The Problem

The Problem
The Problem - Empat Puluh Delapan



SelamatMembaca...


...🍁🍁🍁...


Saat ini Valencia sedang rebahan diatas kasur empuk miliknya, entah kenapa malam ini Valencia tidak berselera makan jadi ia memutuskan untuk tidak makan malam.


Hari ini tidak begitu melelahkan seperti hari kemarin, karena hari ini hanya sedikit surat yang Valencia kerjakan.


Valencia melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 19.20, ternyata baru jam 7 malam, tapi entah kenapa Valencia merasa kalau suasananya seperti sudah larut malam.


Valencia ingin tidur tapi mengingat sekarang masih jam 7 malam rasanya terlalu dini untuk tidur, ia takut kalau tidur terlalu dini ia akan terbangun tengah malam dan berakhir susah tidur sampai pagi menjelang.


Valencia beranjak dari kasurnya dan membuka jendela kamarnya agar angin dapat masuk kedalam kamarnya.


Valencia berdiri sambil menikmati angin malam yang menerpa wajahnya, anginnya sangat sejuk membuat Valencia betah berlama-lama berdiri di jendela.


Setelah merasa cukup menikmati angin malam Valencia kembali ke kasurnya dan duduk disana sambil melihat pemandangan rumput di jendelanya.


"Valen, kau tidak ingin makan?" Teriak Risa dari balik pintu kamar Valencia.


"Tidak Bu, Valen tidak lapar." Valencia balas berteriak.


"Kau makan sekarang atau Ibu akan menyuruh kedua Kakakmu untuk mendobrak pintu kamarmu dan menyeretmu keluar untuk makan." Ancam Risa pada Valencia.


Valencia mendengus pelan, sepertinya ia harus keluar dari kamar sekarang untuk makan malam, kalau tidak Ibu nya akan nekat menyuruh kedua Kakak nya untuk mendobrak pintu kamarnya.


"Baik Bu, Valen akan keluar." Valencia pun beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju pintu, ketika ia membuka pintu ia melihat Ibu nya yang masih berdiri sambil bersidekap.


"Ayo makan sekarang." Risa menarik tangan Valencia dan membawa putrinya itu ke ruang makan.


Saat ini Valencia telah duduk di ruang makan, ia melihat makanan yang telah tersedia diatas meja makan, sepertinya orang rumah sudah makan kecuali dirinya.


"Kau harus makan, kalau kau tidak ingin kelaparan saat tengah malam." Ujar Risa yang ikut duduk untuk menemani Valencia makan.


"Sebenarnya Valen tidak berselera makan Bu." Balas Valencia menatap tidak berminat pada makanan yang ada di atas meja.


"Kau harus makan walaupun sediki." Paksa Risa pada Valencia.


"Tapi Bu..."


"Ibu tidak ingin kau sakit kalau kau tidak makan." Ujar Risa.


Valencia menghela napas menyerah, sepertinya ia harus makan sekarang, jika tidak Ibu nya pasti akan terus memaksanya untuk makan.


Valencia mulai menyuap makanan tersebut sedikit demi sedikit ke mulutnya dan itu membuat Risa tersenyum senang karena putrinya mau makan walaupun harus ia paksa terlebih dahulu.


"Tidak biasanya kau tidak berselera makan."


"Valen juga bingung Bu, biasanya Valen paling bersemangat kalau makan." Balas Valencia sambil menyuap makanannya.


"Apa kau sakit?" Tanya Risa.


Valencia menggeleng pelan. "Tidak Bu, Valen sangat sehat."


"Kau yakin."


Valencia mengangguk meyakinkan. "Iya Bu, Valen yakin kalau Valen sangat sehat tidak sakit."


Risa bernapas lega karena Valencia tidak sakit. "Syukurlah, Ibu hanya takut kalau kau sedang sakit dan membuatmu tidak berselera makan."


Valencia meraih gelas yang berisi air kemudian ia meminumnya, setelah minuma Valencia kembali melanjutkan menyuap makanannya yang tinggal sedikit lagi akan habis.


"Bagaimana magangmu hari ini?" Tanya Risa pada Valencia.


"Berjalan lancar Bu." Jawab Valencia.


"Apa Helena masih suka mengganggumu?" Tanya Risa lagi.


