
SelamatMembaca...
...🍁🍁🍁...
Tidak terasa hari sabtu telah tiba, itu tandanya
Valencia libur melaksanakan magang. Valencia melaksanakan magang hanya lima hari yaitu senin sampai jum'at, sedangkan sabtu dan minggu libur.
Seperti biasa ketika hari libur Valencia akan bangun kesiangan, setelah bangun ia merapikan tempat tidurnya, membersihkan isi rumah dan juga membantu Ibu nya memasak.
Tidak lupa Valencia juga mencuci motor beat kesayangannya agar bersih, karena setiap hari sabtu adalah jadwal Valencia untuk mencuci motornya.
Saat ini Valencia sedang duduk diatas sofa ruang tamu, karena ia sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, membantu Ibu nya memasak, serta mencuci motornya, jadi ia dapat duduk santai sambil mengistirahatkan tubuhnya yang penat.
Sepertinya hari ini Valencia memutuskan hanya diam di rumah sekaligus tidur siang tidak pergi kemana pun, ia harus mengistirahtkan tubuhnya agar ia tidak kelelahan untuk datang ke acara peresmian CEO baru tempat ia magang.
Mengingat acara nanti malam membuat Valencia gugup, karena sebelumnya ia tidak pernah menghadiri acara besar seperti itu, ditambah lagi akan ada banyak orang yang datang ke acara itu membuat Valencia semakin gugup.
Disana pasti Valencia akan bertemu dengan Rafael, mengingat wajah Rafael saja sudah membuat Valencia kesal apalagi melihat wajah Rafael secara langsung.
Ditambah lagi Rafael membuat dirinya teringat akan hutangnya pada pria itu, yang sampai saat ini belum bisa Valencia lunasi, karena uangnya baru terkumpul seratus ribu, sedangkan hutangnya pada Rafael lima ratus ribu, jadi Valencia harus mengumpulkan sebanyak empat ratus ribu lagi agar ia bisa melunasi hutangnya pada pria itu.
Satu lagi, Valencia juga akan melihat sang CEO, pria kurang ajar yang mencium tangannya di kedai tempo lalu, ditambah lagi Valencia harus menerima fakta kalau pria itu adalah Kakak nya Rafael, yang keduanya memiliki satu sikap yang sama yaitu menyebalkan.
Valencia juga sudah sangat terlambat membatalkan untuk ikut ke acara nanti malam, apalagi tadi malam ia mendapat whatsapp dari Luna kalau wanita itu telah menemukan gaun yang cocok untuk ia kenakan nanti malam.
"Valen, hari ini kau tidak pergi ke kedai?" Tanya Risa yang kini duduk disamping Valencia.
Valencia menggeleng pelan. "Tidak Bu, hari ini Valen hanya ingin di rumah saja."
Risa mengernyit heran, karena tidak biasanya Valencia hari libur hanya diam di rumah, biasanya ketika hari libur putrinya itu akan membantu suaminya di kedai.
"Tumben, biasanya kau akan pergi ke kedai karena tidak betah terlalu lama diam di rumah."
"Valen hanya ingin istirahat, karena nanti malam Valen harus pergi ke acara peresmian CEO baru tempat magang Valen." Valen membalas ucapan Ibu nya.
Mendengar ucapan Valencia membuat Risa tersenyum sumringah. "Benarkah kau akan ikut ke acara peresmian CEO itu nanti malam."
Valencia mengangguk meyakinkan. "Iya Bu, karena Kak Luna terus memaksaku untuk ikut, bahkan Kak Luna juga meminjamkan gaun miliknya untuk Valen, jadi Valen tidak enak kalau menolak ajakan Luna."
Risa bersyukur, karena putrinya mendapatkan teman yang baik ditempat magang. "Ternyata Luna memang orang baik, bahkan ia mau meminjamkan gaun nya untukmu."
Valencia tersenyum. "Iya Bu, Kak Luna memang baik dan Valen beruntung bisa mengenal orang sebaik Kak Luna."
"Jadi, acara nanti malam mulai jam berapa?" Tanya Risa pada Valencia.
"Jam tujuh Bu, tapi Kak Luna datang kesini jam lima sore untuk mendandani Valen." Jawab Valencia pada Risa.
