Third Life

Third Life
Pertemuan Kaisar Abraxas dan Anne Setelah 5 Tahun



Mommy sangat menyayangi mu puteriku." ucap Anne sebelum kemudian meninggalkan kamar nya dan memastikan jendela balkon terkunci agar angin malam tidak membuat anaknya sakit.


Dengan menaikkan tudung jubah hitam nya Anne berjalan menuju taman untuk mengambil bunga agar dijadikan karangan. Untung nya saja Baron Shafiq menyuruhnya keluar malam-malam karena otomatis semuanya sudah tidur dan Kaisar Abraxas pasti butuh tidur.


Dalam langkah pelan Anne berjalan melewati lorong dengan pencahayaan dari lilin mengelilingi nya. Anne memperat keranjang bunga yang di bawanya sebelumnya entah mengapa seperti ada seseorang yang mengawasi nya.


Tapi ketika Anne membalikan badannya ke belakang dirinya tidak melihat ada seorangpun di sana. Setelah itu Anne membalikan badan nya kembali sambil mengangkat bahu nya acuh dan melanjutkan perjalanannya.


Udara angin malam membuat rambut Anne yang keluar dari tudung nya berterbangan menutupi wajahnya. Anne menyingkirkan anak rambutnya ke samping. Senyum nya terbit ketika melihat taman bunga yang berbagai jenis tumbuh dengan baik di sini.


Kemudian Anne berjongkok dan memilih mengambil bunga mawar putih yang cantik. Ia memetik nya dan memasukan nya ke dalam keranjang nya. Anne terlalu asik dengan kegiatan sampai tidak menyadari ada seseorang berdiri di belakangnya. Sampai akhirnya dirinya menyadari dari suara nya.


" Saya tidak menyangka bahwa orang sudah dianggap mati masih hidup." ucap nya dengan suara berat yang khas.


Mendengar suara di kenali nya sekujur tubuh Anne gemetar. Dirinya tahu kehidupan damai nyaa sudah berakhir.


Flashback On....


Beberapa saat lalu....


Kaisar Abraxas yang sudah memiliki kesulitan untuk tidur memilih berjalan mengelilingi kediaman Baron Shafiq sambil mencari sesuatu mencurigakan. Dengan menggenakan piyama dan jubah tidur hitam nya dia berjalan dengan langkah tegak. Tanpa mempedulikan pencahayaan yang minim.


Merasa curiga dengan orang itu Kaisar Abraxas berjalan perlahan mengikuti nya dari belakang. Ia tahu di kediaman Baron Shafiq tidak ada seorang perempuan selain pelayan yang tinggal di sini. Mengingat anak laki-laki Baron Shafiq merupakan anak tunggal sekaligus bekerja sebagai prajurit. Membuat Baron Shafiq hanya tinggal bersama para pelayan nya dan untuk istrinya sampai saat ini dirinya tidak mengetahui. Tapi yang ia tahu bahwa isteri nya saat ini berada di kediaman belakang sangat jauh dari tempat utama.


Ketika Kaisar Abraxas terus mengikutinya dirinya dibuat terkejut ketika perempuan itu menghentikan langkahnya dan membalikan badannya untuk mengecek ke belakang, dan langsung saja Kaisar Abraxas bersembunyi di balik kegelapan tanpa ada cahaya sedikitpun.


Kaisar Abraxas merasa jantung berhenti berdetak ketika melihat wajah perempuan. Perempuan yang sudah ia anggap meninggal selama 5 tahun terakhir berada di depannya dengan keadaan sehat.


Melihat itu semuanya Kaisar Abraxas rasanya ingin berlari dan memeluk wanita di cintainya dengan erat. Tapi di sisi lain dirinya merasa marah karena di bohongin oleh nya.


" Aku tidak akan pernah membiarkan mu dariku lagi Anne. Kau adalah milik ku." ucap Kaisar Abraxas dengan pandangan menyeramkan sambil mengamati Anne yang melanjutkan jalan nya.


Flashback Off....


Nafas Anne tersengal-sengal dirinya takut untuk membalikan badannya. Sampai dimana dirinya merasakan ada sesuatu yang memegang pinggang nya.


" Sudah tidak lama bertemu senang berjumpa lagi sayang ku....


Countine...