The Problem

The Problem
The Problem - Tiga Puluh Lima



SelamatMembaca...


...🍁🍁🍁...


Kurang lebih satu jam akhirnya Valencia dan juga Luna telah selesai bersiap-siap. Saat ini mereka berdua sedang menatap pantulan diri mereka dicermin besar milik Valencia.


Luna tersenyum melihat penampilan dirinya didepan cermin, malam ini Luna memakai dress berwarna merah maroon yang memamerkan bahu dan juga kaki jenjangnya membuat penampilannya malam ini begitu sempurna dan juga elegant.


Ia juga membiarkan rambut kecoklatan nya tergerai, dengan anting kecil yang menghiasi daun telinganya dan itu membuat aura kecantikannya semakin memancar.


Sedangkan Valencia ia sedari tadi hanya diam mematung didepan cermin. Valencia masih tidak percaya kalau yang ia lihat dicermin saat ini adalah dirinya sendiri, ternyata Luna begitu berbakat dalam hal make up, hingga membuat wajahnya berubah drastis seperti ini.


Rambut lurusnya juga dirubah menjadi curly tapi hanya dibagian ujung rambutnya saja, ditambah lagi ia memakai dress berwarna biru malam yang memamerkan bahu sebelah kiri dan juga kaki sebelah kanan.


Valencia merasa kalau dress yang ia pakai malam ini sangat cocok dan pas ditubuhnya, dress yang ia pakai terlihat simple tidak ada hiasan yang mencolok dan itu membuat Valencia menyukainya.


Tatapan Luna kini mengarah pada Valencia, senyum puas terbit dibibir Luna. Sepertinya ia patut berbangga diri, karena telah berhasil membuat penampilan Valencia malam ini begitu perfect, Luna yakin pasti diacara nanti beberapa tamu pria akan mengajak Valencia berkencan.


"Valen, aku merasa puas dengan hasil tanganku. Kau malam ini terlihat sangat cantik, aku yakin para tamu yang hadir diacara peresmian nanti akan terpukau dengan kecantikanmu." Puji Luna yang sukses membuat pipi Valencia bersemu merah.


"Malam ini Kakak juga sangat cantik, saya dapat memastikan kalau mata para tamu diacara peresmian nanti pasti akan tertuju pada Kak Luna." Valencia balas memuji penampilan Luna.


"Lebih tepatnya, kita berdua akan membuat para tamu terpukau dengan penampilan kita." Ujar Luna diiringi dengan kekehan kecil.


Luna melirik ke arah jam yang meletkat di dinding, ternyata jam telah menunjukkan pukul 19.15, sepertinya mereka harus berangkat ke Aldebaran Company, ia yakin pasti para tamu ada yang sudah datang kesana.


"Kita harus pergi sekarang, aku yakin para tamu telah banyak berdatangan."


Valencia mengangguk mengiyakan. "Kakak benar, kita harus pergi sekarang atau kita nanti akan terlambat mendengar kata sambutan."


Valencia dan Luna pun bergegas memakai heels mereka, tidak lupa mereka membawa sebuah dompet yang warnanya senada dengan dress mereka, setelah itu mereka pun berjalan keluar kamar.


"Ibu, Valen dan Kak Luna pamit pergi ke Aldebaran Company." Pamit Valencia pada Risa yang saat ini tengah duduk di ruang tamu.


Risa pun menoleh ke arah Valencia dan Luna, ekspresi kaget tercetak jelas diwajah Risa ketika melihat penampilan Valencia. "Valen, kau kah itu, astaga Ibu sampai tidak mengenalimu."


"Iya Ibu ini Valen putrimu satu-satunya." Balas Valencia sambil menyunggingkan senyumnya.


Risa pun beranjak dari sofa dan berjalan menghampiri Valencia dan Luna. Ia menatap Valencia dari ujung kepala sampai ujung kaki, malam ini putrinya terlihat sangat cantik.


"Putri Ibu terlihat begitu cantik dan juga terlihat seperti wanita dewasa, Ibu tebak pasti Luna yang telah mendandanimu."


Luna mengangguk pelan tanda mengiyakan tebakan Risa. "Iya tante, Luna yang telah mendandani Valen. Luna merasa lega, karena telah berhasil mendandani Valen sampai secantik ini." Timpal Luna pada Risa.


