The Problem

The Problem
The Problem - Tiga Puluh Dua



SelamatMembaca...


...🍁🍁🍁...


Valencia mengambil ponsel miliknya dalam tas, ia ingin melihat bagaimana hasil foto yang mereka ambil tadi, langsung saja Valencia membuka aplikasi whatsapp dan membuka grup.


Senyum kecil terbit dibibir Valencia ketika melihat foto dirinya bersama sahabatnya, hasil fotonya bagus mungkin ia akan mengunggah salah satu foto itu ke instagram pribadi miliknya.


Valencia pun memasukkan ponsel miliknya kembali kedalam tas dan kini ia menatap ke arah sahabatnya, ada yang sibuk memainkan ponsel, ada yang sibuk memakan kue dan juga ada yang sibuk menikmati minumannya.


"Maaf, sepertinya hari ini aku tidak bisa lama dengan kalian, karena jam tiga sore nanti aku harus pulang." Valencia memberitahu pada sahabatnya.


"Tumben sekali, apa kau ada acara di rumah?" Tanya Clara pada Valencia.


Valencia menggeleng pelan. "Tidak ada, nanti malam aku akan pergi ke acara peresmian CEO Aldebaran Company."


Mendengar ucapan Valencia membuat Bella menepuk dahinya pelan. "Astaga, aku hampir lupa kalau nanti malam acara peresmian Aldebaran Company, perusahaan Ayah ku juga diundang ke acara itu."


"Jadi, kau akan datang juga ke acara itu?" Tanya Joana pada Bella.


Bella mengangguk antusias. "Tentu saja aku ikut, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat secara langsung ketampanan seorang CEO baru Aldebaran Company. Astaga aku tidak sabar untuk datang ke acara nanti malam, melihat foto nya saja aku sudah ingin pingsan apalagi nanti melihat secara langsung."


Mendengar ucapan Bella membuat Valencia memutar mata pelan, menurutnya sikap Bella itu terlalu berlebihan, andai saja Bella mengetahui kalau sikap CEO baru Aldebaran Company itu tidak setampan seperti wajahnya.


"Bella kau terlalu berlebihan." Timpal Clara pada ucapan Bella.


"Itu tidak berlebihan, tapi itu memang faktanya kalau ketampanan CEO baru ditempat Valencia magang membuatku ingin pingsan." Ujar Bella membela dirinya.


"Valen memang beruntung magang di Aldebaran Company, setiap kali Valen masuk magang ia akan diberi banyak asupan wajah pria tampan." Timpal Joana sambil membayangkan wajah pria tampan yang ada di Aldebaran Company.


"Valen selama magang disana selalu diganggu oleh karyawan di ruangannya, dan kau bilang Valen beruntung bisa magang disana." Balas Clara pada ucapan Joana.


Ekspresi Joana berubah menjadi sedih. "Maaf, aku melupakan itu."


"Valen, apa kau sudah bertatap muka secara langsung dengan CEO barumu?" Tanya Bella pada Valencia.


Tentu saja Valencia sudah bertatap muka secara langsung dengan CEO baru ditempat ia magang, bahkan mereka bertemu sebelum Valencia mengetahui fakta kalau orang yang lancang mencium tangannya itu adalah CEO baru ditempat ia magang yaitu Aldebaran Company.


Mengingat kejadian itu membuat Valencia malu sekaligus marah, disatu sisi Valencia malu karena itu untuk pertama kalinya seorang pria mencium tangannya. Disatu sisi lagi ia marah karena pria itu begitu lancang langsung mencium tangannya tanpa izin dan itu dihadapan orang.


Valencia menyesal karena ia memilih langsung pergi dan tidak menampar wajah CEO baru itu terlebih dahulu untuk melampiaskan amarahnya.


"Ya, aku sudah bertatap muka secara langsung dengan CEO baru itu." Jawab Valencia dengan tidak bersemangat.


"Astaga, pasti sangat tampan bukan." Ujar Bella begitu antusias.


"Ya, lumayan tampan." Balas Valencia pada ucapan Bella.


"Aku ingin juga dapat bertatap muka secara langsung dengan CEO Aldebaran Company. Tapi, sayang sekali aku tidak mempunyai undangannya agar bisa masuk kesana." Seru Joana pada sahabatnya.


