
" Siapa dia?" ucap Anne sambil terus memperhatikan pria itu.
Annelise mengingat bawa James merupakan salah satu ksatria biasa yang memiliki bakat terhadap pedang. James merupakan anak miskin di sebuah desa dan kedua orang tuanya meninggal. Tapi Annelise bingung bukannya seharusnya yang memenangkan perlombaan adalah Duke Norfolk.
" Mengapa semuanya berubah?" batin Anne bingung.
Annelise melirik ke belakang di sana terdapat Duke Norfolk dan Tania yang sedang terlihat kesal. Mungkin rencana mereka kemarin gagal total dimana Tania tidak mendapatkan perhatian Kaisar dan Duke Norfolk yang gagal memenangkan perlombaan bisa membuat reputasi keluarga tinggi.
Dalam hati Annelise merasa senang bisa membuat mereka merasa kesal. Tapi menurut nya ini baru awal dimana nanti Tania dan Duke Norfolk akan mengeluarkan sifat asli mereka berdua.
Annelise yang sibuk berpikir sampai tidak menyadari bawa pesta penutupan sudah bubar. Sampai orang yang menyandarkan nya.
"Lady, mengapa anda masih di sini?" tanya seseorang yang berdiri tepat di belakang Annelise.
Annelise langsung terkejut melihat kedatangan pria secara tiba-tiba sampai mengelus dadanya dengan pelan.
" DASAR TIDAK SOPAN. MEMANGNYA KAU TIDAK MENYADARI BAWA SAAT INI KITA SEDANG MENDENGARKAN KAISAR BICARA." ucap Anne yang berteriak dengan suara oktafnya naik.
Pria itu mendengar nya mengerjap matanya beberapa kali sampai akhirnya ia tertawa terbahak-bahak. Annelise yang mendengarnya wajahnya langsung marah.
" Dasar kau tidak sopan kepada seorang bangsawan." gerutu Anne pelan sambil melipat kedua tangannya.
Pria itu berhenti tertawa dan matanya yang berwarna hijau menatap Annelise.
Annelise dibuat terpaku melihat mata hijau emerald sedang memperhatikannya. Mengapa ia merasakan perasaan hangat di sana.
" Maaf, Lady saya cuma mau kasih tahu bawa acara nya sudah selesai. Semua orang sudah mulai berjalan ke kereta kuda untuk balik. Saya juga tidak lupa siapa anda sebenarnya my lady." ucap pria itu sambil membungkuk dan mengambil satu telapak tangan Annelise untuk di kecup nya.
Setelah itu pria itu membalikan badannya dan pergi meninggalkan Annelise yang berdiri diam.
" Apa pria itu James?" tanya Anne sambil memperhatikan pria yang merupakan pemenang perburuan.
" Lilian." ucap Anne yang bersyukur dengan Lilian di sini setidaknya perasaan tadi perlahan mulai menghilang.
" Lady, kereta kuda nya sudah siap dan Count sudah menunggu dikediamannya." ucap Lilian.
Annelise menggangguk kepalanya sebelum berjalan menuju kereta kuda.
...****************...
" Oh, Anne kau baik-baik saja?" tanya Countess sambil memeluk Annelise yang baru saja masuk ke dalam kediaman.
" Ibu, Anne baik-baik saja jangan khawatir." jawab Anne sambil membalas pelukan Ibundanya yang sangat di rindukannya.
Count yang melihat pemandangan itu tersenyum tipis.
" Anne." ucap Count sambil membuka tangannya lebar.
Annelise yang mengetahui maksud dari Counts langsung berlari dan memeluknya.
" Ayahanda, Anne sangat rindu." ucap Anne sambil memeluk leher Count dengan erat.
Count melihat sikap manja dari Puteri kecilnya tersenyum senang selama beberapa hari tidak melihat keberadaan nya. Membuat Count tidak bisa menahan rasa rindunya apalagi setelah mendengar apa yang terjadi di perburuan membuat nya sempat panik dengan kondisi Annelise.
Setelah beberapa menit habis melepas rindu perlahan Count melepaskan pelukannya.
" Jadi, Anne apa benar kejadian yang berada di perburuan dimana kau menyelamatkan nyawa Kaisar dan Raja?" tanya Count yang penasaran.
Mengingat hari ini sebelum Annelise kembali dia mendapatkan....
Countine....