
" Sudah tidak lama bertemu senang berjumpa lagi sayang ku." ucap Kaisar Abraxas berbisik.
Anne hanya bisa diam mendengar suara bernada dingin Kaisar Abraxas. Sambil menghela nafas nya Anne memberanikan diri untuk membalikan badannya dan seketika dirinya dibuat terkejut dengan jarak wajahnya dengan Kaisar Abraxas.
Apalagi hidung mereka hampir saja bersentuhan jika saja Anne tidak berusaha menjaga jarak dari nya.
" Yang Mulia, sudah lama sekali bukan." ucap Anne berusaha terlihat berani menatap mata biru Kaisar Abraxas.
Mendengar suara Anne membuat Kaisar Abraxas menyeringai setidaknya dirinya tidak bermimpi bahwa wanita di depannya bukan Anne. Sekarang dirinya yakin seratus persen wanita ini adalah orang yang di cintai nya selama ini. Perasaan cinta nya yang lebih besar dari perasaannya kepada mendiang isteri nya dulu.
" Saya tidak menyangka kau sudah berubah banyak Annelise." ucap Kaisar Abraxas pelan dengan sorotan mata rindu.
Tapi sorotan mata itu tidak lama karena telah di gantikan dengan sorot marah dan sedetik kemudian Kaisar Abraxas mencengkram dagu Anne dengan kasar.
Membuat Anne dengan terpaksa menatap mata Kaisar Abraxas yang entah membuatnya sedikit ketakutan sekarang.
" Dengan beraninya kau meninggalkan diriku. Ketika aku akan menikahi mu. Sungguh keterlaluan bahwa calon isteri Kaisar kabur dari calon suaminya." ucap Kaisar Abraxas rendah sambil membenamkan wajahnya tepat di lekukan leher Anne sambil memberikan sebuah kecupan.
Anne yang merasakan nya refleks mendorong tubuh Kaisar Abraxas dengan kencang hingga terjatuh dan otomatis pelukannya lepas.
Setelah merasa bahwa Anne bebas dirinya bisa bernafas lega. Tapi itu tidak bertahan lama karena Anne mendengar suara tawa Kaisar Abraxas yang terlihat menyeramkan bagi nya.
" Hahahaha.....kau sama sekali tidak berubah Anne Hahahaha...." ucap Kaisar Abraxas di sela-sela tawa nya sambil berusaha bangun dari jatuh nya.
Menurut nya Kaisar Abraxas adalah monster yang menghancurkan kehidupan masa lalu. Anne tidak akan pernah membiarkan pria itu menghancurkan kehidupannya dan membunuh nya dengan noda di jejak nya. Anne ingin menghabiskan waktu semasa hidupnya bersama Sofia Puteri kecilnya melihatnya menikah dengan pria di cintai nya dan memiliki cucu itulah kehidupan yang Anne capai.
Anne terus berlari memasuki kediaman Baron Shafiq saat ini pikirannya harus pergi dari sini sebelum Kaisar Abraxas mengetahuinya semuanya.
Melihat ekspresi dan tindakan Kaisar tadi sudah pasti beliau marah. Hukuman yang di pikirkan Anne adalah penggal sesuatu ia hindari.
Saat sampai di depan pintu kamar nya Anne bisa bernafas lega karena sebentar lagi dirinya dia bisa bebas dari pria brengsek itu. Tapi sayangnya tiba-tiba saja ada seseorang menahan tubuhnya membuat Anne tidak bisa berjalan.
" Lepaskan aku, brengsek." ucap Anne kepada Kaisar Abraxas menahan tubuhnya dengan memeluk pinggang nya.
Kaisar Abraxas yang mendengarnya penghinaan Anne semakin marah dan langsung sekejap mendorong tubuh Anne serta memenjarakannya menggunakan kedua tangannya.
" Kau tidak bisa lari lagi Anne." ucap Kaisar Abraxas sambil menyeringai melihat ekspresi ketakutan Anne.
Kedua kali nya Kaisar Abraxas melihat ekspresi ketakutan Anne dan itu membuatnya terhibur.
Anne yang menundukkan kepalanya sambil mengutuk kesalahan nya hanya diam tanpa berniat menjawab ucapan Kaisar Abraxas.
Hal itu sedikit membuat Kaisar Abraxas semakin kesal. Ketika Kaisar Abraxas ingin berbicara tiba-tiba saja....
Countine...