The Problem

The Problem
The Problem - Delapan Belas



SelamatMembaca...


...🍁🍁🍁...


Saat ini Valencia sedang duduk di ruang tamu sambil menonton acara televisi bersama Ayah dan Ibu nya. Seperti biasa kedua Kakak nya itu sibuk dengan urusan mereka jadi mereka jarang ada di rumah.


Acara televisi begitu membosankan tidak ada berita yang menarik dan itu membuat Valencia mengantuk.


Valencia melirik ke arah Ayah dan Ibu nya yang begitu fokus menonton, Valencia bingung apa yang menarik dari acara televisi itu hingga membuat Ayah dan Ibu nya sangat fokus menonton televisi.


Valencia menyandarkan tubuhnya pada sofa, tubuh Valencia rasanya lelah sekali, Valencia bersyukur kalau ia masih sehat dan tidak sakit akibat kelelahan.


Valencia sesekali melirik ke arah layar ponselnya, Valencia melihat grup chat whatsapp begitu sepi dan itu membuat Valencia heran, biasanya jam segini chat grup whatsapp selalu ramai.


Valencia meletakkan ponselnya diatas meja dan kembali menonton televisi yang acaranya masih membosankan.


"Valen, bagaimana magangmu hari ini?" Tanya Risa tiba-tiba dengan tatapan masih mengarah pada televisi.


"Seperti biasa aku mengerjakan surat, makan siang bersama Kak Luna, setelah itu menyelesaikan surat lagi baru setelah itu pulang ke rumah." Jelas Valencia pada Ibu nya.


"Apa wanita itu tidak mengganggumu lagi?" Tanya Risa lagi.


Valencia menggeleng pelan. "Tidak Bu, hari ini dia begitu sibuk jadi wanita itu tidak mempunyai waktu untuk menggangguku."


"Syukurlah kalau wanita itu tidak mengganggumu." Ujar Risa.


"Sepertinya Ayah ketinggalan sesuatu. Jadi, Ayah harap salah satu diantara kalian mau memberitahu pada Ayah." Sahut Hery pada Valencia dan Istrinya Risa.


"Ada satu wanita pernah menjebak Valen hingga membuat Valen dipanggil ke sekolah oleh ketua magang." Risa memberitahu pada Hery.


Alis Hery bertaut ketika mendengar ucapan Risa. "Kenapa wanita itu menjebak Valen, apa Valen pernah membuat masalah dengan wanita itu."


"Aku tidak pernah membuat masalah padanya Ayah, padahal kami baru pertama kali berkenalan tapi wanita itu langsung menjebak Valen dalam masalah." Timpal Valen.


"Kenapa wanita itu begitu tega melakukan itu padamu?" Tanya Hery pada Valen.


Valen menggeleng pelan, ia juga tidak tahu apa alasan Helena menjebak dirinya padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun pada wanita itu.


"Valen juga tidak tahu Ayah apa alasan wanita itu menjebak, Valen."


"Kau harus hati-hati dengan wanita itu, Ayah takut jika wanita itu menjebak dirimu dalam masalah lagi." Peringat Hery untuk Valen.


Valencia mengangguk patuh. "Baik Ayah, Valen akan hati-hati."


"Tugas sekolahmu bagaimana? Apa sudah kau kerjakan?" Tanya Risa pada Valencia.


"Masih ada yang belum Bu, tapi tenang saja saat libur nanti Valen akan menyelesaikannya." Jawab Valen.


Risa menyunggingkan senyumnya. "Bagus, kalau tugas sekolah sudah selesai jadi kau bisa fokus untuk magang saja."


Valencia memang berniat untuk menyelesaikan tugas sekolahnya saat libur nanti, karena ia juga ingin fokus magang tanpa harus dibayangi oleh tugas sekolah.


Pikiran Valencia terlempar saat ia dan Luna berbicara tentang CEO pengganti mereka saat makan siang tadi.


Valencia masih ragu kalau wajah CEO pengganti itu tidak pernah terekspos dimana pun, dari pada ia terus penasaran Valencia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi instagramnya dan mulai mengetik nama Felix Reynand Aldebaran di pencarian.


Ternyata hasilnya nihil, Valencia tidak menemukan instagram milik Pak Felix, Valencia pun mencari instagram milik Rafael siapa tahu dirinya akan menemukan instagram Pak Felix di pengikut instagram milik Rafael.


Tidak heran lagi kalau instagram Rafael mempunyai banyak pengikut yaitu 2M yang berarti 2 juta, apalagi Rafael tampan pasti banyak para wanita yang mengikuti serta penasaran dengan kehidupan seorang Rafael Aldebaran.


Valencia pun mencari di pengikut Rafael selama beberapa menit dan sayang sekali Valencia belum menemukan juga instagram milik Pak Felix.


Valencia tidak menyerah ia pun mulai mencari di google dan juga di pinterest, tapi lagi dan lagi hasilnya tetap sama Valencia masih belum menemukan foto Pak Felix.


Valencia menghela napas menyerah karena ia tidak menemukan instagram atau pun foto Pak Felix.


Sepertinya Valencia harus percaya sekarang kalau wajah Pak Felix memang tidak pernah terekspos dimana pun bahkan Rafael pun tidak pernah mengunggah foto bersama Kakaknya.


Valencia kembali membuka instagram milik Rafael dan menatapnya sejenak, Valencia melihat hanya ada 5 foto yang Rafael unggah di feed instagramnya dan itu pun hanya foto Rafael sendirian.


