
SelamatMembaca...
...🍁🍁🍁...
Tidak terasa sudah 1 bulan Valencia magang di Aldebaran Company dan masih tersisa 5 bulan lagi masa magangnya di Aldebaran Company.
Dua minggu terakhir ini semuanya berjalan dengan lancar, pertama Valencia telah menyelesaikan tugasnya tanpa ada yang mengganggu kedua Helena tidak lagi mengerjainya atau pun menyuruhnya melakukan sesuatu.
Di satu sisi Valencia penasaran kenapa Helena berhenti mengerjainya tapi di satu sisi ia senang karena ia telah terbebas dari suruhan Helena.
Valencia juga tidak pernah melihat Felix lagi setelah kejadian tempo lalu, mungkin pria itu sibuk jadi ia tidak melihat keberadaan pria itu di Aldebaran Company.
Valencia berharap semoga 5 bulan ke depan akan tetap seperti ini, tidak di kerjai oleh Helena lagi dan juga ia tidak bertemu dengan Felix lagi.
Saat ini Valencia sedang duduk bersama Luna di sebuah kedai roti terdekat sambil melihat ke daftar menu yang telah di sediakan di setiap meja.
Karena hari ini Luna ingin makan roti jadilah sekarang mereka pergi ke toko roti untuk menghabiskan waktu istirahat mereka.
"Kau ingin memesan apa?" Tanya Luna pada Valencia.
"Saya ingin cupcake rasa coklat." Jawab Valencia.
"Hanya satu?"
Valencia menggeleng. "Satu cupcake tidak dapat membuat saya kenyang Kak."
"Benar juga, jadi kau akan pesan berapa cupcake?" Tanya Luna lagi.
"Mungkin tiga."
Luna menopang dagu sambil menatap ke arah Valencia. "Menurutku itu masih kurang."
"Saya akan menambah 2 lagi kalau masih lapar." Valencia memberitahu.
Luna sudah menduga kalau Valencia akan memesan banyak cupcake untuk mengenyangkan perutnya. "Itu ide yang bagus."
"Permisi, kalian ingin memesan apa?" Tanya pelayan yang tiba-tiba datang menghampiri meja Valencia dan Luna.
"Saya ingin 2 roti croissant selai strawberry dan 1 coffe late." Luna memberitahu pesanannya lebih dulu.
Pelayan itu menatap ke arah Valencia. "Kalau anda ingin memesan apa?" Pelayan itu mengulangi pertanyaannya.
"Saya ingin 3 cupcake coklat dan 1 caramel macchiato." Valencia menyebutkan pesanannya.
Setelah selesai mencatat pesanan Valencia, pelayan itu pun kembali menatap Valencia dan Luna. "Pesanan kalian akan tiba 10 menit. Harap sabar menunggu." Setelah mengatakan itu pelayan itu pun pergi meninggalkan meja Valencia dan Luna.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu?"
"Kak Luna ingin menanyakan apa?" Valencia balik bertanya.
"Apa ini perasaanku saja, kalau Helena tidak lagi menyuruhmu melakukan sesuatu?" Tanya Luna.
Luna perhatikan selama seminggu terakhir, Helena tidak lagi menyuruh Valencia. Luna ingat dulu kalau Helena selalu saja menyuruh Valencia melakukan sesuatu, entah itu mengerjakan surat atau juga mengambil paket di lobby.
"Dua minggu terakhir ini Kak Helena memang tidak ada lagi meminta bantuan pada saya." Jawab Valencia.
Luna bertopang dagu. "Itu membuatku penasaran."
Ternyata bukan dirinya saja yang penasaran, Luna pun juga ikut penasaran kenapa Helena tidak meminta bantuannya lagi. "Mungkin Kak Helena sibuk, jadi dia tidak memiliki waktu untuk meminta bantuan pada saya."
Luna mengangguk mengerti, terdengar masuk akal kalau Helena sibuk hingga tidak meminta bantuan pada Valencia lagi. Satu pertanyaan tiba-tiba terbesit di dalam benak Luna, ia harus menanyakan pada Valencia agar ia tidak merasa penasaran.
"Aku ingin menanyakan sesuatu lagi padamu."
Valencia penasaran kali ini apa lagi yang akan Luna tanyakan padanya. "Kak Luna ingin menanyakan apa?"
"Tempo lalu aku pernah melihat Helena mendatangi mejamu, terus ia menarikmu menuju dapur arsip, apa yang kalian lakukan disana?" Tanya Luna diakhir ucapannya.
"Ah itu, Kak Helena memintaku untuk membuat kopi." Ujar Valencia jujur.
"Permisi, saya ingin meletakkan pesanan kalian." Seru Pelayan tersebut sambil membawa sebuah nampan yang berisi pesanan Valencia dan Luna.
Refleks Valencia dan Luna pun menatap ke arah pelayan itu. "Silahkan, Kak." Balas Valencia sopan.
