The Problem

The Problem
The Problem - Tiga Puluh Enam



SelamatMembaca...


...🍁🍁🍁...


Suasana didalam aula begitu ramai karena banyak para tamu dan juga kolega yang telah datang, Valencia mengira kalau dirinya dan Luna akan melewatkan kata sambutan mengingat mereka baru sampai ke sini jam tujuh malam lewat.


Seingat Valencia kemarin aula masih kosong tidak ada dekorasi apapun, sepertinya baru hari ini aula tersebut didekorasi. Mungkin karena dekorasinya simple, jadi para petugas dekorasi memutuskan untuk hari ini saja mendekorasinya tidak dari jauh hari pikir Valencia dalam benaknya.


Valencia merasa risih saat beberapa pasang mata pria menatap ke arahnya dengan tatapan penuh arti, rasanya Valencia ingin mencongkel kedua mata mereka, agar mereka berhenti menatap ke arahnya dengan tatapan seperti itu.


Mata Valencia yang sedari tadi sibuk melihat para tamu, kini beralih ke arah makanan dan minuman yang telah tertata rapi diatas meja. Entah kenapa rasa lapar datang menghampiri Valencia, padahal sebelum datang kesini ia dan Luna telah makan.


Dengan cepat Valencia mengalihkan tatapannya ke arah lain, ia tidak ingin dirinya khilaf mengambil makanan atau pun minuman itu, mengingat acara masih belum dimulai.


Sedari tadi Valencia tidak menemukan keberadaan sahabatnya, mungkin saat ini sahabatnya itu sedang dalam perjalanan menuju kemari.


"Valen, dugaanku benar bukan kalau kau akan menjadi pusat perhatian para pria, dari tadi aku melihat beberapa pasang mata pria sedang mencuri pandang ke arahmu." Bisik Luna yang berada tepat disebelah kanan Valencia.


Jujur saja Valencia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian apalagi menjadi pusat perhatian oleh para pria, rasanya Valencia ingin keluar dari aula dan pulang ke rumah saja.


"Tapi, Valen merasa risih Kak, karena Valen tidak terbiasa menjadi pusat perhatian." Jujur Valencia pada Luna.


"Kalau kau merasa risih, kau tinggal balas saja tatapan para pria itu dengan tatapan sinis atau tajam, aku jamin para pria itu akan berhenti menatapmu." Suruh Luna pada Valencia.


Sepertinya saran dari Luna patut dicoba, ketika Valencia tidak sengaja melihat ada pria yang menatap ke arahnya, Valencia pun membalas tatapan pria itu dengan tatapan tajam dan pria itu pun langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain.


Valencia menoleh ke arah Luna. "Terima kasih sarannya Kak, saran Kak Luna begitu akurat."


"Sama-sama Valen, itu karena aku belajar dari pengalaman." Balas Luna dengan tatapan lurus kedepan.


Valencia pun kembali mencari keberadaan sahabatnya tapi hingga saat ini ia tidak melihat tanda kalau sahabatnya sudah sampai kesini.


"Aku lihat, dari tadi kau seperti sedang mencari seseorang, kau sedang mencari siapa?" Tanya Luna dengan alis terangkat.


"Valen sedang mencari sahabat Valen, mereka bilang kalau mereka juga diundang ke acara peresmian ini." Valencia menjawab pertanyaan Luna.


"Wah, kau harus mengenalkanku pada sahabatmu." Pinta Luna pada Valencia.


Valencia hanya tersenyum mengangguk membalas ucapan Luna, sebenarnya ia memang sudah berencana untuk mengenalkan Luna pada sahabatnya.


"Valen, kau kah itu?"


Mendengar suara seseorang menyebutkan namanya, otomatis membuat Valencia berbalik, senyum sumringah terbit dibibir Valencia ketika tahu pemilik suara itu adalah Joana sahabatnya.


"Hai Joe, aku dari tadi menunggu kedatangan kalian." Ujar Valencia pada Joana.


"Valen, kau tidak ingin menyapaku juga." Sahut Bella yang ada disebelah Joana.


Tatapan Valencia beralih ke arah Bella. "Hai Bella, kau malam ini terlihat cantik."


"Sepertinya kalimat pujian yang kau lontarkan itu lebih cocok untuk dirimu sendiri, Valen. Balas Bela pada Valencia.


"Ya Bella benar, kalimat pujian itu lebih cocok untuk dirimu sendiri, kau malam ini sangat cantik dan juga..." Joana menjeda ucapannya sambil menatap Valencia dari ujung kepala sampai ujung kaki, "Terlihat sangat seksi." Joana melanjutkan ucapannya.


"Astaga, aku malu mendengarnya." Valencia menutupi kedua pipinya untuk menyembunyikan rona merah dipipinya.


"Siapa orang yang telah membuatmu menjadi secantik ini? Aku yakin ada seseorang yang membantumu untuk merias wajahmu, mengingat kau tidak bisa memakai make up jadi rasanya tidak mungkin kau merias wajahmu sendiri." Tanya Bella pada Valencia.


