
SelamatMembaca...
...🍁🍁🍁...
Mendengar suara mic yang berdengung, sepertinya acara akan segera dimulai, Luna yang semula fokus menatap layar ponselnya kini beralih menatap ke arah panggung begitu juga dengan Valencia.
"Sepertinya acara akan dimulai." Bisik Luna pada Valencia.
"Ya, Kak Luna benar, sebentar lagi acaranya akan dimulai." Balas Valencia yang juga ikut berbisik.
"Aku berharap semoga kata sambutannya tidak terlalu panjang, karena aku ingin segera mengisi perutku yang mulai lapar ini." Harap Luna.
Valencia menoleh ke arah Luna, ternyata bukan dirinya saja yang lapar tapi Luna juga. Tapi, seingat Valencia saat di rumah tadi Luna lumayan banyak makan. "Bukankah di rumah tadi Kak Luna makan lumayan banyak."
"Entahlah aku juga tidak tahu, akhir-akhir ini nafsu makanku meningkat, jadi aku sering merasa lapar." Balas Luna pada ucapan Valencia.
Valencia hanya diam tidak membalas lagi ucapan Luna, mata Valencia kembali melihat keadaan sekitarnya, para tamu yang semula sibuk berbincang dengan kenalan mereka, langsung terdiam dan tatapan mereka pun langsung beralih ke panggung.
Tatapan Valencia pun kini beralih ke panggung, Valencia melihat seorang pria paruh baya sedang berjalan naik ke atas panggung. Pria itu adalah Hero Aldebaran yaitu pemilik Aldebaran Company, walaupun Pak Hero terlihat menua, tapi wajah tampan serta kegagahannya masih melekat dalam diri Pak Hero.
Sepertinya Pak Hero yang akan mengucapkan kata sambutan terlebih dahulu, baru setelah itu Felix yang akan naik ke atas panggung dan menyampaikan kalimat sambutan lagi.
"Selamat malam semuanya, saya selaku CEO lama Aldebaran Company, merasa senang dan berterima kasih karena kalian sudah bersedia hadir untuk datang ke acara peresmian CEO baru malam ini." Ujar Hero menyampaikan kalimat sambutan.
"Untuk anak saya Felix Reynand Aldebaran, silahkan naik ke atas panggung." Pinta Hero pada anaknya Felix.
Mendengar dirinya disuruh naik ke atas panggung, Felix pun segera melangkahkan naiknya ke atas panggung dan berdiri tepat disebelah Ayah nya.
Terdengar suara riuh dan juga bisik-bisik para tamu ketika melihat Felix naik ke atas panggung, untuk pertama kalinya mereka melihat secara langsung putra pertama dari Hero Aldebaran, karena sebelumnya Felix anak Hero Aldebaran itu menutup dirinya dihalayak publik.
"Astaga Pak Felix sangat tampan, apakah dia sudah memiliki kekasih?" Tanya seorang wanita pada teman disebelahnya.
"Aku tidak tahu, tapi semoga saja Pak Felix belum mempunyai kekasih." Jawab wanita yang satunya lagi.
"Mungkin aku harus menyuruh seseorang untuk mencari tahu apakah Pak Felix mempunyai kekasih atau tidak." Ujar wanita itu menyuarakan idenya.
Wanita yang satunya sontak menolah. "Kalau kau tahu Pak Felix tidak memiliki kekasih, lalu apa yang ingin kau lakukan?"
Wanita itu tersenyum penuh arti. "Aku akan menyuruh Ayah ku untuk menjodohkan ku dengan Pak Felix." Jawabnya santai.
"Idemu memang gila." Balas wanita satunya itu yang kembali fokus ke panggung.
Valencia yang tidak sengaja mendengar percakapan dua wanita itu hanya bisa menggeleng pelan, benar kata wanita yang satunya itu kalau ide temannya itu memang gila.
Valencia yakin kalau umur wanita itu tidak jauh beda dengan dirinya, tapi wanita itu sudah memikirkan tentang perjodohan, jika Valencia yang meminta perjodohan seperti itu pada Ayah nya dapat dipastikan kalau dirinya akan dimarahi habis-habisan oleh Ayah nya.