"Kau datang saja bersamaku, nanti ketika disana aku akan mengatakan kalau kau kerabatku pasti penjaga disana akan mengizinkanmu masuk." Ujar Bella pada Joana.


Mendengar ucapan Bella membuat mata Joana berbinar. "Bella kau baik sekali, kau memang dewi penolongku."


Clara menggeleng pelan tanda menolak tawaran Bella. "Tidak, aku hanya ingin tidur saja di rumah."


"Sayang sekali kau tidak ingin datang." Ujar Joana pada Clara.


"Valen, kita bisa pergi kesana bersama." Seru Bella girang pada Valencia.


"Maaf, sepertinya aku tidak bisa pergi bersama kalian, karena aku pergi bersama Kak Luna." Valencia memberitahu pada Bella.


Bella menyunggingkan senyumnya. "Tidak apa, kita masih bisa bertemu diacara nanti."


Suasana kembali hening tidak ada lagi yang berbicara, tapi suasana hening itu tidak akan bertahan lama, pasti salah satu dari sahabat Valencia akan kembali memulai pembicaraan.


"Apa kalian tahu kalau Pak Felix juga mempunyai Adik yang juga tidak kalah tampan." Bella memberitahu dengan antusias.


"Iya aku tahu, kalau tidak salah namanya Rafael bukan, katanya dia kuliah sudah semester akhir." Timpal Joana yang juga ikut antusias.


Benar bukan dugaan Valencia kalau mereka tidak bisa hanya diam sebentar, pasti setelah itu akan ada hal lain yang akan dibahas oleh sahabatnya itu.


Tapi, bahasan sahabatnya kali ini membuat ekspresi Valencia berubah menjadi masam, pasalnya mereka membahas Adiknya Pak Felix yaitu Rafael.


"Dari mana kau tahu informasi itu?" Tanya Clara pada Joana.


"Tentu saja dari berita yang ku baca di internet dan aku juga memfollow instagram pribadi milik Rafael." Jawab Joana pada Clara.


Mata Valencia membulat sempurna ketika tahu kalau Joana juga mengikuti instagram milik Rafael, Valencia berharap kalau sahabatnya itu tidak mengetahui kalau dirinya juga memfollow instagram milik Rafael.


Apalagi kalau sampai mereka tahu, Rafael memfollback instagram pribadi miliknya, pasti sahabatnya itu akan heboh dan juga menuntut penjelasan mengapa Rafael bisa memfollback instagram miliknya, padahal ia sendiri juga tidak tahu mengapa Rafael memfollback instagram pribadi miliknya.


"Valen, apa kau juga sudah pernah bertemu secara langsung dengan Rafael?" Tanya Bella pada Valencia.


Valencia diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Bella. Aakah ia harus menjawab jujur, kalau dirinya sudah bertemu dengan Rafael bahkan sampai berhutang dengan pria itu, atau Valencia memilih berbohong saja pada sahabatnya.


Valencia menggeleng pelan. "Aku tidak pernah bertemu dengan Rafael."


Sepertinya berbohong adalah jawaban yang terbaik, Valencia berharap semoga sahabatnya itu tidak akan marah, jika suatu saat nanti mereka mengetahui fakta kalau jawabannya saat ini bohong.


"Benarkah, apa Rafael tidak pernah mengunjungi Aldebaran Company saat kau magang?" Tanya Joana pada Valencia.


Valencia menghela napas pelan, sepertinya kali ini Valencia harus berbohong lagi. "Selama aku magang, aku tidak pernah melihat Rafael datang mengunjungi Aldebaran Company." Jawab Valencia sambil menampilkan ekspresi meyakinkannya.


"Sayang sekali, aku kira kau juga sudah bertemu dengan Rafael." Ujar Joana sambil menopang dagu.


"Mungkin Rafael sedang sibuk mengurus kuliahnya jadi ia tidak terlihat mengunjungi Aldebaran Company." Sahut Bella.


"Sudahlah, berhenti membahas pria, aku tidak bisa ikut dengan pembahasan kalian." Keluh Clara pada sahabatnya.


Joana menyengir menampilkan jejeran giginya yang putih. "Maaf Clara, kalau kami hanya membahas pria."


...🍁🍁🍁...