
Akhirnya tidak lama setelah Anne mengatakan itu tiba-tiba saja kereta kuda berhenti di tengah jalan. Membuat Anne dan Sofia melihatnya merasa aneh.
" Mommy mengapa kereta kuda nya berhenti, apa kita sudah sampai?" tanya Sofia sambil menatap Anne.
Anne sama bingung nya dengan Sofia dan ketika dirinya ingin menjawab tiba-tiba saja ada suara yang masuk membuat sekujur tubuhnya membeku seketika.
" Karena saya akan masuk gadis kecil." ucap Kaisar Abraxas yang sudah masuk dan duduk di depan Anne.
Mata Anne seketika membulat melihat Kaisar Abraxas menurunkan tudung jubahnya memperlihatkan seorang pria tampan dengan rambut pirang dan mata biru menatap tajam.
Kaisar Abraxas dan Anne saling menatap satu sama lain dengan pandangan yang berbeda.
" Siapa anda, Tuan mengapa anda menghentikan kereta kuda nya?" tanya Sofia membuka suaranya memecahkan kesunyian.
Kaisar Abraxas mengalihkan perhatiannya dari Anne ke Sofia dengan tatapan menilai. Meski Sofia memiliki rupa wajah Anne tapi dirinya bisa melihat kemiripan dari mata serta dagu nya. Senyum miring terbit di wajahnya.
Membuat Anne yang melihatnya merasa takut dan langsung memeluk Sofia ke dalam pelukannya seolah melindungi puterinya dari pria di depannya. Pria yang sangat menginginkan anak laki-laki sampai rela membuang anak perempuannya demi ambisi nya itu.
" Apa mau mu, bukannya urusan kita sudah selesai, Yang Mulia?" tanya Anne dengan nada tegas berusaha berani melawan Kaisar Abraxas.
Karena menurutnya dirinya tidak bisa mengeluarkan sikap takutnya di hadapan Kaisar Abraxas. Anne harus menunjukan keberanian nya dan sepertinya dirinya tidak bisa melarikan diri karena di sekitar kereta kuda di tempatinnya sekarang sudah di kelilingin oleh beberapa prajurit dari kekaisaran.
Kaisar Abraxas yang mendengar ucapan Anne langsung tertawa terbahak-bahak.
" Hahahaha....kau sungguh membuatku lucu Anne, dan sepertinya wanita keras kepala seperti mu tidak akan pernah berubah bukan. Apalagi kamu menyembunyikan sesuatu yang seharusnya milikku." ucap Kaisar Abraxas yang tatapan tertuju ke arah Sofia.
Anne melihat arah mata Kaisar Abraxas semakin memeluk Sofia dengan ekspresi ketakutan.
" Sebenarnya apa mau mu, tolong pergilah dan jangan hidupku lagi." ucap Anne yang hilang semua keberanian nya karena menurutnya Kaisar Abraxas sudah mengetahui tentang Sofia.
Membuat Anne merasa takut untuk membayangkan nya yaitu berpisah dari Sofia.
Kaisar Abraxas hanya menyilangkan kakinya sambil meletakkan tangannya di atas paha nya.
" Tidak, saya tidak berniat memisahkan mu dengan anak mu, saya hanya ingin kejujuran mengapa kau pergi 5 tahun lalu dan alasan apa anda berani menyembunyikan puteriku selama ini?" tanya Kaisar Abraxas dengan nada dingin.
Anne mendengar ucapan Kaisar Abraxas yang dingin dirinya tahu ada seorang singa perlahan terbangun dan menunggu mengeluarkan semua amarah nya. Itu tidak akan berjalan dengan baik jika di teruskan seperti ini. Anne harus memilih pilihan kata agar situasi tidak memanas apalagi ada Sofia di sini dan dirinya tidak mau membuat puterinya takut padanya.
" Hah...seharusnya kau sudah sadar mengapa saya pergi 5 tahun lalu, Yang Mulia. Saya tidak akan pernah mau bersama dengan seseorang yang hanya ingin menikahi nya demi seorang anak laki-laki saja, dan saya juga tahu jika tidak melahirkan anak laki-laki. Pastinya anda akan berusaha untuk mencari pengganti saya. Apa itu benar Kaisar?" tanya Anne dengan suara dinginnya dan ucapannya yang membuat Kaisar Abraxas terdiam tidak mampu menjawabnya.
Countine...