
Kaisar Abraxas yang mendengar semua jawaban dan alasan Anne meninggalkan nya cukup masuk akal. Memang dirinya sebelumnya sangat ingin memiliki anak laki-laki sampai rela mengkhianati mendiang Ratu Catherine dengan menghabiskan satu malam dengan perempuan lain. Sampai ada satu perempuan itu hamil dan melahirkan anak laki-laki tidak sah nya. Sayangnya Kaisar Abraxas tidak mencintai perempuan itu dan memilih mengasingkan nya hingga kabar terakhir yang ia dapat bahwa perempuan itu sudah mati bersama anak laki-laki itu.
Kaisar Abraxas tidak percaya bahwa Anne sangat takut bahwa dia akan bernasib sama dengan perempuan itu dan dia sudah tidak terlalu mempermasalahkan anak laki-laki. Karena menurutnya itu sudah tidak penting lagi dan memilih mengubah undang-undang memperbolehkan anak perempuan menjadi seorang pewaris tahta.
Meskipun itu semua nya di tentang oleh para anggota bangsawan tapi setelah perbincangan yang rumit akhirnya mereka menyetujui nya.
Pandangan Kaisar Abraxas ke arah Sofia yang sedang menatapnya dengan polos dan sedikit ketakutan di mata biru nya.
" Hah...sebenarnya saya tidak akan menyangkal semua dugaan mu Anne. Saya mengerti bahwa kegilaan saya terhadap anda. Sampai membuat mu merasa tidak nyaman. Tapi andai kau tahu saya sangat mencintai anda dan menikahi mu untuk menjadikan Ratu. Apalagi sekarang kita sudah memiliki seorang malaikat kecil di tengah-tengah kita." ucap Kaisar Abraxas sambil menatap lembut Sofia.
Sedangkan Sofia yang mendengar ucapan Kaisar Abraxas sekujur tubuhnya menegang karena dirinya tahu. Apa arti kata Kaisar Abraxas tentang malaikat kecil nya. Pandangan nya langsung tertuju ke arah Anne.
" Mommy, apa dia daddy?" tanya Sofia langsung ingin mengetahui semua jawaban nya dari Anne.
Karena meskipun Sofia bisa melihat kemiripan nya dengan Kaisar Abraxas. Tapi Sofia tidak mau mengambil salah langkah sebelum mendengar semua jawaban dari Anne.
Sedangkan di sisi lain mendengar pertanyaan Sofia jujur saja membuat Anne bimbang di sisi lain ia ingin sekali memberitahukan siapa ayah nya. Tapi di sisi lain Anne tidak mau Sofia pergi meninggalkan nya setelah mengetahui siapa ayahnya.
" Mommy tolong jawab pertanyaan Sofia." ucap Sofia menuntut Anne untuk menjawab pertanyaan nya sampai ia menggoyangkan lengan Anne.
Kaisar Abraxas hanya diam sambil memperhatikan apa langkah yang akan diambil oleh Anne. Di sisi lain Anne merasa kesal dengan Kaisar Abraxas yang hanya diam menonton kesusahan nya menjawab pertanyaan Sofia.
Anne merasa bahwa Sofia terus memaksanya yang akhirnya membuat nya menyerah.
" Cukup Sofia." ucap Anne dengan nada suara sedikit tinggi menghentikan Sofia untuk merengek.
Sofia mendengar suara Anne meninggi langsung terdiam sambil duduk ke depan dan meremas gaun nya.
Anne melihat ekspresi kecewa Sofia langsung menyadari bahwa ucapan nya tadi sedikit kasar untuk anaknya berusia 4 tahun.
" Apa kau lakukan Anne berani-berani nya kau membentak anak ku." ucap Kaisar Abraxas merasa marah karena Anne membentak Sofia.
Tapi Anne menghiraukan ucapan Kaisar Abraxas dan memilih menggenggam tangan Sofia yang untungnya saja tidak tolak olehnya.
" Sofia, mommy akan berkata jujur tapi janji ya nanti Sofia tidak akan memilih meninggalkan mommy." ucap Anne dengan pandangan sendu.
Membuat Kaisar Abraxas yang mendengarnya....
Countine...