"Tidak diragukan lagi, wajah tampan Felix menurun dari Ayah nya." Bisik Luna pada Valencia.
Valencia hanya diam tidak membalas ucapan Luna, walaupun dalam hati dirinya mengiyakan pendapat Luna. Tapi, mengingat Felix pernah bersikap kurang ajar padanya, membuat ketampanan pria itu menjadi minus.
"Jangan lupakan Rafael, ia juga tampan seperti Ayah dan juga Kakaknya." Bisik Luna lagi pada Valencia.
Valencia menghela napas, iya hampir lupa kalau Rafael juga bagian dari keluarga Aldebaran, pria itu sama saja seperti Kakak nya menyebalkan.
"Saya berharap anak saya dapat memimpin perusahaan ini menjadi lebih baik lagi." Ujar Hero yang sesekali menatap ke arah anaknya Felix.
Hero menyerahkan mic yang ia pegang kepada Felix dan Felix pun meraih mic tersebut dari tangan Ayah nya.
"Selamat malam, terima kasih untuk para tamu dan kolega yang bersedia hadir untuk acara peresmian CEO baru Aldebaran Company malam ini, suatu kehormatan besar bagi saya, karena bisa menggantikan posisi Ayah saya menjadi seorang CEO Aldebaran Company, saya berharap semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini. Sekian kata sambutan dari saya." Ujar Felix menyampaikan ucapan terima kasih serta harapannya, Felix menyerahkan kembali mic tersebut padanya.
"Baiklah, tanpa menunda lagi, Felix Reynand Aldebaran telah resmi menjadi CEO baru Aldebaran Company." Ujar Hero membuat suara tepuk tangan para tamu menggema dalam aula.
"Saya harap kalian semua dapat menikmati acara malam ini, saya dan anak saya pamit undur diri." Setelah mengucapkan itu Hero dan juga Felix berjalan turun dari panggung.
"Ayo Valen, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi makanannya." Tanpa menunggu jawaban Valencia, Luna pun langsung menarik tangan Valencia menuju meja yang telah menyediakan makanan.
Valencia dapat melihat jelas binar lapar pada mata Luna ketika melihat makanan yang berjejer rapi diatas meja, sepertinya Luna memang sangat lapar hingga ia tidak dapat menyembunyikan binar lapar pada matanya.
Luna pun mulai mengambil makanan dan meletakkannya ke atas piring kecil, sedangkan Valencia ia hanya mengambil minuman, padahal saat datang tadi ia merasa lapar tapi entah kenapa rasa lapar itu langsung lenyap begitu saja.
"Astaga Valen, makanan ini sangat enak, kau harus mencicipinya." Seru Luna pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.
"Benarkah, nanti valen akan mencicipinya." Balas Valencia pada Luna.
"Kau harus mencobanya sekarang, aku jamin kau pasti akan ketagihan." Suruh Luna sambil menyuap makanan miliknya.
Valencia pun mengambil piring kecil yang telah disdiakan diatas meja, Valencia mulai mengambil makanan tapi hanya sedikit, jika makanan itu memang enak seperti apa yang dikatakan Luna, mungkin ia akan mengambil lagi.
Valencia mulai menyuap makanan tersebut ke mulutnya dan ternyata makanannya memang sangat enak. "Kak Luna benar, makanannya sangat enak."
Luna menatap ke arah Valencia. "Benar bukan, kenapa kau mengambil makananya hanya sedikit, nanti kau harus menambah lagi." Suruh Luna pada Valencia.
"Kalau makanan ini habis, baru Valen akan menambah lagi." Balas Valencia pada Luna.
"Bagus, sayang sekali kalau kita tidak menambah makanan seenak ini. Aldebaran Company memang pandai dalam memilih catering." Ujar Luna lagi sambil menyuap makanannya.
Valencia hanya diam tidak membalas lagi ucapan Luna, ia kembali fokus dengan makanan yang ada ditangannya. Mata Valencia melebar ketika ia melihat Rafael tengah berdiri dikerumunan para tamu, Valencia berharap, semoga Rafael tidak menyadari kalau dirinya juga hadir diacara ini.
...🍁🍁🍁...