Valencia hampir saja lupa untuk mengenalkan Luna pada dua sahabatnya yang datang malam ini.


"Perkenalkan ini Kak Luna teman satu ruanganku, riasan diwajahku ini adalah hasil dari tangan Kak Luna." Valencia memberitahu diakhir ucapannya.


"Halo Kak, saya Bella Larasati." Bella memperkenalkan nama lengkapnya pada Luna.


Luna menyunggingkan senyumnya pada kedua sahabat Valencia. "Halo aku Luna Sasmitha, senang bisa berkenalan dengan kalian."


"Kami berdua juga senang bisa berkenalan dengan Kakak, sepertinya Kak Luna pandai dalam hal make up." Puji Bella diakhir ucapannya pada Luna.


"Make up Kakak berhasil membuat Valencia tampak berbeda, bahkan kami sulit mengenali apakah itu memang Valencia atau bukan." Timpal Joana pada ucapan Bella.


"Jujur aku tidak terlalu pandai, aku hanya mempraktekkan cara make up yang sering aku lihat di youtube pada Valencia dan aku tidak menyangka kalau hasilnya akan memuaskan." Ujar Luna pada Bella dan Joana.


Valencia tersenyum melihat sahabatnya dan juga Luna begitu mudah akrab. "Sebenarnya ada satu sahabat lagi yang belum aku kenalkan dengan Kak Luna karena ia tidak ikut ke acara ini."


Luna menoleh ke arah Valencia dan membalas senyumnya. "Mungkin, lain kali aku bisa berkenalan dengan satu sahabatmu itu."


"Karena malam ini kita berempat telah tampil begitu cantik, bagaimana kalau kita berfoto bersama." Ajak Bella pada Joana, Luna dan Valencia.


Joana mengangguk antusias menyetujui ajakan Bella. "Tentu saja, sangat disayangkan jika kita sudah cantik seperti ini tidak mengambil beberapa foto."


Bella pun mengambil ponselnya didalam tas kecil miliknya dan ia langsung membuka aplikasi kamera. Tidak lupa Bella mengatur kameranya terlebih dahulu menjadi kamera depan serta mengatur timer nya tiga detik.


Mereka pun mengambil beberapa foto dengan pose yang berbeda-beda tentunya dan menghiraukan beberapa pasang mata yang menatap ke arah mereka berempat.


Bella tersenyum sumringah melihat hasil foto mereka berempat begitu bagus, ingatkan dirinya ketika sampai di rumah nanti, untuk mengunggah hasil foto ini ke instagram pribadi miliknya.


"Valen, ayo berpose aku akan mengambil beberapa foto untukmu." Suruh Bella pada Valencia.


"Tidak perlu Bella, kita berfoto berempat tadi saja sudah cukup." Tolak Valencia secara halus.


"Aku tidak menerima penolakan, kau tinggal berpose saja, sisanya serahkan saja padaku." Bella pun mulai mengatur kamera ponselnya menjadi kamera belakang.


Valencia pun mulai berpose, foto pertama ia menampilkan senyum terbaiknya, foto kedua ia kembali tersenyum yang menampilkan jejeran giginya yang putih, foto yang kedia ia menampilakan ekspresi datarnya.


Bella pun melihat hasil foto yang ia ambil, Bella tersenyum puas karena semua hasil fotonya bagus. "Valen, aku suka ekspresimu difoto terakhir, kau harus mengunggah foto tersebut di instagram pribadimu."


Bella melihat satu notif whatsapp yaitu dari Ayah nya, Bella pun langsung membuka aplikasi whatasapp dan mulai membacanya.


Ayah❤️


Bella cepat kemari, Ayah ingin mengenalkanmu pada beberapa kenalan Ayah yang kebetulan juga di undang ke acara ini.


"Valen, sepertinya kita harus berpisah sekarang, karena aku harus menghampiri Ayah ku." Bella memberitahu pada Valencia.


Valencia mengangguk paham. "Tak apa, semoga kalian menikmati acara disini, sampai jumpa."


Bella tersenyum ke arah Valencia dan juga Luna. "Baiklah, Valen dan Kak Luna, Bella pergi dulu, sampai jumpa. Ayo, Joe kita pergi ke Ayahku sekarang."


"Sampai jumpa Valen, Kak Luna semoga lain kali kita dapat bertemu lagi, sampai jumpa." Sahut Joana kembali membuka suaranya.


Setelah mengatakan itu Bella dan Joana pun pergi meninggalkan, Valencia dan Luna.


"Sahabatmu begitu baik, terima kasih karena kau telah mengenalkanku pada sahabatmu." Ujar Luna pada Valencia.


Valencia tersenyum mengangguk. "Sama-sama Kak."


"Valen, ayo kita berfoto berdua sebagai kenang-kenangan." Ajak Luna pada Valencia.


Valencia kembali mengangguk tanda mengiyakan ajakan Luna. "Baik Kak, ayo kita berfoto berdua."


Luna pun mengambil ponselnya yang ada didalam dompet miliknya, ia pun membuka aplikasi kamera dan mulai mengambil beberapa foto dengan Valencia.


...🍁🍁🍁...