The Problem

The Problem
The Problem - Empat Puluh Dua



SelamatMembaca...


...🍁🍁🍁...


Suara ribut terdengar dari arah luar kamar Valencia dan itu sukses membuat Valencia terbangun dari tidurnya. Valencia menebak pasti kedua Kakak nya yang menyebabkan keributan itu.


Valencia menoleh samping kasurnya, ia melihat Luna yang masih tertidur pulas dan itu membuat Valencia tidak tega untuk membangunkan Luna.


Mata Valencia beralih menatap ke arah jam yang melekat di dinding, matanya sukses terbelalak lebar ketika melihat jam telah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Untuk pertama kalinya Valencia bangun kesiangan jam sepuluh pagi, biasanya Valencia bangun kesiangan hanya sampai jam tujuh pagi tidak lebih dari itu.


Mungkin ini karena efek kelelahan hingga membuat dirinya bangun kesiangan seperti ini, mengingat kemarin dirinya sehabis membantu Ayah nya di kedai tidak lama kemudian ia pergi lagi untuk datang ke acara peresmian CEO baru tempat magangnya dan itu membuat dirinya tidak mempunyai waktu untuk istirahat.


Pasti itu juga alasan Ibu nya mengapa tidak membangunkan dirinya sedari tadi, senyum langsunh terbit dibibir Valencia, Ibu nya sangat pengertian dan itu membuat Valencia semakin menyayangi Ibu nya.


Lebih baik sekarang Valencia membersihkan dirinya, pasti saat ini Ibu nya sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan siang, jadi setelah membersihkan diri ia dapat membantu Ibu nya di dapur.


Valencia beranjak dari atas kasurnya dan mengambil handuk yang tergeletak diatas nakas setelah itu ia pun berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Valencia telah selesai membersihkan dirinya, Valencia melihat Luna yang kini telah bangun dan sedang duduk diatas kasur, sepertinya Luna sedang berusaha mengumpulkan nyawanya.


Valencia berjalan menuju lemari pakaiannya untuk mencari pakaian yang akan ia kenakan hari ini, yang pasti ia mencari pakaian yang simple tidak ribet.


"Kau sudah mandi?" Tanya Luna pada Valencia.


Valencia pun menoleh pada Luna kemudian mengangguk pelan. "Iya Kak, baru saja selesai mandi."


"Kenapa tidak membangunkan ku?" Tanya Luna lagi pada Valencia.


"Aku lihat Kak luna tertidur begitu pulas, jadi aku tidak tega untuk membangunkan Kak Luna." Jawab Valencia jujur.


"Aku akan pergi mandi." Setelah mengatakan itu, Luna pun beranjak dari atas kasur dan menuju kamar mandi.


Sedangkan Valencia ia kembali mencari pakaian didalam lemarinya, Valencia mengambil kaos berwarna putih serta celana panjang berwarna hitam, Valencia pun langsung memakai pakaiannya tersebut.


Luna keluar dari kamar mandi, ia melihat Valencia yang telah memakai pakaiannya. "Valen, sepertinya aku akan meminjam pakaianmu, mengingat aku hanya membawa piyama tidur saja kemarin."


"Silahkan, Kak Luna tinggal pilih saja pakaian apa yang ingin Kak Luna pinjam dilemari." Suruh Valencia sambil menyisir rambutnya didepan cermin.


"Terima kasih, aku akan mengembalikan pakaianmu secepatnya."


Valencia menatap ke arah Luna sambil menampilkan senyumannya. "Santai saja Kak, Valen tidak masalah kalau Kak Luna meminjam pakaian Luna dalam waktu yang lama.


"Kau memang teman yang paling baik, Valen." Ujar Luna sambil membalas senyum Valencia.


"Kak Luna bisa saja. Sepertinya Valen akan keluar lebih dulu untuk membantu Ibu di dapur. Nanti, kalau Kak Luna telah selesai berpakaian, Kak Luna bisa menyusul Valen di dapur."


Luna mengangguk mengerti. "Baiklah, aku akan menyusul nanti ke dapur."


"Valen tinggal dulu Kak." Setelah mengatakan itu Valencia pun keluar dari kamarnya dan pergi menuju dapur.


Valencia hanya melihat kedua Kakak nya yang sedang duduk di ruang makan, sepertinya Ayah nya telah berangkat ke kedai.


"Kalian berdua kenapa tidak membantu Ibu memasak di dapur?"


"Aku tidak mempunyai tenaga lagi untuk membantu Ibu di dapur, karena perutku sangat lapar tidak diisi makanan dari tadi malam." Jawab Raga dengan ekspresi dramatisnya.


"Dasar pembohong, bilang saja kalau kau malas." Sarkas Valencia pada Raga Kakak keduanya, setelah mengatakan itu Valencia langsung beranjak pergi menuju dapur.


