Third Life

Third Life
Kusir Yang Aneh



Setelah meyakinkan Sofia yang akhirnya mau ikut dengan nya Anne langsung cepat-cepat pergi meninggalkan kediaman Baron.


Dengan sembunyi-sembunyi sambil menggenggam tangan Sofia erat. Anne melihat sekelilingnya yang sudah ada penjaga entah bagaimana berdiri tidak jauh darinya.


Padahal kediaman Baron Shafiq hanya ada sedikit prajurit mengingat daerah merupakan tempat sepi dan ancaman luar yang sedikit. Membuat Baron Shafiq tidak terlalu membutuhkan prajurit.


" Ini pasti prajurit istana sudah aku duga Abraxas bertindak cepat dengan masalah ini. Tapi aku harus tetap kabur karena hanya inilah kesempatan ku." batin Anne.


" Hei, mengapa kita harus bangun pagi-pagi sekali sih." ucap prajurit 1 mengeluh.


Suara seseorang dari belakangnya langsung saja membuat Anne panik dan cepat menyembunyikan dirinya serta Sofia.


Di sana ada dua prajurit istana yang sedang berbincang.


" Kau tahu bukan Kaisar orang disiplin banget, ia akan melakukan semuanya dengan sempurna." ucap prajurit 2 kepada rekan nya.


" Tapi aneh mengapa Kaisar menyuruh kita berjaga di kediaman Baron Shafiq yang sepi ini." ucap prajurit 1 yang suaranya perlahan menghilang ketika menjauh dari Anne dan Sofia.


Sofia mengangkat kepalanya menatap Anne dengan tatapan penasaran.


" Mommy, mengapa Kaisar menempatkan penjaga di sini, apa ada penjahat?" tanya Sofia dengan suara polosnya.


Anne yang mendengarnya hanya bisa tersenyum canggung.


" Bukan ada penjahat melainkan ayahmu ingin menempatkan ku sebagai penjahat itu." batin Anne yang tidak berani mengutarakan nya kepada Sofia.


Anne melirik ke kanan dan ke kiri setelah memastikan tidak ada orang yang lewat. Dengan cepat Anne menggenggam tangan Sofia berjalan menuju keluar kediaman.


Ketika sampai di depan gerbang Anne bisa bernafas lega karena kereta kuda yang sudah di pesan nya berada di depannya.


" Selamat pagi my Lady anda sudah siap berangkat." ucap seorang pria menggenakan topi serta jaket yang tertutup menyapa Anne dengan ramah.


Setelah itu baru Anne masuk ke dalam kereta kuda tersebut. Tidak lama kereta kuda itu bergerak menjauh meninggalkan kediaman Baron Shafiq.


Anne merasa begitu lega karena Kaisar Abraxas tidak mengejar nya dengan pasukan nya.


" Kita semua sudah aman sayang." gumam Anne sambil memeluk Sofia dengan erat.


Sofia membalas pelukan Anne meskipun dirinya tidak mengerti mengapa mereka pergi cepat meninggalkan kediaman Baron seakan mereka di kejar oleh orang jahat.


Tapi Sofia tidak mau bertanya karena mommy takutnya bersedih.


Kereta kuda berjalan melintasi hutan dimana Anne dan Sofia memgerutkan keningnya merasa heran. Karena jalur ini sama sekali tidak melewati rumah mereka.


Anne yang merasa penasaran segera bertanya kepada kusir sedang mengendarai kereta kuda nya.


" Permisi, maaf ini jalur yang berbeda dari sebelumnya. Apa anda bisa memutar kembali ke arah sebaliknya karena saya tidak mempunyai banyak waktu?" tanya Anne meminta kusir itu memutar balik arah kereta kuda.


Anne merasa jika dirinya di acuhkan merasa kesal dan kembali berbicara dengan kusir itu.


" Permisi sir, apa anda bisa mendengar ucapan saya. Kami tidak memiliki banyak waktu untuk melayani sikap tak sopan anda, sir." ucap Anne merasa kesal.


Tapi sayangnya kusir itu hanya menundukkan kepalanya tanpa mengeluarkan apapun.


" Sir, siapa sebenarnya anda?" tanya Anne yang merasa curiga sekaligus panik.


Akhirnya tidak lama setelah Anne mengatakan itu tiba-tiba saja...


Countine...