Mata Valencia terbelalak ketika tangannya tanpa sadar menekan tanda follow, Valencia refleks melempar ponselnya untung saja Ayah dan dan Ibu nya tidak menyadari kalau ia telah melempar ponsel miliknya.


Valencia takut kalau Rafael menyadari kalau dirinya mengikuti instagram pria itu, tapi setelah dipikir-pikir bisa saja Rafael tidak menyadarinya, mengingat pasti banyak orang yang juga mengikuti instagram pria itu setiap harinya.


"Valen, kau tidak tidur?" Tanya Risa pada Valencia.


"Iya Bu, Valen akan pergi tidur, selama malam." Setelah mengucapkan selamat malam pada Ayah dan Ibu nya Valencia pun beranjal dari sofa, tidak lupa ia mengambil ponsel miliknya yang ada dilantai, setelah itu Valencia pun segera pergi menuju kamarnya.


Valencia merebahkan dirinya diatas kasur empuk miliknya, Valencia memainkan ponselnya dan ia melihat ada banyak notif grup chat di whatsappnya.


...Girls Squad...


Bella : Hallo.


Bella : Tumben banget grup sepi.


Bella : Ayo ramaikan grup.


Bella : Apa kalian semua sedang sibuk?


Joana : Bella pasti lagi gabut.


Clara : Dari pada gabut lebih baik gunakan waktu untuk mengerjakan tugas sekolah.


Bella : Sejak kapan seorang Clara memperdulikan tugas sekolahnya.


Clara : Sejak tadi.


Joana : Astaga, aku lupa kalau kita juga diberi tugas oleh guru di sekolah.


Bella : Aku tidak mengerti kenapa guru masih saja memberikan tugas, padahal kita sedang melaksanakan magang.


Clara : Itu karena kita masih berstatus pelajar, seorang pelajar tidak luput dari tugas sekolah.


Valencia : Kalian masih saja suka berdebat.


Joana : Akhirnya Valencia muncul, kau dari mana saja?


Valencia : Aku sedang sibuk mencari sesuatu, jadi aku baru bisa membuka grup whatsapp sekarang.


Bella : Kau sedang mencari apa Valen?


Clara : Pasti mencari tugas, kalian tahu bukan diantar kita berempat hanya Valen yang rajin mengerjakan tugas.


Valencia terkekeh pelan melihat chat dari Clara, padahal dirinya sedang sibuk mencari tahu wajah CEO pengganti bukan sibuk mencari tugas.


Valencia : Ya, aku sedang mencari tugas.


Joana : Valen memang murid teladan.


Bella : Bagus Valen, kau harus rajin mencari tugas agar aku bisa menyalin tugas milikmu.


Clara : Astaga Bella idemu cemerlang sekali.


Joana : Kalian memang suka sekali menyalin tugas milik Valen.


Clara : Kau juga Joe.


Valencia : Sudahlah berhenti berdebat, lebih baik kita berbagi cerita tentang apa saja yang kuta lakukan hari ini ditempat magang.


Bella : Hari ini aku hanya bersantai ditempa magang.


Clara : Aku malah sibuk menyortir mana surat yang penting dan mana surat yang harus dibuang.


Joana : Aku hari ini malah sibuk menjurnal surat keluar.


Valencia : Hanya Bella yang bersantai yang lainnya begitu sibuk.


Bella : Kau Valen, apa kau juga sibuk seperti Clara dan Joe.


Valencia : Bisa dibilang Iya.


Bella : Kenapa kalian semua begitu sibuk, sedangkan aku hanya bersantai.


Clara : Berarti kau beruntung karena tidak mendapatkan tugas.


Bella : Padahal aku juga ingin sibuk seperti kalian.


Valencia : Apa kalian sudah bertemu dengan CEO ditempat kalian magang.


Clara : Sudah dan dia sudah tua.


Joana : Clara kau jujur sekali.


Bella : Aku tidak perlu menjawab karena kalian pasti sudah tahu siapa CEO ditempatku magang.


Tentu saja Valencia tahu siapa CEO ditempat Bella magang yaitu Ayah Bella sendiri, jadi pertanyaannya barusan hanya ditujukan untuk Clara dan Joana.


Valencia : Aku mengira kalau CEO kalian muda.


Joana : Tidak, andai saja CEO ditempat kami magang itu masih muda, mungkin aku akan berusaha untuk membuat CEO ditempat kami magang itu terpesona padaku.


Clara : Astaga Joe ingat umur.


Bella : Joana sepertinya sangat suka dengan sugar daddy.


Valencia hanya bisa menggeleng pelam saat membaca chat Joana, sahabatnya itu memang kerap kali berkata seperti itu, padahal Valencia yakin kalau Joana pasti tidak mungkin melakukan seperti yang diucapkannya.


Valencia : Sepertinya aku harus segera tidur, selamat malam.


Bella : Aku juga ingin pergi tidur, selamat malam.


Joana : Selama malam kalian semua.


Clara : Selamat malam.


Setelah membaca isi chat itu Valencia pun mematikan sambungan data ponselnya dan mengangtifkan mode diam agar ponselnya itu tidak mengeluarkan suara dan tidak mengganggu waktu tidurnya.


Valencia pun mencari posisi yang nyaman setelah itu Valencia pun memejamkan mata dan mulai memasuki alam mimpi.


...🍁🍁🍁...