Pelayan itu pun mulai meletakkan satu persatu pesanan Valencia dan Luna ke atas meja.
"Terima kasih." Ujar Luna pada sang pelayan.
Valencia mulai menyuap cupcake miliknya dengan tidak sabaran, jujur saja sedari tadi ia menahan lapar dan sekarang rasa laparnya sedikit terbayarkan karena ia telah habis memakan 1 cupcake.
"Astaga, kau cepat sekali memakan cupcakenya." Ujar Luna menatap tidak percaya pada Valencia.
Valencia menyengir lebar dan itu menampilkan jejeran giginya yang putih. "Efek lapar Kak, makanya saya cepat sekali memakan cupcakenya."
Luna tersenyum mendengar ucapan jujur Valencia. "Makanlah yang banyak agar kau kenyang."
Valencia mengangguk kemudian ia kembali memakan cupcake coklat miliknya, kali ini ia memakan cupcake tersebut secara perlahan.
Luna pun mulai memakan croissant selai strawberry miliknya sedikit demi sedikit agar tidak cepat habis.
"Tadi kau bilang, kalau Helena tempo lalu meminta bantuan padamu untuk membuat kopi." Ujar Luna kembali berbicara.
Valencia mengangguk. "Iya, Kak."
"Untuk pertama kalinya Helena mendatangi dapur arsip."
Valencia terhenti memakan cupcakenya, Valencia menampilkan ekspresi tidak percaya saat mendengar ucapan Luna.
"Kakak yakin kalau itu untuk pertama kalinya Kak Helena menginjakkan kakinya ke dapur arsip."
Luna mengangguk meyakinkan. "Ya, aku sangat yakin. Selama aku bekerja di ruang arsip dengan Helena, aku tidak pernah sekali pun melihat Helena menginjakkan kakinya ke dapur."
Valencia diam mendengarkan ucapan Luna, rasanya sulit di percaya kalau sebelumnya Helena tidak pernah menginjakkan kakinya ke dapur khusus bidang arsip. Tapi demi membuat Felix terkesan wanita itu rela meminta bantuannya dan juga menginjakkan kakinya ke dapur arsip.
"Satu lagi, kalau Helena ingin meminum kopi biasanya ia akan memesan kopi di luar." Tambah Luna lagi.
"Kopi itu untuk Pak Felix." Valencia memberitahu.
"Ah, pantas saja ia juga ikut ke dapur, ternyata kopi itu untuk Pak Felix." Luna mengangguk mengerti.
"Tapi..."
Luna mengernyit bingung. "Tapi, kenapa? Apa ada kejadian yang tidak aku tahu?" Tebak Luna.
Valencia menatap Luna sejenak, sebelum memberitahu pada Luna tentang kejadian dirinya tempo lalu dengan Helena di taman belakang.
"Tempo lalu, saat Kak Luna menghabiskan waktu istirahat bersama tunangan Kakak, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu istirahat saya di taman belakang." Valencia memulai ceritanya.
"Lalu, apa terjadi sesuatu?" Tanya Luna lagi sambil sesekali menyeruput coffe late miliknya.
"Ya, saat itu Helena tiba-tiba datang memarahi saya karena saya telah membuat dia malu." Jawab Valencia.
Luna mengernyit bingung. "Membuat malu dalam hal apa?"
"Dia bilang kalau Pak Felix tidak suka kopi itu karena terlalu manis."
"Apa sebelumnya Helena mengatakan kalau membuat kopinya jangan terlalu manis?"
Valencia menggeleng pelan. "Kak Helena tidak memberitahu."
"Wanita itu aneh sekali, melimpahkan rasa kesalnya pada orang lain. Padahal itu salah ia sendiri karena tidak memberitahumu agar kopinya jangan terlalu manis."
"Ketika kami berdebat, tiba-tiba Pak Felix datang melerai kami." Valencia melanjutkan ceritanya.
Luna menganga ketika mendengar ucapan Valencia. "Wow, aku tidak menduga kalau Pak Felix datang. Lalu apa yang dilakukan oleh Pak Felix."
"Pak Felix menyuruh Helena pergi."
"Hanya itu."
Valencia diam, tidak mungkin bukan kalau ia mengatakan pada Luna kalau Pak Felix ikut duduk bersamanya dan juga mengatakan kalimat absurd.
"Ya, hanya itu, kemudian Pak Felix langsung pergi." Bohong Valencia.
"Sayang sekali, padahal aku berharap kalau Pak Felix akan memarahi Helena."
Valencia melirik ke arah jam tangannya, ternyata 20 menit lagi waktu istirahat akan habis. "Sepertinya kita harus cepat menghabiskan makanan dan minuman kita, karena sebentar lagi jam istirahat akan berakhir."
Luna mengangguk, mereka pun berhenti berbicara dan mereka fokus untuk menghabiskan makanan dan minuman mereka.
...🍁🍁🍁...