
" Tidak Lady Lizzy, Tuan Baron menginginkan anda langsung datang kediaman nya secara langsung." ucap Peter meminta Anne untuk datang kediaman Baron.
Anne langsung dibuat terkejut mendengar jawaban Peter karena selama ini Baron hanya memesan karangan bunga nya saja dan akan menyuruh seseorang untuk mengambilnya.
" Apa tidak bisa seperti biasa nya saja, saya pasti akan mengerjakan nya lebih baik di sini?" tanya Anne berusaha untuk tidak datang ke kediaman Baron.
Pasti secara otomatis dirinya bisa kemungkinan bertemu dengan Kaisar Abraxas.
" Sayangnya tidak bisa Lady Lizzy. Tuan baron meminta anda untuk datang supaya karya yang anda buat tidak rusak di perjalanan. Kami ingin anda membuatnya secara langsung di sana supaya Kaisar Abraxas akan terpukau dengan karya hebat di desa ini." ucap Peter menolak permintaan Anne.
" Sungguh sebuah alasan yang bagus." batin Anne diam-diam mengupat di dalam hati.
Anne tahu bahwa Baron Shafiq merupakan seorang pria yang angkuh dan juga sombong. Tapi yang membuat nya takut adalah Baron Shafiq suka bermain perempuan. Dulu dirinya pernah di goda olehnya dan tentu saja Anne tidak menghiraukan nya. Sampai membuat Baron Shafiq sendiri capet dan memutuskan untuk tidak mengejar nya lagi.
Itu semuanya membuatnya lega tapi di sisi lain Anne harus ke sana dan bertemu seseorang yang membunuh di kehidupan sebelumnya sekaligus dari puterinya.
Sayangnya Anne tidak bisa menolak pekerjaan ini. Karena jika menolaknya pastinya Baron Shafiq akan mengatakan sesuatu yang buruk padanya dan menyalahkan atas kegagalan nya mengambil hati Kaisar Abraxas untuk membantu mereka.
Mengingat ini adalah kunjungan pertama Kaisar Abraxas setelah sepuluh tahun tidak ke sini.
" Baiklah, saya akan bersiap-siap dulu dan saya akan membawa Puteri ku. Apa itu tidak masalah?" tanya Anne kepada Peter.
" Tentu saja Lady Lizzy kau boleh membawa nona kecil. Saya akan menunggu di kereta kuda waktu anda hanya lima belas menit." ucap Peter sebelum kemudian keluar dari rumahnya.
" Sofia kita harus bersiap-siap." ucap Anne ketika Sofia keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri.
" Memang kita akan pergi kemana Mommy?" tanya Sofia tampak heran bukannya mereka tadi pulang dari kota buat apa pergi lagi.
Anne yang mengerti kebingungan Sofia pun langsung menjawabnya.
" Kita harus pergi ke kediaman Baron Shafiq, mommy ada pekerjaan merangkai bunga di sana dan itu bisa menghabiskan waktu seharian. Jadi mommy memutuskan untuk membawa mu ikut. Ayo Sofia waktu kita tidak banyak." ucap Anne menyuruh Sofia bersiap-siap.
Sofia menggangguk kepalanya sebelum kemudian pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Setelah itu Anne dan Sofia keluar bersama di depan nya sudah ada kereta kuda yang menunggu. Peter yang melihat Anne langsung membawakan koper nya.
" Terima kasih." ucap Anne sambil tersenyum tipis.
" Tidak masalah my Lady ini adalah tugas kami untuk membantu anda. Mari kita berangkat sekarang." ucap Baron Shafiq.
Kemudian Anne dan Sofia masuk ke dalam kereta kuda. Tidak lama kereta kuda pun bergerak Sofia terlihat antusias melihat sekelilingnya. Berbeda dengan anaknya wajah Anne pucat pasi dirinya merasa ketakutan seakan-seakan dia akan bertemu sosok menyeramkan.
" Aku bebas dari kandang buaya sekarang malah masuk ke kandang singa." batin Anne menghela nafas nya.
Countine...