
SelamatMembaca...
...🍁🍁🍁...
Saat ini Valencia tengah rebahan diatas kasur
empuk miliknya, sehabis pulang dari tempat magang Valencia langsung membersihkan dirinya, setelah itu ia mengganti pakaiannya menjadi piyama tidur.
Malam ini ia tidak ikut makan malam bersama kedua orang tua dan kedua Kakaknya, karena ia masih kenyang. Valencia juga seperti tidak mempunyai tenaga lagi untuk melangkahkan kaki menuju ruang makan.
Hari ini ia cukup lelah karena tugas yang kembali menumpuk dan juga Helena yang mengerjainya mengcopy surat, padahal mesin fotocopyan diruangan tersebut tidak rusak.
Apalagi jarak antara kantor dan tempat fotocopyan lumayan jauh dan itu membuat kakinya keram, karena Valencia hanya berjalan kaki menuju tempat fotocopyan.
Hanya karena Helena adalah seorang anak ketua bidang arsip, wanita itu dengan seenaknya mengerjai dirinya tanpa berpikir kalau dirinya manusia yang bisa lelah bukan robot.
Valencia akui kalau dirinya memang agak bodoh, karena ia tidak mencari tahu terlebih dahulu apakah mesin fotocopy tersebut memang benar rusak atau tidak.
Helena berhasil memainkan kesabarannya, ia tidak tahu apa yang akan Helena lakukan nanti, setelah dirinya yang terang-terangan berkata sarkas pada Helena.
Valencia hanya tidak ingin terlihat seperti orang polos yang mudah dikerjai, ia harus menunjukkan kalau dia wanita yang kuat dan tidak lemah ketika ditindas.
Ia cukup puas karena berhasil membuat Helena terlihat marah karena ucapannya saat itu, ia tidak ingin hanya Helena saja yang bisa memainkan kesabarannya, ia harus bisa memainkan kesabaran wanita ular itu.
Valencia mengambil ponsel miliknya yang terletak diatas nakas, ia mulai membuka aplikasi whatsapp. Setelah ia melihat grup yang memberitahukan kalau dirinya dipanggil ke sekolah Valencia memutuskan untuk tidak membuka whatsapp lagi dan baru hari ini ia memberanikan diri untuk membuka aplikasi whatsapp.
Ia melihat grup chat serta chat pribadi dari sahabatnya yang lumayan berjibun, ia juga melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari para sahabatnya.
Valencia menjadi tidak enak hati, karena tidak mengangkat panggilan dari sahabatnya dan ia juga tidak membalas spam chat mereka, karena saat itu Valencia hanya tidak ingin diganggu dan ia juga ingin menenangkan pikirannya.
...Girls Squad...
...Rabu,...
Clara : Valen, kau kenapa dipanggil ke sekolah?
Joana : Valen, apa yang dibilang Ibu Emy itu benar, kalau kau membuat masalah?
Bella : Valen, katakan kalau itu bohong?
Clara : Aku kenal dirimu Valen, pasti kau tidak mungkin membuat masalah seperti yang Ibu Emy bilang.
Joana : Benar, Valen tidak mungkin membuat masalah.
Joana : Valen.
Joana : Valen.
Joana : Valen, kau baik-baik saja bukan?
Bella : Aku menelpon Valen tapi tidak diangkat.
Clara : Telpon ku juga tidak diangkat.
Joana : Aku takut terjadi sesuatu dengan Valen karena dari tadi dia tidak mengangkat telpon dari kita.
Clara : Mungkin Valen ingin membutuhkan waktu sendiri dulu.
Bella : Benar, pasti Valen masih terkejut karena kejadian hari ini.
Joana : Valen kalau kau sudah membaik tolong segera balas chat dari kami.
...Kamis,...
Bella : sampai saat ini, Valen belum ada kabarnya juga.
Clara : Aku takut terjadi sesuatu padanya.
Joana : Apa besok kita kerumahnya saja?
Clara : Iya, kalau malam ini Valen juga tidak memberi kabar, besok kita harus ke rumahnya.
Melihat sahabatnya yang begitu mengkhawatirkan dirinya membuat air matanya menetes, Valencia memang beruntung mempunyai sahabat seperti mereka.
