
SelamatMembaca...
...🍁🍁🍁...
Hampir jam 5 sore Valencia baru sampai ke rumah nya, untung saja jalanan tidak macet, jika macet kemungkinan Valencia akan sampai ke rumah nya jam 6 sore.
Valencia langsung meletakkan tas ranselnya diatas kasur, kemudian ia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.
Setelah mandi Valencia pun mengganti seragam sekolah nya dengan piyama tidur, baru setelah itu ia pergi keluar kamar untuk makan malam bersama Ayah dan Ibu nya.
Valencia sedari tadi tidak melihat keberadaan kedua Kakak nya, sepertinya kedua Kakak nya itu sedang tidak ada di rumah. Valencia berpikir, mungkin kedua Kakak nya itu sedang sibuk mengurus kuliah mereka, mengingat sebentar lagi mereka akan menjalani KKN.
Valencia melihat nasi, sayur, serta lauk pauk telah tersusun rapi diatas meja makan, aroma masakan Ibu nya harum sekali membuat Valencia tidak sabar untuk mencicipinya.
Valencia mengambil piring dan mulai mengambil nasi serta sayur dan lauk pauknya. Setelah itu Valencia langsung menyuap makanannya dengan tidak sabaran. Mungkin, karena ia terlalu lelah jadi membuat perutnya terasa lapar.
Ibu Valencia hanya bisa menggeleng pelan ketika melihat tingkah Valencia seperti orang yang tidak makan 3 hari.
"Makannya pelan-pelan." Peringat Risa pada Valencia.
Valencia hanya menyengir lebar dan kemudian Valencia kembali menyuap nasinya dengan pelan tidak terburu-buru seperti tadi.
"Bagaimana, hari pertama magang? Lancar?" Tanya Risa pada Valencia.
"Hari pertama magang berjalan dengan lancar dan aku juga telah memiliki satu teman." Jawab Valencia.
"Syukurlah kalau dihari pertama kau sudah memiliki teman. Lalu, apa kau tadi ada diberi tugas?" Tanya Risa lagi sambil sesekali menyuap makanannya.
Valencia mengangguk. "Iya Ibu, hari pertama aku sudah diberikan banyak tugas, tapi aku menyukainya."
"Bagus, dihari pertama magang, anak Ayah telah diberi tugas yang banyak." Sahut Hery.
"Tapi, aku sedikit kewalahan mengerjakannya." Keluh Valencia pada Ayah dan Ibu nya.
Hery tersenyum pada Valencia. "Tidak apa, nanti kau juga akan terbiasa. Jadi, anak Ayah harus semangat." Hery memberi semangat.
Valencia mengangguk dan membalas senyum Ayah nya. "Tentu saja aku harus semangat, Ayah."
"Kau harus bisa menjaga sikapmu disana, apalagi mengingat tempatmu magang adalah perusahaan besar." Risa memperingati Valencia.
"Iya Ibu, aku pasti akan menjaga sikapku sebaik mungkin agar aku tidak mendapat masalah." Ujar Valencia pada Risa.
Risa tersenyum sambil mengusap pelan rambut Valencia, kebetulan posisi Risa saat ini berada disebelah Valencia sedangkan hery duduk dihadapan mereka.
"Cepat habiskan makananmu, setelah itu langsung istirahat, Ibu tahu kau pasti lelah."
Valencia mengangguk dan menghabiskan makanan miliknya, ia sangat beruntung mempunyai Ibu seperti Risa karena Ibu nya itu sangat peka dengan keadaanya. Ia juga beruntung mempunyai Ayah seperti Hery karena Ayah nya itu selalu mendukung apa pun yang ia lakukan selagi itu hal positif.
Setelah makan malam bersama Ayah dan Ibu nya, tidak lupa Valencia membantu Ibu nya mencuci piring terlebih dahulu, baru setela itu Valencia pergi menuju kamar nya, karena saat ini Valencia membutuhkan kasur untuk menghilangkan sisa penat didalam tubuhnya.
