Third Life

Third Life
Hari Debut



Sudah 2 Minggu sejak kejadian itu Anne tidak mendengar kabar tentang Kaisar Abraxas bahkan undangan dari Puteri Mary tidak ada lagi berdatangan.


Itu sedikit melegakan Anne karena akhirnya perlahan-lahan Kaisar Abraxas tidak berhubungan lagi. Meski itu mengubah masa depan termasuk sejarah ini demi dirinya bertahan hidup. Anne tidak ingin mati untuk kedua kalinya.


Seminggu lalu buku cerita Anne tulis atau lebih tepatnya di tiru nya di masa depan sudah mulai terbit. Banyak yang menyukainya dan laku di pasaran apalagi kisah romantis. Kali ini Anne akan membuat kisah tentang dirinya atau lebih tepatnya percintaan masa lalunya bersama Kaisar Abraxas yang berakhir tragis.


Malam ini Anne akan mengadakan pesta debutnya di usianya yang 18 tahun. Pesta itu akan diadakan di kediaman Reyes banyak masyarakat terutama kalangan bangsawan datang.


Tidak seperti masa lalu Anne yang menggenakan gaun berwarna pink yang terkesan kekanak-kanakan baginya. Debut untuk kehidupan keduanya dirinya mengenakan baju hijau muda dengan bunga-bunga di bagian rok nya. Meski itu terkesan sederhana untuk pesta debut tapi Anne suka dengan desain gaun buatan nya dan meminta penjahit keluarganya untuk membuatnya.



Anne juga mengenakan tiara kecil di kepalanya dan rambutnya di sanggul dengan beberapa anak rambut liarnya dibiarkan.



Anne melihat penampilan nya di cermin sambil tersenyum puas dengan hasil karyanya. Tidak seperti dikehidupan sebelum nya dirinya suka berpakaian dengan gaun benang emas maupun mutiara langka. Kali ini hanya gaun sederhana dan tiara kecil milik keluarganya.


Count Reyes dan Countess Reyes yang baru saja masuk ke dalam kamar Anne dibuat terkejut dengan penampilan puteri mereka.


" Astaga sayang kau sangat cantik dan gaun itu indah." ucap Count Reyes memuji Anne.


Anne yang mendengarnya tersenyum lebar sambil memutar tubuhnya membuat gaun hijaunya mengembang.


" Terima kasih ayah." ucap Anne menatap hangat Count Reyes.


Count Reyes memeluk Anne puteri kesayangannya yang sudah besar di usianya 18 tahun. Suasana haru itu harus berhenti ketika mendengar ucapan Countess Reyes.


Count Reyes melepaskan pelukannya sebelum menggelengkan kepalanya.


" Tidak boleh sudah cukup kita membiarkan Anette yang menikah. Aku tidak akan membiarkan para pria yang mengambil Annelise kesayangan kita." ucap Count Reyes dengan tatapan seperti seorang ayah yang posesif.


Anne yang melihat perseteruan ayah dan ibunya hanya tertawa pelan. Tidak seperti kehidupan sebelumnya dimana Anne terlihat acuh kepada kedua orang tuanya sekarang dirinya ingin sekali menghabiskan banyak waktu untuk mereka.


Sudah cukup kekecewaan kedua orang tuanya kepada nya batin Anne sambil tersenyum miris.


Tapi buru-buru ekspresi sedih tersembunyi itu hilang dengan senyuman lebar. Kemudian Anne memegang lengan Count dan Countess Reyes.


" Kalau begitu kita pergi sekarang para tamu sudah menunggu lama." ucap Anne mengajak kedua orang tuanya untuk pergi dan menghentikan pertengkaran mereka.


" Kamu benar sayang." ucap Countess Reyes setuju.


Kemudian mereka bertiga berjalan sambil sesekali tertawa mendengar lelucon Count Reyes dan Anne.


Sampai di depan pintu langsung saja penjaga membuka pintunya dan mengumumkan kedatangan mereka.


" COUNT REYES, COUNTESS REYES, DAN LADY ANNELISE REYES."


Semua tamu takjub dengan gaun yang dikenakan Anne.


Anne yang melihatnya hanya memberikan senyuman tipis. Di sudut pesta ada dua orang yang memandangi nya dengan pandangan berbeda.


Countine....