"Pergilah ke kamar istirahat." Suruh Risa.
"Baik Bu, Valen akan pergi ke kamar istirahat." Setelah mengatakan itu Valencia pun beranjak dari sofa dan pergi menuju kamar nya.
Sesampainya di kamar Valencia langsung mengambil ponsel miliknya diatas nakas dan kemudian ia merebahkan dirinya ke atas kasur empuk miliknya.
Tring...
Satu notif whatsapp grup muncul dilayar ponsel Valencia, langsung saja Valencia membuka aplikasi whatsapp dan membaca isi chat tersebut.
...Girls Squad...
Bella : Halo guys.
Bella : Ayo kita ngumpul.
Bella : Rasanya sudah lama kita tidak ngumpul.
Bella: Terakhir kali kita ngumpul, ketika di rumah Valen tempo lalu.
Joana : Padahal aku juga berniat ingin mengajak kalian ngumpul.
Joana : Mumpung hari ini adalah hari libur, aku ingin mengahabiskan waktu bersama kalian.
Clara : Aku rindu dengan celotehan kalian ketika membahas gosip, ay**o kita mengahabiskan waktu bersama hari ini.
Clara : Jadi, kita akan pergi ke mana hari ini?
Bella : Bagaimana kalau kita pergi ke kedai milik Ayah Valen saja.
Joana : Aku setuju, sudah lama kita tidak pergi ke kedai milik Ayah Valen.
Clara : Sudah lama juga aku tidak mencicipi kue buatan Ayah Valen.
Bella : Valencia apa kau setuju kita pergi ke kedai milik Ayah mu.
Bella : Aku tahu kalau kau sedari tadi menyimak chat grup ini.
Valencia menghela napas pelan, sepertinya hari ini ia akan mengurungkan niatnya untuk tidur siang, karena sahabatnya mengajak untuk pergi ke kedai milik Ayah nya.
Mengingat mereka sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama, jadi Valencia tidak enak untuk menolak, ditambah lagi Valencia juga merindukan celotehan sahabatnya.
Valencia : Aku setuju. Jadi, kita kapan pergi?
Bella : Tentu saja sekarang.
Joana : Baiklah, aku akan bersiap-siap.
Clara : Aku juga akan siap-siap.
Valencia : Sampai jumpa di kedai guys.
Valencia pun menutup aplikasi whatsapp nya dan beranjak dari atas kasur, Valencia pun membuka lemarinya untuk mencari pakaian yang akan ia kenakan untuk pergi ke kedai.
Valencia pun sudah selesai mengganti pakaiannya, ia memakai kemeja putih polos dipadukan dengan sweater polos berwarna lilac dan juga ia memakai rok putih diatas lutut.
Valencia menguncir rambutnya agar tidak gerah, tidak lupa Valencia memakai tas kecil berwarna lilac juga dan memasukkan ponsel serta dompet miliknya kedalam tas tersebut, setelah itu ia memakai kaos kaki dan juga sepatu berwarna putih.
Valencia melihat pantulan dirinya di depan cermin yang berukuran besar, Valencia tersenyum melihat penampilannya yang sempurna.
Tanpa membuang waktu lagi Valencia pun keluar dari kamarnya, sambil memutar kunci motor yang ada ditangan kanannya.
"Valen, kau ingin pergi kemana? Bukan kah kau hari ini hanya ingin diam di rumah?" Tanya Risa yang masih duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.
"Valen ingin pergi ke kedai Ayah Bu, karena sahabat Valen mengajak pergi kesana, Valen tidak enak menolak ajakan mereka." Jawab Valencia pada Ibu nya.
Risa menyunggingkan senyumannya. "Baiklah, hati-hati di jalan Valen."
Valencia mengangguk dan membalas senyuman Risa. "Siap Bu, Valen pergi dulu, mungkin jam tiga sore Valen akan kembali."
Setelah mengatakan itu Valencia pun meninggalkan ruang tamu dan menuju pintu keluar, tidak lupa sebelum berangkat Valencia menggunakan helm terlebih dahulu, baru setelah itu ia menyalakan mesin motornya dan melajukan motor tersebut ke kedai milik Ayah nya.
...🍁🍁🍁...