
SelamatMembaca...
...🍁🍁🍁...
Pagi ini Valencia memutuskan untuk datang lebih awal ke tempat magang, seperti biasa ketika sudah sampai ia harus membersihkan dan merapikan ruangan arsip terlebih dahulu.
Ketika Valencia sudah membersihkan dan merapikan ruang arsip, tiba-tiba Ibu Alison datang menghampirinya dan menyuruhnya untuk membantu petugas catering menyiapkan makanan.
Hari ini adalah hari penyambutan CEO pengganti Aldebaran Company sekaligus meresmikan kalau mulai hari ini CEO pengganti itu akan mengambil alih kepemimpinan Aldebaran Company.
Acara ini dihadiri khusus oleh para staff karyawan saja tidak mengundang orang luar. Jadi, acara penyambutan kali ini bisa disebut sebagai acara privat.
Dari yang Valencia dengar, perusahaan ini akan membuat acara lagi, tapi acara kali ini akan diselenggarakan secara besar-besaran yang akan dihadiri oleh banyak perusahaan, Valencia yakin pasti akan banyak orang yang hadir apalagi mengingat wajah CEO baru Aldebaran Company tidak pernah tereskpos dimana pun dan itu juga pasti membuat orang penasaran.
Sedari tadi Valencia sibuk mondar-mandir membantu para petugas catering untuk menata makanan keatas meja agar terlihat bagus dan rapi.
Walaupun Valencia merasa lelah, tapi Valencia merasa senang karena dapat membantu petugas catering untuk menata semua makanan ini.
Setidaknya Valencia merasa berguna, karena dirinya dapat membantu untuk melancarkan acara penyambutan CEO baru mereka, walaupun hanya sekedar menata makanan.
"Kalian tahu CEO baru Aldebaran Company telah datang." Seru seorang petugas catering wanita yang baru saja masuk kedalam ruangan belakang.
"Benarkah, apa dia tampan?" Tanya salah satu teman petugas catering bersemangat.
Wanita yang baru masuk itu pun mengangguk tak kalah bersemangat. "Astaga dia sangat tampan, aku saja ingin pingsan karena melihat ketampanannya."
"Memangnya saat ini CEO baru itu dimana?" Tanya teman petugas caterting tersebut.
"Dia sudah di aula, sedang menyampaikan beberapa kalimat sambutan pada karyawan." Jawab wanita yang baru masuk itu.
Valencia yang kebetulan juga sedang berada di ruang belakang mendengar ucapan para petugas catering wanita tersebut. Valencia semakin penasaran, seperti apa rupa CEO baru mereka tersebut, sampai membuat petugas catering wanita yang baru masuk itu ingin pingsan.
"Aku ingin melihatnya." Seru petugas catering wanita tersebut antusias.
"Tapi, siapa yang akan menjaga ruangan ini, mengingat disini masih banyak sisa makanan yang belum dikeluarkan." Ujar petugas catering wanita yang baru masuk tadi.
"Biar saya saja Kak yang menjaga ruangan ini, Kakak berdua bisa pergi ke aula." Sahut Valencia menawarkan diri sambil menampilkan senyumnya.
Kedua petugas catering wanita itu pun tersenyum lebar karena Valencia berbaik hati mau menjaga ruangan ini. "Astaga kau baik sekali, terima kasih karena mau menjaga ruangan ini, kami keluar dulu, tenang saja kami hanya sebentar."
Valencia hanya mengangguk dengan senyum yang masih melekat pada bibirnya sebagai balasan dan kedua wanita petugas catering tersebut langsung keluar untuk menuju aula dengan senyum sumringah.
Valencia melihat kedua wanita petugas catering itu hanya bisa menggeleng kepala diiringi dengan kekehan pelan, mereka begitu bersemangat untuk melihat CEO baru Aldebaran Company, jadi Valencia bermurah hati untuk menjaga ruangan ini agar mereka dapat melihat wajah CEO baru mereka secara langsung.
Walaupun sebenarnya Valencia juga ingin kedepan untuk melihat seperti apa wajah CEO baru mereka, tapi Valencia memilih mengurungkan niatnya dan menjaga ruangan ini.