Risa menoleh ke arah Luna sambil menyunggingkan senyumnya. "Terima kasih Luna, karena kau telah merubah anak tante menjadi begitu cantik."


Luna membalas senyuman Risa sambil mengangguk. "Sama-sama Tante."


"Terima kasih tante atas pujiannya." Ujar Luna berterima kasih.


"Luna, tante titip Valen, pastikan Valen tidak jauh dari pengawasanmu." Pinta Risa pada Valencia.


"Siap tante, Luna akan memastikan Kalau Valen selalu berada dalam pengawasan Luna." Balas Luna meyakinkan Risa.


"Kalian berdua hati-hati dijalan." Peringat Risa pada Valencia dan Luna.


"Iya Bu, Valen dan Kak Luna pasti berhati-hati, kami berangkat dulu." Pamit Valencia lagi.


"Ibu akan mengantarkan kalian ke depan." Setelah mengatakan itu Risa serta Valen dan Luna pun berjalan menuju pintu keluar rumah.


Valencia dan Luna pun masuk kedalam mobil, sedangkan Risa ia berdiri didepan pintu sambil melihat keberangkatan Valencia dan Luna. Sebelum menyalakan mobil Valencia dan Luna melambaikan tangan terlebih dahulu pada Risa, setelah itu baru Luna menyalakan mesin mobilnya dan pergi menuju Aldebaran Company.


Sedangkan Luna ia masih diam didepan pintu, ketika melihat mobil milik Luna sudah tidak terlihat lagi, baru Risa masuk kedalam rumah.


Membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk mobil milik Luna sampai ke Aldebaran Company, Valencia dapat melihat dengan jelas para tamu yang sedang berjalan masuk kedalam Aldebaran Company dibalik kaca mobil Luna.


Perasaan gugup kembali datang menghampiri Valencia, hingga membuat tangannya mengeluarkan keringat dingin, rasanya ia ingin tetap berada didalam mobil dan tidak ingin masuk kedalam.


"Ayo Valen, kita masuk kedalam." Ajak Luna pada Valencia.


"Apa boleh saya tetap didalam mobil dan tidak masuk kedalam?" Tanya Valencia menatap ke arah Luna.


Luna dapat melihat dengan jelas eskpresi gugup tercetak diwajah Valencia, Luna dapat memakluminya karena mengingat ini untuk pertama kalinya Valencia datang ke acara formal.


"Tidak, kau harus ikut bersamaku masuk kedalam. Aku tahu, kau pasti saat ini sedang gugup sekarang, mengingat ini baru pertama kalinya kau datang ke acara formal. Tarik napas hilangkan rasa gugupmu, yang harus kau lakukan sekarang adalah mengeluarkan rasa percaya dirimu." Luna menarik napas sebentar sebelum melanjutkan ucapannya kembali.


"Penampilanmu malam ini begitu perfect, rasanya sayang sekali jika penampilanmu malam ini tidak dipamerkan pada para tamu yang datang ke acara malam ini." Tambah Luna lagi.


Yang diucapkan oleh Luna benar, sayang sekali jika penampilannya malam ini tidak dipamerkan pada para tamu, ditambah lagi Valencia tidak ingin usaha Luna mendandani dirinya berujung sia-sia.


Valencia menghela napas sejenak untuk menetralkan rasa gugupnya. "Oke Valen, kau harus masuk kedalam, hilangkan rasa gugupmu, kau harus percaya diri, jangan buat Kak Luna kecewa karena kau telah menyia-nyiakan usahanya dalam mendandanimu." Gumam Valencia dalam hati.


"Ayo Kak kita masuk kedalam sekarang." Ajak Valencia pada Luna.


Luna menyunggingkan senyumnya pada Valencia. "Good girl, ayo kita keluar sekarang."


Valencia dan Luna pun keluar dari mobil, sebelum masuk kedalam Valencia menghela napas kembali sambil memejamkan mata.


"Keluarkan rasa percaya dirimu, Valen." Gumam Valencia dalam hati.


Valencia membuka matanya dan mencoba mengeluarkan rasa percaya dirinya, kemudian Valencia dan Luna pun berjalan masuk kedalam Aldebaran Company dan mengabaikan beberapa pasang mata yang menatap takjub pada penampilan mereka.


...🍁🍁🍁...