"Ibu Valen datang." Seru Valencia pada Ibu nya.


Risa menatap ke arah Valencia yang telah berada disampingnya. "Anak Ibu sudah bangun rupanya."


"Valen juga sudah mandi." Tambah Valencia pada ucapan Ibu nya.


Valencia mengangguk mengiyakan. "Iya Bu, Kak Luna sudah bangun, mungkin sebentar lagi Kak Luna akan menyusul kesini."


"Bantu Ibu mengangkat sayur dan lauk ini ke meja makan." Pinta Risa pada Valencia.


"Siap Bu." Valencia pun mengambil satu mngkuk yang berisi sayur dan satu piring yang berisi lauk, setelah itu ia pun membawa sayur dan lauk itu ke ruang makan.


"Wah, aromanya sangat enak." Ujar Raga sambil mencium aroma sayur yang telah diletakkan oleh Valencia diatas meja.


Valencia mengabaikan ucapan Kakak kedua nya itu, ia menuju ke arah rak untuk mengambil beberapa peralatan makan.


"Valen, aku dengar teman ditempat kau magang sedang menginap di rumah kita, apa itu benar?" Tanya Raga bersemangat.


"Iya memang benar." Jawab Valencia seadanya sambil meletakkan piring yang ia bawa ke atas meja.


"Kenapa temanmu tidak datang ke ruang makan?" Tanya Raga lagi pada Valencia.


Valencia melihat Luna yang telah masuk ke ruang makan. "Itu Kak Luna telah datang kemari." Otomatis Raga pun membalikkan tubuhnya begitu juga dengan Farel.


"Kak bantu aku menyiapkan peralatan makan." Pinta Valencia pada Luna.


Luna tersenyum mengangguk dan mengabaikan tatapan dari kedua Kakak Valencia.


"Dia cantik sekali." Gumam Raga pelan dengan mata yang masih setia menatap Luna.


"Sepertinya dia sudah memiliki kekasih." Timpal Farel pada Adiknya Raga.


Raga menoleh ke arah Farel. "Semoga saja tidak, aku akan menanyakannya nanti pada Valen."


Risa datang dari dapur membawa nasi serta air minum, tidak lama disusul oleh Valencia dan juga Luna yang membawa gelas dan juga sendok. Valencia dan Luna pun meletakkan gelas serta sendok tersebut diatas meja.


Kemudian Risa duduk disebelah kiri Valencia, sedangkan Luna duduk disebelah kanan Valencia, mereka pun mengambil piring serta sendok, setelah itu mereka mengambil nasi, lauk, serta nasi ke piring mereka.


Setelah makan siang selesai, Valencia dan Luna membantu Risa merapikan kembali meja makan dan juga mencuci peralatan makan.


"Tante, Valen, sepertinya Luna akan langsung pulang ke rumah sekarang." Luna memberitahu pada Valencia dan juga Risa.


"Cepat sekali kau pulang." Ujar Risa pada Luna.


"Tadi Luna mendapat telpon kalau Ibu dan Ayah Luna telah pulang ke rumah, jadi Luna harus pulang sekarang."


Risa mengangguk paham. "Baiklah, hati-hati di jalan Luna."


"Baik Tante, terima kasih atas tumpangannya dan juga mengajak Luna makan siang." Luna mengucapkan terima kasihnya pada Risa.


"Sama-sama Luna, lain kali mampir lagi kemari."


Luna mengangguk. "Pasti Tante. Luna akan mengambil barang milik Luna dulu di kamar Valen."


"Kak Luna sudah mengemas barang milik Kakak?" Tanya Valencia pada Luna.


"Iya, aku sudah mengemas barangku, jadi sekarang aku langsung berangkat saja ke rumah." Jawab Luna pada Valencia.


"Baiklah, Valen dan Ibu akan ke ruang tamu dan Kak Luna mengambil barang milik Kakak di kamar Valen."


Luna mengangguk dan mereka pun berjalan ke luar dapur, Luna menuju kamar Valencia sedangkan Valencia dan Risa menuju ruang tamu.


"Tante, Valen. Luna pulang dulu, sekali lagi terima kasih telah mengizinkan Luna menginap disini." Luna berterima kasih pada Risa.


"Terima kasih juga Luna, karena telah membuat putri Tante terlihat cantik untuk acara peresmian tadi malam." Balas Risa sambil menampilkan senyumnya.


"Sama-sama Tante, sampai jumpa Tante dan juga Valen." Setelah mengatakan itu Luna pun berjalan masuk kedalam mobilnya, setelah itu ia pun melajukan mobilnya dan menuju rumahnya.


...🍁🍁🍁...