
Count Reyes memijit pelipisnya mendengar keputusan Anne.
" Apa kamu yakin dengan keputusan mu Anne?" tanya Count Reyes kepada Anne.
Anne yang berdiri di hadapan Count Reyes menggangguk kepalanya. Setelah berbicara dengan ibunya tadi akhirnya Anne memilih pergi dirinya tidak mau terjerat pernikahan dengan Kaisar Abraxas. Setelah dirinya yakin tidak bisa memberikan anak laki-laki kepada pria itu. Meski Anne yakin bahwa Kaisar Abraxas menyayangi Sofia tetap saja pria itu sangat menginginkan laki-laki. Apalagi praksi kekaisaran menyuruh Kaisar Abraxas untuk mempunyai Selir.
Memikirkan nya membuat Anne menggelengkan kepalanya dirinya tidak mau hidup dengan berbagai tekanan lagi. Akhirnya dengan keputusan yang mantap Anne menemui ayahnya di ruang kerja dan mengutarakan keinginannya yang ingin meninggalkan kekaisaran.
Count Reyes sebenarnya sangat keberatan membiarkan anak pergi apalagi setelah kejadian itu yang membuat putri nya menjadi seorang pemurung. Jika bisa Count Reyes akan pergi kekaisaran dan membunuh Kaisar Abraxas atas perbuatan nya kepada anaknya.
" Baiklah jika itu keputusan mu Anne, kau akan pergi ke sebuah pedesaan yang berada di bagian utara kekaisaran di sana ayah memiliki sebuah rumah kecil, dan kau akan pergi malam ini supaya tidak diketahui oleh Kaisar." ucap Count Reyes yang akhirnya mengizinkan anaknya pergi.
Anne yang mendengarnya memeluk Count Reyes dengan perasaan senang karena ayahnya mendukung keputusannya dan tidak memaksa nya untuk menikahi Kaisar.
" Terima kasih, ayah karena telah mengizinkan Anne untuk pergi." ucap Anne dengan mata berkaca-kaca.
Count Reyes yang mendengarnya juga tidak bisa menyembunyikan perasaan senang sekaligus sedih karena akan berpisah dengan putri kecilnya.
" Tolong jaga dirimu baik-baik puteriku." ucap Count Reyes memberikan nasihat nya.
" Tentu saja ayah aku menyayangi mu." ucap Anne sambil memejamkan matanya.
...****************...
Sedangkan di sisi lain kediaman Duke Klinshki terlihat suram tanpa tanda kehidupan. Tapi di sisi atau lebih tepatnya salah satu ruangan Lady Tania sedang merajut sebuah sapu tangan di mana ada insial seseorang.
Lady Tania sangat serius merajut sampai dimana pelayan memasuki kamarnya.
Lady Tania menghela nafas nya sambil meletakkan sapu tangan belum jadi di sebuah kotak di depannya dan mengunci nya berharap tidak ada seorangpun membukanya.
" Baiklah saya akan pergi ke sana sekarang." ucap Lady Tania berdiri sebelum melangkah kakinya keluar memperhatikan sekitar taman dengan tahapan datar terkhususnya taman bunga anggrek putih favorit mendiang ibu kandung nya.
Melihat membuat kerinduan nya kepada ibunya terasa lagi tapi Lady Tania bisa menyembunyikan perasaannya dengan baik. Jadi sekarang dengan ekspresi datar dirinya berjalan menuju ruang kerja ayahnya.
Sesampainya di sana Lady Tania langsung membuka pintu nya.
Ceklek...
Di dalam ada Duke Klinshki yang sedang duduk di ruang kerjanya menyadari kedatangan Lady Tania dia pun melirik nya.
" Akhirnya sampai juga Tania, tutup pintunya." ucap Duke Klinshki dengan dingin.
Lady Tania yang mendengarnya langsung menutup pintunya. Sebelum berjalan mendekati Duke Klinshki dan kemudian membungkuk hormat kepadanya.
" Salam, Yang Mulia Duke." ucap Lady Tania dengan pelan sambil menundukkan kepalanya.
Duke Klinshki yang mendengarnya hanya diam sebelum kemudian mengajukan pertanyaan membuat setuju tubuh Lady Tania bergetar.
" Sampai kapan kau menyelesaikan....
Countine...