Third Life

Third Life
Chapter 65



Setelah makan malam Sofia tertidur di kamarnya mungkin karena kelelahan seharian berlarian. Sedangkan Anne sekarang berdiri di atas balkon sambil melihat pemandangan langit terdapat banyak bintang-bintang.


" Huh...aku tidak percaya bisa melarikan diri selama 5 tahun." ucap Anne sambil terkekeh pelan.


" Mungkin karena ayahanda menyembunyikan akses Kaisar Abraxas untuk mencari mu di sini." jawab seseorang yang berada di belakangnya.


Membuat Anne menoleh ke belakang melihat ayahnya Count Reyes berdiri di ambang pintu kamar nya.


" Selamat malam ayah buat apa berada di sini bukannya seharusnya sudah tidur bersama ibu?" tanya Anne penasaran dengan kedatangan Count Reyes di kamar nya dan apalagi dirinya terkejut dengan informasi yang di ungkapkan barusan oleh Count.


Count Reyes berjalan mendekati dan berdiri di samping Anne sambil pandangannya lurus ke depan.


" Ayah menyuruh seseorang untuk menyembunyikan informasi keberadaan kita. Jika tidak Kaisar Abraxas akan tahu lebih awal keberadaan mu. Kau tahu bukan kami sudah di anggap pengkhianat karena berani menipu seorang Kaisar." ucap Count Reyes sambil menatap Anne.


Anne yang mendengarnya termenung berpikir karena semua dikatakan ayah nya adalah kebenaran. Sebenarnya dirinya tidak menduga bahwa orang tua nya berani mengambil keputusan dalam menyembunyikan dirinya. Apalagi dirinya tidak menyukai Kaisar Abraxas yang hampir membunuh ayahnya. Perasaan cinta nya kepada Kaisar Abraxas berasa hilang ke bawa angin dengan cap pengkhianat yang dilayangkan pria itu kepada keluarganya.


Juga Anne merasa sangat bersalah karena akibat ulah nya dengan Kaisar Abraxas membuat keluarganya dalam kesusahan. Apalagi orang tua nya harus pergi meninggalkan tanah kelahiran mereka.


" Maafkan aku ayah karena telah menyeret kalian dalam permasalahan ini." ucap Anne sambil menundukkan kepalanya.


Count Reyes yang mendengarnya memegang bahu Anne dengan lembut.


" Tenanglah ini semua bukan kesalahan mu yang terpenting sekarang kita harus membesarkan Sofia dengan baik menjadi gadis bahagia. Kamu dan Sofia adalah harta kami yang paling berharga. Sekarang tidurlah besok bukannya harus membeli sesuatu di kota." ucap Count Reyes menyuruh Anne untuk tidur.


Anne tersenyum sambil menggangguk kepalanya sebelum kemudian memberikan kecupan di wajah ayahnya.


" Ayah juga menyayangi mu puteriku, selamat malam." balas Count Reyes.


...****************...


Keesokan hari nya Count dan Countess Reyes harus pulang mengingat Annette akan melahirkan anak keduanya. Countess Reyes ingin membantu Annette dalam masa-masa kehamilan nya.


Soalnya suami Annette harus pergi untuk ekspedisi selama 6 bulan atas perintah Kekaisaran.


Sofia mendengar bahwa kakek dan nenek nya akan pergi lagi mata nya berkaca-kaca sedih. Seperti sekarang di depan pintu Sofia tidak mau melepaskan pelukan nya kepada kakek nya. Membuat Anne harus berpikir bagaimana cara melepaskan pelukan Sofia pada Count Reyes.


" Sofia lepaskan pelukan kakek mu ya, bukannya kita akan pergi ke kota hari ini." ucap Anne berusaha membujuk Sofia.


Terkadang Anne merasa sikap keras kepala Sofia di turunkan kepada nya. Itu membuatnya sedikit menyesali sikap nya dulu yang suka minta apapun kepada ayah nya.


" Tidak mau, kakek tidak boleh pergi hiks..." ucap Sofia sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Count Reyes.


Count Reyes sama sekali tidak terganggu dengan sikap Sofia yang merengek karena akan mengingatkan nya kepada Anne kecil.


" Sofia mirip sekali dengan Anne waktu kecil. Terkadang aku berpikir jika Sofia di besarkan di istana apa hubungan kami sebaik ini." batin Count Reyes merasa hati nya resah.


Countine...