Lagi pula Valencia masih punya kesempatan, agar dapat melihat wajah CEO baru mereka, mengingat masa magang dirinya disini masih lama. Sedangkan kedua wanita petugas catering itu, hanya mempunyai kesempatan hari ini saja agar dapat melihat wajah CEO baru mereka secara langsung.
Mata Valencia kini menjelajahi isi ruangan yang terlihat bersih, ruangan belakang ini adalah ruangan tempat para cleaning service istirahat dan ini untuk pertama kalinya Valencia ke ruangan ini selama hampir seminggu lebih magang.
Valencia tidak tahu sampai berapa lama ia akan berdiam diri di ruangan ini, yang pasti ia akan berada di ruangan ini sampai acara penyambutan selesai.
Mata Valencia tidak berhenti menjelajahi isi ruangan aula yang begitu luas bahkan lebih luas dari ruangan arsip. Valencia mulai merapikan kursi yang berantakan ketempat asalnya.
Sedangkan para petugas cleaning service sibuk membersihkan lantai aula dan juga panggung, setelah merasa sudah bersih dan rapi barulaj para petugas cleaning service keluar bersama Valencia juga.
"Valen, Ibu ingin meminta bantuan." Ujar Ibu Alison yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan cleaning service.
Sehabis dari aula Valencia memang kembali ke ruangan cleaning service untuk meletakkan alat kebersihan.
"Ibu ingin meminta bantuan apa?" Tanya Valencia sopan.
"Ibu dengar dari Gavin kau sangat pandai membuat kopi."
Mendengar itu membuat Valencia tersenyum malu. "Tidak juga Bu, saya tidak sepandai itu."
"Kebetulan CEO baru kita ingin minum kopi jadi Ibu ingin kau yang membuatnya." Suruh Ibu Alison pada Valencia.
Astaga mimpi apa ia semalam hingga dirinya disuruh membuatkan kopi untuk CEO baru perusahaan ini, tentu saja dengan senang hati Valencia mau membuatkan kopi untuk CEO baru mereka.
Valencia mengangguk pelan. "Baik Bu, saya akan membuatkannya."
"Beliau ingin kopi hitam tanpa gula dan kau langsung saja antarkan kopinya ke lantai paling atas perusahaan ini, kau tinggal lurus saja pasti akan ketemu ruangannya."
Kopi hitam tanpa gula mengingatkan Valencia pada pria tanpa nama itu. "Baik Bu, saya akan langsung mengantarkannya."
"Bagus, Ibu tinggal dulu." Setelah mengatakan itu Ibu Alison pun keluar dari ruangan cleaning service.
Tidak ingin membuat CEO baru perusahaan ini menunggu lama, Valencia pun segera membuatkan kopi untuk CEO baru mereka.
Hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk Valencia selesai membuatkan kopi, tanpa membuang waktu lagi Valencia pun segera keluar untuk mengantarkan kopi tersebut ke lantai atas.
Menunggu beberapa menit akhirnya lift sampai juga ke lantai paling atas, Valencia pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari lift dan menuju ruangan CEO.
"Permisi Pak, saya ingin mengantarkan kopi." Sahut Valencia sopan dari balik pintu.
"Masuk."
Ketika mendengar suara dari dalam yang mempersilahkan dirinya masuk walaupun hanya terdengar samar, untung saja Valencia masih dapat mendengaranya. Valencia pun segera masuk dengan kopi yang ada ditangan kanannya.
"Ini Pak kopinya." Ujar Valencia meletakkan kopi tersebut keatas meja.
Valencia menghela napa kecewa, karena ia tidak dapat melihat wajah CEO baru mereka itu karena posisi CEO baru itu duduk membelakanginya.
CEO baru itu membalikkan kursinya dan melihat wajah CEO baru mereka itu membuat Valencia menganga kaget.
"Kita bertemu lagi gadis kecil." Sahut CEO baru mereka sambil menampilkan smirknya.
...🍁🍁🍁...