Valencia menggeleng pelan. "Kak Helena tidak pernah mengganggu Valen lagi selama 2 minggu terakhir."


"Syukurlah kalau wanita itu tidak mengganggumu lagi."


Valencia meletakkan sendoknya ke piring karena makanannya telah habis. "Makanan Valen telah habis, Valen akan pergi mencuci piring."


"Ya, Ibu akan pergi ke ruang tamu untuk duduk bersama Ayahmu." Setelah mengatakan itu Risa pun beranjak dari kursinya dan berjalan meninggalkan ruang makan menuju ruang tamu.


Sedangkan Valencia ia membawa piring serta gelas miliknya ke dapur untuk mencucinya.


Setelah selesai mencuci alat makan dan meletakkan alat makan itu ke lemari baru Valencia kembali ke kamarnya. Biasanya ia akan duduk sebentar di ruang tamu, tapi kali ini ia ingin langsung kembali ke kamar.


Tring...


Ponsel milik Valencia berbunyi, ia pun langsung mencari keberadaan ponselnya yang ternyata ada diatas nakas.


Valencia melihat ada satu notif whatsapp dari Ibu Emy, langsung saja Valencia membuka aplikasi whatsappnya dan mulai membaca pesan yang di kirim oleh Ibu Emy.


Ibu Emy : Valen, kapan kamu menyerahkan MOU pada Ibu?


Ibu Emy : Rata-rata semua teman sekelasmu sudah menyerahkan MOU mereka pada Ibu.


Ibu Emy : Ibu tunggu MOU milikmu secepatnya.


Refleks Valencia menepuk jidatnya karena ia hampir lupa kalau MOU itu harus segera dikumpulkan, ia juga belum meminta tanda tangan CEO Aldebaran Company agar MOU itu sah.


Valencia : Secepatnya akan saya serahkan pada Ibu.


Valencia beralih membuka grup whatsapp ia bersama sahabatnya, ia menanyakan apakah mereka sudah menyerahkan MOU pada Ibu Emy atau belum.


Valencia : Hallo.


Valencia : Apa kalian sibuk?


Valencia : Aku ingin menanyakan sesuatu?


Joana : Hai Valen.


Joana : Aku tidak sibuk.


Joana : Kau ingin menanyakan apa?


Bella : Wah ada apa ini, apa aku ketinggalan?


Clara : Kau ingin bertanya apa?


Valencia : Apa kalian sudah menyerahkan MOU?


Joana : Aku dan Clara sudah menyerahkan MOU kami.


Bella : Aku juga sudah.


Valencia : Astaga, jadi hanya aku yang belum menyerahkan MOU pada Ibu Emy.


Clara : Kau belum, aku mengira kau sudah menyerahkan MOU milikmu pada Ibu Emy.


Bella : Andai aku tahu kalau kau belum menyerahkan MOU milikmu, mungkin kita bisa menyerahkan MOU bersama.


Valencia : Tak apa, aku akan pergi ke sekolah sendiri nanti untuk menyerahkan MOU.


Clara : Apa kau ingin kami temani?


Valencia : Tidak perlu Clara, lagi pula kalian pasti sibuk dan aku tidak ingin mengganggu kalian.


Bella : Kalau kau ingin kami temani, kami bisa meluangkan waktu untuk menemanimu pergi ke sekolah.


Valencia : Tidak perlu, aku bisa pergi ke sekolah sendiri.


Joana : Kau yakin.


Valencia : Sangat yakin.


Valencia : Baiklah, aku akan pergi tidur sekarang, selamat malam.


Bella : Selamat malam Valen.


Clara : Malam Valen.


Joana : Selama malam Valen, selamat malam juga semuanya.


Setelah membaca pesan terakhir dari Joana, Valencia pun menutup aplikasi whatsappnya dan mematikan sambungan datanya. Ia pun meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas.


Besok ia harus meminta tanda tangan Pak Felix agar MOU miliknya sah, lalu setelah itu ia menyerahkan MOU itu ke sekolah pada Ibu Emy.


Valencia berharap semoga besok Pak Felix ada di kantor dan tidak sedang pergi perjalanan bisnis.


Valencia beranjak dari kasurnya dan menutup jendela kamarnya, setelah itu ia kembali ke kasur nya dan merebahkan dirinya sambil memejamkan matanya untuk tidur.


...🍁🍁🍁...