Third Life

Third Life
Ketakutan Anne



" Siapa Tuan Olivander?" tanya Sofia dengan nada penasaran.


Membuat Anne tersadar dari lamunannya sebelum kemudian mengalihkan perhatiannya ke Tuan Olivander yang tersenyum pada Sofia.


" Hari ini Kaisar Abraxas akan datang bersama rombongan nya untuk meninjau daerah ini." ucap Tuan Olivander menjawab pertanyaan dari Sofia.


Deg...


Anne mendengarnya terkejut bukan main mengetahui kedatangan Kaisar Abraxas seseorang yang berusaha dia hindari selama 5 tahun dengan skenario pura-pura mati. Jika Kaisar Abraxas tahu mengetahui keberadaan sudah di pastikan dirinya akan di musnahkan mengingat sekarang keluarganya sudah di cap pengkhianat dan bagaimana dengan Sofia pastinya dia akan mengalami kehidupan yang sama seperti sebelumnya.


Apalagi sekarang Puteri Maria sudah besar bisa dipastikan dia akan menyingkirkan persaingan nya untuk merebutkan tahta.


" Kapan Kaisar akan datang?" tanya Anne berusaha tetap tenang dan tidak kelewat panik.


" Kaisar akan datang dalam dua jam lagi kalau tidak salah. Pastinya kau ingin ikut menyambut bukan." ucap Tuan Olivander dengan antusias.


Anne yang mendengarnya hanya tersenyum canggung malah dirinya tidak ingin bertemu dengan nya. Mengingat waktunya tidak banyak lagi Anne langsung memegang tangan Sofia.


" Tuan Olivander kita harus pergi sekarang dan permasalahan pembayaran kita bisa membicarakan minggu depan. Sampai jumpa." ucap Anne buru-buru tanpa mempedulikan reaksi Tuan Olivander.


Terpenting bagi Anne cepat-cepat kembali ke rumah dan mengurung diri sampai Kaisar Abraxas pergi dari sini.


" Mommy mengapa kita cepat sekali kali pergi nya bukannya kita akan ke toko mainan?" tanya Sofia penasaran ketika melihat ekspresi panik Anne.


Anne yang mendengar pertanyaan Sofia hanya diam sebelum kemudian menggendong nya.


" Sofia, kita tidak bisa pergi ke toko mainan sekarang, semua toko tutup karena mereka akan menyambut kedatangan Kaisar." ucap Anne membuat alibi buat Sofia percaya.


Sofia memiringkan kepalanya ke samping dengan ekspresi wajah polos.


" Memang nya kita tidak ikut menyambut kedatangan Kaisar Abraxas?" tanya Sofia lagi.


Anne mendengarnya merasa bingung dirinya tidak tahu harus menjawab apa supaya Sofia percaya.


Sofia yang mendengar kambing peliharaan nya mata nya seketika membulat.


" Benar, kita belum membeli Esmeralda makan. ayo kita harus buru-buru mengecek nya." ucap Sofia semangat ingin cepat-cepat kembali ke rumah.


Anne yang mendengarnya bernafas lega karena akhirnya Sofia mau pulang.


" Syukurlah kambing bernama keren itu bisa mengalihkan perhatian Sofia. Sekarang kita harus buru-buru pergi sebelum Kaisar Abraxas datang ke sini." batin Anne.


Setelah itu dengan buru-buru Anne berjalan pulang ke rumah nya di pinggiran kota.


Sedangkan Kaisar Abraxas yang sudah berada di kota berjalan kaki sambil di sambut baik oleh rakyat-rakyatnya.


" Akhirnya Kaisar datang juga."


" Semoga dengan kedatangan Kaisar semua akan baik-baik saja."


Kaisar Abraxas hanya tersenyum tipis sebelum berjalan menuju ke pemimpin kota.


" Selamat datang, Yang Mulia. Saya senang akhirnya anda menyempatkan diri untuk datang ke sini." ucap seorang bangsawan berbangsa Baron.


" Terima kasih, Baron Shafiq." ucap Kaisar Abraxas sebelum kemudian mengikuti Baron dari belakang.


Sekarang Kaisar Abraxas menunggangi kuda karena penasaran ingin melihat kampung halaman ibunya.


Ketika Kaisar Abraxas keluar dari kota pandangannya tertuju ke arah sebuah taman bunga berwarna-warni entah kenapa membuat nya penasaran.


" Baron siapa pemilik taman bunga di sebelah sana...


Countine...