Third Life

Third Life
Sisi Lain Lady Tania Klinshki



Sampai kapan kau menyelesaikan tugas mu untuk mendekati Kaisar Abraxas, Tania?" tanya Duke Klinshki dengan suara datar dan dingin menatap Lady Tania.


Lady Tania yang mendengarnya perlahan mengangkat kepalanya menatap langsung Duke Klinshki.


" Ayahanda, saya..." ucap Lady Tania terhenti karena tidak tahu harus mengatakan apa.


Brak...


Duke Klinshki yang mendengar Lady Tania tidak bisa memberikan jawabannya marah sontak saja dia memukul meja di depannya dengan ekspresi memerah marah di wajahnya.


" DASAR KAU GADIS BODOH SELAMA INI AKU MEMBESARKAN MU MENJADI GADIS BANGSAWAN YANG BAIK SUPAYA SUATU HARI NANTI. KAU BISA MENJERAT KAISAR ABRAXAS UNTUK MENIKAHI MU. TAPI SEKARANG KAU LAKUKAN MALAH MEMBUAT NAMA KELUARGA KITA TERCORENG DAN SEMUA INI SALAH MU. APALAGI YANG MEMBUATKU JIJIK ADALAH KEKALAHAN MU MELAWAN PUTERI DARI SEORANG COUNT. BANGSAWAN DI BAWAH KITA." teriak Duke Klinshki panjang lebar sambil memandang Lady Tania dengan pandangan jijik.


Lady Tania yang mendapatkan bentakkan dari ayahnya hanya bisa kembali menundukkan kepalanya dengan air mata berlinang membasahi wajahnya.


Tapi sayangnya Duke Klinshki sama sekali tidak mempedulikan tangisan anaknya malah dengan tenang dirinya duduk di kursinya.


" Kaisar Abraxas berniat menikahi Lady Annelise Reyes dan untungnya Kaisar Abraxas di tolak oleh Lady Reyes. Ini kesempatan mu untuk mendekati Kaisar Abraxas sampai dia jatuh cinta kepadamu dan buat dia menikahi mu. Setelah kau menjadi Ratu kehormatan keluarga kita kembali lagi. Jadi jangan kecewa ku Tania." ucap Duke Klinshki.


Lady Tania yang tidak kuasa untuk menolaknya hanya menggangguk kepalanya.


" Baiklah, Ayahanda akan saya laksanakan perintah mu." ucap Lady Tania.


Duke Klinshki menyeringai mendengar jawaban Lady Tania yang memuaskan nya.


" Sekarang kau pergi dari sini jangan gagal lagi mendapatkan hati Kaisar." ucap Duke Klinshki dengan tatapan tajam.


Lady Tania yang mendengarnya langsung menundukkan kepalanya memberikan hormat sebelum kemudian pergi dari ruang kerja Duke Klinshki.


...****************...


Sedangkan Anne sedang bersiap-siap untuk pergi meninggalkan kekaisaran dirinya sudah bertekad memulai hidup baru.


Tok...Tok...


Anne yang mendengar pintu kamar nya di ketuk berjalan dan membuka pintu tersebut bertapa terkejut nya ia melihat kehadiran kakak nya berdiri di depannya.


" Annette." gumam Anne yang masih terkejut dengan kedatangan sang kakak.


Annette yang jauh-jauh datang setelah mendengar kabar Annelise merasa sedih dan sontak memeluk nya.


" Oh...Anne mengapa kau tak menceritakan masalah mu dengan Kaisar." ucap Annette sedih memikirkan adiknya yang di noda oleh sang Kaisar hanya karena cintanya di tolak.


Apalagi sekarang Anne nekat meninggalkan kekaisaran secara diam-diam.


Sedangkan di sisi lain Anne mendapatkan pelukan dari Annette membalasnya mencurahkan rasa rindu nya kepada kakak nya.


" Ini sudah takdirnya kakak lagipula inilah yang terbaik. Aku tidak mau menjalani kehidupan yang keras di istana. Meskipun nanti aku menikahi Kaisar pastinya mereka akan memaksa ku untuk melahirkan anak laki-laki." ucap Anne menundukkan kepalanya mengingat masa lalu nya untuk kesekian kalinya hari ini.


Annette yang mendengarnya juga merasa sedih inilah alasannya untuk tidak memilih menikahi bangsawan berpengaruh dirinya tidak mau mengalami pemaksaan untuk melahirkan ahli waris.


Ketika Annette ingin menghibur Anne tiba-tiba saja seorang pelayan berlari menghampiri nya dengan pandangan ketakutan jelas di wajahnya.


Countine...