Third Life

Third Life
Masa Lalu Berakhir



Setelah menyelesaikan makanan nya Anne, bersama James, Kaisar Abraxas, Tania keluar dari tempat makan dengan wajah marahnya yang tidak bisa di tutupi.


Anne yang melihatnya hanya tersenyum merasa senang membuat perempuan tidak tahu diri itu belajar.


" Maafkan saya atas gangguan tadi, Lady saya harap anda mau memaafkan saya." ucap Anne dengan wajah memelas meminta maaf.


Tania yang mendengarnya hanya diam sebelum kemudian tersenyum lembut.


" Tentu saja saya tidak masalah lagipula ini sepenuhnya salah ku. Kalau begitu saya harus pergi terlebih dahulu sampai jumpa di pesta debut saya, Yang Mulia." ucap Tania menatap genit Kaisar Abraxas sebelum pergi menuju pelayan yang sudah menunggunya.


James yang berada bersama Anne dan Kaisar Abraxas merasakan ketegangan di antara mereka. Apalagi tatapan membunuh Kaisar Abraxas yang dilayangkan kepadanya.


" Lady Anne saya permisi terlebih dahulu ada urusan yang mendesak. Maaf saya tidak bisa mengantar anda." ucap James merasa tidak enak karena awalnya dirinya yang mengajak Anne untuk pergi bersama.


Tapi James lah yang meninggalkan nya terlebih dahulu tanpa mengantarnya kembali. Itu sesuatu yang tidak sopan bagi kalangan bangsawan.


Tetapi Anne sama sekali tidak mempermasalahkannya lagipula dirinya sudah cukup bersenang-senang hari ini meski ada gangguan.


" Tidak masalah lagipula prajurit akan datang kemari sebentar lagi. Saya sudah memberitahu mereka sebelum pergi bersama anda sir James." ucap Anne tersenyum.


Sedangkan Kaisar Abraxas yang melihatnya menyeringai karena senang dua pengganggu sudah pergi jadi dirinya ada waktu untuk bersama Anne lebih lama.


James yang mendengar jawaban Anne merasa tenang sebelum kemudian memberikan anggukan kepada Kaisar Abraxas dan pergi.


" Sepertinya hanya ada kita berdua lady Anne, apa anda ingin saya antarkan ke kereta kuda." ucap Kaisar Abraxas menawarkan kepada Anne.


Anne merasa tidak nyaman berduaan dengan Kaisar Abraxas dan lagi setelah kejadian di perburuan terakhir banyak rakyat yang membicarakan hubungannya dengan Kaisar Abraxas.


" Maaf saya, Yang Mulia. ada urusan yang harus saya lakukan jadi permisi." ucap Anne yang langsung membalikkan badannya pergi.


Membuat Anne membalikan badannya melihat tangannya digenggam oleh Kaisar Abraxas hanya diam. Dirinya tidak bisa mengatakan apapun.


" Apa Lady tidak suka berada di dekat saya?" tanya Kaisar Abraxas sambil menatap mata Anne.


Untungnya suasana sepi karena menjelang malam membuat Kaisar Abraxas tidak mempermasalah keberadaan nya bersama Anne.


Anne yang di tanya merasa gugup walau sebenarnya dirinya tidak bisa mengatakan sejujurnya. Dirinya tidak nyaman dengan keberadaan Kaisar Abraxas karena sangat mengingatkan tentang masa lalunya pernikahan, pengkhianat, Sofia puteri mereka. Membuat perasaan Anne sakit dirinya berusaha menahan air mata yang keluar.


" Jika ini cara untuk menjauhinya aku harus melakukannya. Aku tidak bisa membiarkannya Kaisar Abraxas mendekat. Ini demi kehidupan lebih baik." batin Anne menghela nafasnya sambil menghela nafasnya.


" Iya saya merasa tidak nyaman dengan keberadaan anda. Karena kita berbeda Kaisar saya tidak bisa bersama anda. Itu tidak mungkin." ucap Anne menjawabnya.


Kaisar Abraxas yang mendengarnya seolah-olah merasa tidak yakin dengan pendengaran nya.


" Apa maksud mu kita bisa bersama kau akan menjadi Ratu dan kita bisa memimpin kekaisaran bersama." ucap Kaisar Abraxas dengan sendu.


Tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Kaisar Abraxas, Anne menjawab nya.


" Saya tidak bisa menjadi ratu atau bersama anda. Jadi selamat tinggal saya berharap anda bisa bahagia." ucap Anne melepaskan tangan Kaisar Abraxas dari tangannya.


Sebelum berjalan meninggalkan Kaisar Abraxas tanpa memalingkan wajahnya.


" Masa lalu ku sudah berakhir termasuk kisah cintaku." batin Anne sambil meneteskan air matanya.


Countine....