Third Life

Third Life
Cemburu



Dengan gerakan kaku James melirik melihat Kaisar Abraxas yang memandangnya tajam. Seolah-olah beliau akan membolongi kepalanya.


Sekaligus James juga bingung dengan sikap Kaisar Abraxas yang sepertinya dia melakukan kesalahan besar.


Sedangkan di sisi lain Kaisar Abraxas tidak menyukai bawa Annelise berbicara dengan pria lain. Hatinya sepertinya terbakar oleh api. Apa dirinya cemburu.


" Jawab pertanyaan saya tadi." ucap Kaisar Abraxas sedikit membentak membuat James yang sedang termenung kaget.


" Oh saya cuma sedang melakukan latihan untuk menjadi ksatria, Yang Mulia. Tanpa sengaja saya bertemu Lady Anne yang hampir terjatuh dan saya membantunya untuk berdiri sebelum kemudian mengantar nya kemari." jawab James dengan satu tarikan nafas cepat dirinya tidak bisa menahan aura gelap yang di keluarkan Kaisar Abraxas kepadanya.


Sejujurnya James penasaran mengapa Kaisar Abraxas terlihat protektif kepada Lady Annelise.


" Apa mereka memiliki sebuah hubungan dan Kaisar Abraxas cemburu kepada saya?" batin James bertanya kepada dirinya sendiri tanpa berani mengutarakannya kepada Kaisar Abraxas.


Kaisar Abraxas yang mendengar nya menggangguk kepalanya pelan sebelum kemudian membalikan badannya.


" Jangan dekat-dekat dengan Lady Annelise atau anda akan menyesali apa yang dilakukan oleh saya." ucap Kaisar Abraxas mengancam James sebelum kemudian pergi.


James yang mendengar nya terkejut sambil membalikkan badannya dan melihat punggung Kaisar Abraxas yang perlahan-lahan semakin menjauh.


" Saya tidak mengerti dengan Kaisar tapi syukurlah jika pikiran ku benar. Semoga semuanya akan berubah." ucap James sambil melihat ke arah langit.


Sedangkan di sisi lain Annelise sedang asik berbicara dengan Helena salah satu Lady yang di undang dalam acara minum teh Puteri Maria.


" Lady Annelise gaun yang anda kenakan saat pesta itu sangat indah. Apa lagi itu rancangan anda." ucap Helena memuji Annelise.


Annelise yang mendengarnya tersenyum sopan sambil menghirup secangkir teh di atas meja.


Sebab di kehidupan sebelumnya Lady Helena merupakan orang royal yang sangat mendukungnya. Lady Helena tulus untuk menjadi temannya ketika dia memperkenalkan diri di pesta minum teh setelah debut di kehidupan sebelumnya.


Lady Helena menggangguk kepalanya sambil meminum secangkir teh juga.


" Kau beruntung bisa berteman dengan Puteri Maria. Mengingat beliau tidak suka bergaul." ucap Lady Helena tiba-tiba setelah melihat Puteri Maria yang sedang berbicara dengan gadis seusianya.


Annelise hanya diam sambil melihat ke arah Puteri Maria yang tampak bahagia. Setidaknya perasaan bersalahnya berkurang dengan memberikan kehidupan Puteri Maria yang lebih baik supaya tidak menjadi Ratu yang dingin seperti dalam kisah sejarahnya.


" Saya harap Puteri bisa menjadi orang yang bahagia." ucap Anne tulus.


" Benar Lady Annelise. Semoga Puteri Maria mendapatkan kebahagiaan nya." ucap Lady Helena tulus juga.


Setelah pesta minum teh berakhir Annelise memutuskan untuk kembali ke kediamannya. Tapi ketika dia dalam perjalanan menuju depan gerbang tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya. Membuat Annelise panik dan berusaha melawan.


" Tenanglah ini saya."


Suara seseorang di kenali nya membuat Annelise tenang dan perlahan membalikan badannya melihat Kaisar Abraxas yang sedang melihatnya sambil tangannya menahan tangan miliknya.


" Maaf, Yang Mulia. mengapa anda menahan saya?" tanya Anne bingung sambil melihat wajah Kaisar Abraxas.


Kaisar Abraxas tidak menjawabnya.....


Sampai kemudian ...


Countine...