Third Life

Third Life
Terbongkar Masa Kecil



" Kakek dan nenek sudah sampai. Hore." ucap Sofia sambil memeluk count Reyes dan Countess Reyes.


" Hai bagaimana kabar mu cucuku, kau tahu kakek sangat merindukanmu." ucap Count Reyes sambil mencium pipi berisi Sofia.


Membuat Sofia merasa geli dan tertawa terbahak-bahak.


" Hahahaha...kakek ini geli." ucap Sofia sambil tertawa.


Anne datang menghampiri kedua orang tuanya yang masih berdiri di ambang pintu. Senyum terbit di wajahnya melihat suara tawa Sofia ketika ayahnya mencium nya sesuatu yang sangat jarang terjadi di kehidupan sebelumnya.


" Ayah, ibu mari masuk Sofia turun dari gendongan kakek. Kamu sudah besar dan berat." ucap Anne menyuruh Sofia turun dari gendongan Count Reyes.


Count Reyes yang mendengarnya memandang Anne tidak terima.


" Ingat, siapa yang menggendong mu sampai usia 10 tahun. Sofia tidak ada apa-apa nya dengan berat badan mu saat itu. Waktu kamu berusia 5 tahun kamu sangat gemuk ayah tetap sanggup menggendong nya. Apalagi ayah mu dulu ikut beberapa perang sebagai pemimpin sebelum menikahi ibumu." ucap Count Reyes dengan bangga.


Wajah Anne langsung memerah mendengar keburukan masa kecilnya terbongkar oleh ayahnya.


" Ayah cukup itu membuat ku malu." ucap Anne.


Count Reyes bersama Sofia tertawa setelah melihat ekspresi memerah Anne.


" Ayo sekarang masuk udara semakin dingin di sini." ucap Countess Reyes menjadi penengah.


Setelah semuanya masuk Anne segera menyuruh orang tua nya untuk makan malam bersama.


Count Reyes yang menyukai masakan Anne langsung memakan nya dengan lahap.


" Aku tidak percaya anak ku yang sudah di besarkan selama 23 tahun menjadi seorang wanita memasak dengan enak. Padahal ayah mengingat bagaimana dulu kamu mendatangi ayah dengan membawa sepiring kue dari lumpur menyuruh ku memakannya." ucap Count Reyes mengingat ketika Anne kecil masuk ke dalam ruang kerjanya dengan gembira sambil membawa sepiring kue lumpur dan menyuruh nya memakannya karena kasih sayang yang besar pada puterinya dengann terpaksa count Reyes berpura-pura memakan kue lumpur itu.


Sedangkan Countess Reyes yang mendengarnya tertawa mengingat itu.


" Ayolah ayah aku tahu tidak benar-benar memakannya dan jangan mencoba-coba masa kecil ku yang buruk kepada puteriku atau Anne tidak akan membuatkan kue kopi buat ayah lagi." ucap Anne mengancam Count Reyes.


Count Reyes yang sebelumnya tertawa langsung cemberut mendengar ancaman Anne. Sofia melihat ekspresi kakeknya langsung tertawa.


" Kau juga Sofia." ucap Anne singkat.


Membuat Sofia terdiam dan melanjutkan makanan dengan tenang.


Anne dan Countess Reyes saling melirik satu sama lain sebelum kemudian bertos bersama.


...****************...


Sedangkan di istana Kaisar Abraxas sedang makan malam berdua bersama Puteri Maria yang sudah berusia 15 tahun.


Puteri Maria menjadi gadis bangsawan yang cantik di incar banyak pria. Bagaimana tidak rambut cokelat nya panjang sampai ke punggung dan mata nya biru seperti Kaisar Abraxas akan menatap seseorang dengan dingin.


Puteri Maria akhirnya merupakan satu-satunya pewaris kekaisaran sejak berusia 13 tahun dirinya sudah di latih untuk menjadi Kaisar berikutnya.


" Ayahanda apa ada sesuatu yang mengganggu anda." ucap Puteri Maria membuka suaranya.


Kaisar Abraxas terdiam sambil melirik ke arah Puteri Maria dengan tatapan sulit.


Countine...