di dekat pohon. Melihat itu Kaisar Abraxas menghampirinya.


" Jadi apa yang dilakukan Puteri ayah berada di sini seharusnya kau bersama lady lain menunggu di tempat perkumpulan?" tanya Kaisar Abraxas dengan lembut.


Puteri Maria melirik Kaisar Abraxas sambil tersenyum tipis.


" Tidak, aku tidak menyukai para lady yang suka mencari perhatian saja. Sepertinya Ayahanda menyukai Lady Annelise jadi jagalah dia karena dia adalah sahabat ku." ucap Puteri Maria yang membungkuk sebelum berjalan melewati Kaisar Abraxas.


Kaisar Abraxas yang mendengarnya terkejut sebelum tersenyum tipis.


" Terima kasih Mary." ucap Kaisar Abraxas memanggil Puteri Maria adalah Mary setelah sekian lama.


...****************...


Sedangkan Annelise yang sudah terbangun akibat kelelahan menangis langsung menyesali perbuatannya tadi. Bagaimana bisa dia menangis di hadapan orang yang membuatnya tangisannya keluar. Tapi ia tidak menyangkal bawa perasaan nya sedikit lega dan tenang setelah mengeluarkan semua tangisannya yang sudah ingin ia keluarkan selama ini.


Saat Annelise asik dengan lamunannya ada seorang pelayan yang membawa makanan.


" Selamat pagi. lady saya senang anda sudah sadar. Apa anda baik-baik saja atau saya perlu memanggilkan seorang tabib untuk memeriksa anda?" tanya pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.


" Tidak perlu, jadi sekarang saya berada di mana?" tanya Anne yang terlihat bingung karena ini bukan tenda nya.


" Ini adalah tenda Kaisar dan beliau menyuruh saya untuk merawat anda sampai anda sehat. Ini adalah sarapan untuk anda lady." ucap pelayan itu sambil menyerahkan sarapan untuk Annelise.


Annelise yang melihatnya tersenyum dengan perhatian Kaisar Abraxas kepadanya.


" Jadi sekarang dimana Kaisar berada?" tanya Anne yang sama sekali tidak melihat jejak Kaisar Abraxas.


Annelise yang sedang ingin memasukan makanan ke dalam mulut terhenti setelah mengingat sesuatu dan kembali meletakkan sendoknya lagi di atas piring.


" Kaisar kapan perginya?" tanya Anne ingin memastikannya.


Pelayan itu terlihat bingung tapi ia tetap menjawab pertanyaan Annelise.


" Sekitar 1 jam sebelum anda bangun." jawab pelayan itu.


Annelise langsung membulatkan matanya mendengar nya.


" Jangan yang itu." ucap Anne bergumam lirih.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Kaisar Abraxas pergi bersama dengan seorang Raja di negara kecil bagian masih kekaisaran Endiburgh. Kebetulan mereka juga teman dekat.


Jadi Raja yang Charlie tidak canggung dengan Kaisar Abraxas.


Saat berjalan berburu Kaisar Abraxas melihat seorang kelinci putih yang cantik membuat nya ingin mendapatkan nya.


" Kelinci itu sangat cocok untuk Lady Annelise." batin Kaisar Abraxas.


Kaisar Abraxas yang melihatnya langsung menyiapkan busurnya dan melepaskan panahannya.


Tapi sayangnya panahannya melesat ke seekor beruang cokelat di belakangnya. Membuat Kaisar Abraxas yang melihatnya terkejut.


" Sialan kami terjebak dengan seekor beruang cokelat." batin Kaisar Abraxas.


Countine...