Hari pertama magang cukup melelahkan bagi Valencia mengingat banyak tugas yang ia kerjakan tapi Valencia tidak masalah akan hal itu justru ia malah menyukainya, semoga dihari berikutnya Valencia selalu diberikan tugas yang berlimpah, sehingga ia mempunyai banyak bahan untuk membuat laporan.
Saat ini Valencia sedang rebahan diatas kasur empuknya, Valencia menghela napas pelan dan menatap ke arah langit kamarnya, Valencia ingin tidur tapi matanya sulit sekali terpejam. Terkadang, Valencia membolak balikkan tubuhnya untuk mencari posisi yang nyaman, agar dirinya dapat tertidur tapi masih saja matanya sulit untuk terpejam.
Valencia melirik ke arah jam didinding dan jam menunjukkan pukul 21.35, Valencia mengambil ponsel miliknya diatas nakas dan mulai membuka aplikasi whatsapp.
Ternyata banyak sekali chat dari grup ia bersama sahabatnya itu, karena chat nya begitu banyak, jadi Valencia hanya mengscroll isi chat tersebut tanpa membacanya.
Valencia masih memantau grup chat tersebut, ternyata sahabatnya masih belum tidur bahkan obrolan mereka masih berlanjut sampai saat ini.
Sesekali Valencia akan terkekeh pelan melihat sahabatnya yang heboh digrup chat whatsapp. Valencia juga heran mengapa sahabatnya itu selalu heboh ketika membahas sesuatu, padahal menurut Valencia itu bukan sesuatu yang penting.
Sahabatnya itu juga penggemar gosip, jika ada gosip terhangat di sekolah, maka tiga sahabatnya itu akan membahasnya digrup chat. Bahkan mereka bersemangat lagi membahas gosip tersebut.
Terkadang Valencia hanya diam menyimak tanpa ikut nimbrung ketika mereka membahas gosip, karena Valencia tidak mengerti atau tidak mengetahui gosip apa yang sedang mereka bahas jadi Valencia memilih untuk menyimak saja.
...Girls Squad...
Bella : Bagaimana hari pertama kalian magang?
Joana : Tidak buruk, hari pertama aku tidak memiliki tugas.
Clara : Sama aku juga tidak memiliki tugas dihari pertama.
Bella : Aku dihari pertama sudah mengerjakan banyak tugas.
Clara : Kau beruntung karena dihari pertama telah mengerjakan banyak tugas, aku saja berharap dihari pertama akan diberi tugas yang banyak ternyata tidak ada tugas sama sekali dan itu membuatku bosan.
Joana : Benar, rasanya sangat membosankan sekali, bahkan menunggu waktu istirahat pun rasanya lama sekali.
Bella : Apa kalian berdua satu ruangan?
Joana : Tidak, tapi ruangan kami bersebelahan.
Valencia : Aku bingung ingin membicarakan apa, jadi aku memilih untuk menyimak saja.
Joana : Coba ceritakan hari pertama magangmu.
Valencia : Aku diberi banyak tugas dihari pertama.
Clara : Mengingat kau magang di perusahaan besar, tidak menutup kemungkinan kalau dihari pertama kau akan diberi banyak tugas.
Bella : Apa disana banyak pria tampan?
Valencia kembali terkekeh membaca pertanyaan random Bella, sahabatnya itu memang paling bersemangat jika membahas masalah pria tampan.
Joana : Kau seperti tidak tahu jawabannya saja, sudah jelas kalau di Aldebaran Company perusahaan sebesar itu pasti banyak terdapat pria tampan disana.
Valencia : Joe benar, ditempatku magang memang banyak pria tampan, apalagi wakil CEO nya padahal ia sudah lumayan tua, tapi aura ketampanan nya masih memancar dengan sangat jelas.
Bella : Astaga, aku penasaran setampan apa wajah wakil CEO itu.
Clara : Apa wakil CEO itu sudah memilik istri.
