Third Life

Third Life
Aman Sementara



Baron siapa pemilik taman bunga di sebelah sana?" tanya Kaisar Abraxas penasaran dengan taman bunga yang cantik dekat kaki gunung.


Baron Shafiq yang mendengarnya langsung mengalihkan perhatiannya ke taman bunga.


" Oh, itu adalah milik seorang wanita bernama Lizzy dia tinggal bersama puterinya yang berusia 4 tahun Sofia. Dia pemilik taman bunga yang di gunakan nya sebagai pembuat sabun terkenal di sini serta karangan bunga-bunga nya yang banyak di cari di sini. Jika anda tertarik saya bisa memperkenalkan nya pada anda." ucap Baron Shafiq menjawab.


Kaisar Abraxas yang mendengarnya hanya terdiam.


" Mungkin lain kali, lebih baik kita urus permasalahan di sini." ucap Kaisar Abraxas merasa tidak tertarik untuk mengenal wanita pemilik taman bunga itu lagipula hatinya sudah ada pemiliknya dan dirinya tidak berniat untuk pindah biarkan tetap nama itu bersemayang di hatinya.


Baron Shafiq yang mendengar jawaban Kaisar Abraxas langsung salah tingkah sebelum kemudian menjawab.


" Tentu saja, sesuai perintah anda Kaisar." ucap Baron Shafiq.


Sedangkan di sisi lain Anne menuntun Sofia menuju ke kandang kambing tempat dimana Esmeralda berada.


" Esmeralda." ucap Sofia berlari menuju kambing berbulu putih dan mengelus bulu nya yang lembut seperti kapas.


" Mommy, apa kita akan memeras susu nya?" tanya Sofia pelan sambil memandang Anne.


Anne berjalan menghampiri Sofia sambil mengambil rumput untuk makanan Esmeralda.


" Sepertinya iya karena mommy membutuhkan nya untuk membuat keju." ucap Anne yang kemudian mengambil sebuah ember.


Sofia membantu Anne memeras susu Esmeralda menurutnya ini adalah salah satu kegiatan favorit nya di sini.


Setelah memeras susu Anne bersama Sofia kembali ke dalam rumah.


" Sofia, bersihkan dulu kaki dan tangan mu mommy akan membuat makan malam." ucap Anne ketika masuk ke dalam rumah dan melihat kaki Sofia yang kotor.


" Iya mommy." jawab Sofia yang berjalan menuju ke dalam kamar mandi.


Setelah melihat Sofia menghilang dari pandangannya sekujur tubuh Anne merasa lemas. Dirinya sedikit lega setidaknya mereka cepat-cepat kembali ke rumahnya ketakutan nya bertemu dengan Kaisar Abraxas menghilang sedikit.


Tekad Anne sekarang adalah mengurung diri dan Sofia di dalam rumahnya sampai Kaisar Abraxas pergi dari sini.


Tok...Tok...


Tiba-tiba saja mendengar suara ketukan pintu membuat Anne berdiri berjalan menuju membuka pintu.


Ceklek...


Anne terkejut dengan kedatangan Peter salah satu ajudan Baron Shafiq berkunjung.


" Selamat siang Lady Lizzy apa saya boleh masuk ada sesuatu yang ingin di bicarakan." ucap Peter meminta izin kepada Anne untuk masuk ke dalam rumahnya.


Anne hanya menggangguk kepalanya sebelum menggeser tubuhnya ke tepi pintu mempersilahkan Peter masuk. Setelah Peter masuk Anne langsung menutup pintu.


" Ada sesuatu yang ingin bicarakan Tuan Peter sampai anda jauh-jauh datang ke sini?" tanya Anne yang datang sambil membawa secangkir teh kebetulan belum lama dirinya buat.


Peter meminum secangkir teh hangat sebelum kemudian berbicara.


" Saya di sini ingin memberitahukan bahwa Baron Shafiq membutuhkan karangan bunga untuk menghiasi kediaman nya." ucap Peter memberitahukan tujuan kedatangannya.


Mata Anne seketika berbinar karena pasti Baron Shafiq akan memesan banyak karangan bunga nya.


" Baik saya siap membuatnya jadi kapan anda akan membutuhkannya?" tanya Anne antusias.


Peter yang mendengarnya merasa lega karena Anne menerima tawaran nya.


" Tidak Lady Lizzy, Tuan Baron menginginkan anda langsung datang ke...


Countine...