Valencia pun mulai mengetikkan sesuatu di keyboardnya, ia harus merespon chat grup, jika tidak mereka akan mengirimkan spam chat lagi bahkan sampai ingin mengunjungi rumahnya.
Valencia : Maaf sudah membuat kalian khawatir, aku baik-baik saja.
Belum sempat lima menit balasan pun langsung muncul, sahabatnya itu memang fast respon sekali, mungkin itu karena mereka terlalu mengkhawatirkan dirinya.
Joana : Akhirnya kau merespon chat kami.
Clara : Astaga Valen, kau kemana saja kenapa baru membalas.
Bella : Kami takut terjadi sesuatu padamu.
Valencia : Sekali lagi maaf, waktu itu aku sedang tidak ingin diganggu jadi aku tidak merespon chat kalian.
Clara : Tak apa, yang penting kamu sudah tahu kalau kau baik-baik saja.
Joana : Kau kenapa bisa dipanggil Ibu Emy ke sekolah?
Valencia : Aku dijebak oleh salah satu karyawan kantor.
Bella : Kau dijebak, kenapa dia tega sekali melakukan itu.
Valencia : Itu salahku, karena terlalu percaya padanya.
Clara : Karyawan itu wanita atau pria?
Valencia : Dia wanita, namanya Helena.
Joana : Kenapa dia begitu berani menjebakmu, apa dia tidak taku kalau suatu saat nanti ketahuan.
Valencia : Dia anak ketua di bidang arsip dan aku ditempatkan di bidang aku, makanya dia bebas melakukan apa saja disana.
Bella : Pantas saja dia begitu berani menjebakmu.
Joana : Kau kenapa bisa dijebak olehnya.
Valencia : Helena mengatakan kalau tidak masalah jika memainkan ponsel untuk menikmati wifi yang telah tersedia diruangan, ia juga membelikan aku makanan dan menyuruhku untuk memakannya saat itu juga, aku dengan bodohnya menuruti perkataannya, padahal perusahaan melarang kalau tidak boleh makan sebelum jam istirahat.
Valencia : Ternyata dia mengambil fotoku secara diam-diam dan mengirimnya kepada Ibu Emy.
Clara : Kenapa dia tega sekali melakukan itu padamu, padahal kau baru saja magang disana.
Valencia : Aku juga berpikir begitu Clara, kenapa dia begitu tega melakukan itu padaku, padahal aku sudah bersikap baik padanya.
Joana : Kau harus berhati-hati dengannya, aku takut jika nanti dia akan menjebakmu lagi.
Bella : Benar apa yang dikatakan oleh Joe, kau harus hati-hati Valen, wanita ular itu pasti akan merencanakan sesuatu lagi untuk menjebakmu.
Valencia : Kalian tidak perlu khawatir aku pasti akan berhati-hati.
Clara : Kami bisa membantumu untuk memberikan wanita ular itu pelajaran.
Valencia : Aku tidak ingin melibatkan kalian.
Joana : Ayolah, kita kan sahabat, jadi wajar saja jika kami membantumu.
Bella : Kami akan siap siaga membantumu Valen.
Valencia : Mungkin jika nanti keadaanya terdesak aku akan meminta bantuan kalian.
Clara : Kami sangat menunggu itu.
Joana : Sepertinya ini sudah larut malam, aku pergi tidur dulu, kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi kami Valen, selamat malam.
Bella : Aku juga ingin tidur, selamat malam semuanya.
Clara : Selamat malam kalian. Ingat Valen tetap hati-hati.
Valencia : Selamat malam, kalian tenang saja aku akan berhati-hati.
Valencia tersenyum sambil menatap ke layar ponselnya, Valencia beruntung dirinya masih dikelilingi oleh orang baik dan orang yang perduli padanya.
Valencia melirik kearah jam dinding miliknya dan jam telah menunjukkan pukul 23.45, mungkin karena dirinya terlalu fokus membalas chat grup tadi, jadi ia tidak sadar kalau sudah larut malam.
Ia harus segera tidur sekarang, Valencia takut kalau besok dirinya akan datang terlambat dan itu membuat Helena mempunyai peluang untuk melaporkan dirinya kembali.
Valencia meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas, ia pun mulai mencari posisi yang nyaman setelah itu baru ia memejamkan mata dan menjelajah kealam mimpi.
...🍁🍁🍁...