Valencia : Sepertinya iya, aku tidak sengaja melihat cincin di jari manisnya, jadi dapat dipastikan kalau wakil CEO itu sudah memiliki istri.
Joana : Sayang sekali, wakil CEO ditempat magangmu sudah memilik istri.
Clara : Lalu, jika dia tidak memiliki istri kau ingin apa?
Joana : Tentu saja aku akan mendekatinya.
Bella : Ingat kau masih muda dan masih sekolah, dia tidak mungkin tertarik padamu.
Clara : Aku setuju denganmu Bella.
Valencia : Aku menebak kalau umur wakil CEO itu sekitar 35 tahun, jadi dia terlalu tua untukmu Joe.
Joana : Ternyata sugar daddy, pasti akan menyenangkan menjadi kekasih seorang sugar daddy.
Clara : Astaga Joe, ingat dia sudah memiliki istri.
Bella : Aku tidak bisa membayangkan menjadi kekasih seorang sugar daddy.
Joana : Jika kau menjadi kekasih sugar daddy, dia pasti akan bersedia membelikan apa saja yang kita mau, rasanya aku ingin menjadi kekasih seorang sugar daddy yang tampan.
Valencia : Sepertinya kau kebanyakan membaca novel Joe, seorang sugar daddy dikehidupan nyata kebanyakan sudah tua.
Joana : Kau lupa, jika wakil CEO mu itu masih awet muda dan tampan, padahal umur nya sudah hampir mendekati kepala 4.
Clara : Kalian lanjutkan saja, aku ingin tidur, selamat malam.
Bella : Aku juga ingin tidur, mataku sudah mengantuk, selamat malam.
Joana : Kenapa mereka cepat sekali tidur.
Valencia menatap ke arah jam dinding nya yang menunjukkan pukul 23.45, mungkin karena Valencia terlalu asik meladeni chat para sahabatnya, jadi waktu tidak terasa sudah tengah malam.
Valencia : Ini sudah tengah malam Joe, wajar saja mereka tidur.
Joana : Valen, apa kau tidak ingin mencari seorang sugar daddy untuk dijadikan kekasih.
Mungkin jika Valencia berada didalam sebuah novel, dengan senang hati Valencia ingin menjadi kekasih seorang sugar daddy yang kaya dan juga tampan tentunya, seperti novel yang sering ia baca.
Tapi sayang sekali ini kenyataan, sugar daddy didalam novel dan dikenyataan sangat berbeda drastis, jadi Valencia tidak ingin memiliki kekasih seorang sugar daddy dikehidupan nyata.
Valencia : Aku tidak tertarik Joe.
Joana : Benarkah, wakil CEO ditempatmu magang saja sudah tampan, lalu bagaimana dengan CEO nya pasti akan sangat tampan.
Setahu Valencia CEO Aldebaran Company sudah memiliki istri dan juga satu anak pria, tapi ia tidak pernah melihat bagaimana rupa anak CEO nya tersebut.
Valencia : Kau lupa dia telah memiliki istri bahkan telah memiliki seorang anak.
Joana : Pasti anak nya sangat tampan, aku dengar kalau anak nya masih muda, jadi kau punya kesempatan besar untuk mendekati anak CEO tempat dirimu magang Valen.
Astaga Valencia tidak habis pikir dengan Joana, ia bahkan tidak ada niatan untuk mendekati pria ditempat dirinya magang apalagi mendekati seorang anak CEO, lagi pula Valencia tahu diri, dia hanya berasal dari keluarga sederhana jadi rasanya tidak pantas orang seperti dirinya mendekati anak seorang CEO.
Valencia : Aku tidak berminat, lebih baik aku tidur karena ini sudah tengah malam, selamat malam Joe.
Joana : Baiklah, selamat malam Valen.
Valencia pun meletakkan ponselnya disamping bantal, kemudian ia memejamkan matanya dan mulai berlarut ke alam mimpi.
...🍁🍁🍁...