The Problem

The Problem
The Problem - Empat Puluh Satu



SelamatMembaca...


...🍁🍁🍁...


Valencia telah sampai di parkiran dan ia tidak menemukan keberadaan Luna di parkiran tersebut, sepertinya Luna masih dalam perjalanan menuju parkiran.


Valencia melihat sekeliling parkiran yang lumayan ramai, sepertinya ada beberapa tamu juga yang memutuskan untuk pulang lebih dulu.


Tatapan Valencia beralih ke arah jam yang ada di tangan kiri nya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 23.45 pantas saja ada beberapa tamu yang memutuskan untuk pulang.


Mata Valencia kini menatap ke arah pintu masuk Aldebaran Company, Valencia melihat Luna sedang berjalan menuju ke arah nya, sepertinya acara didalam memang mulai membosankan, hingga Luna memutuskan untuk pulang.


"Kakak yakin ingin pulang sekarang." Ujar Valencia pada Luna.


Luna mengangguk yakin. "Iya, kita pulang sekarang, lagi pula aku juga sudah kenyang, jadi aku tidak mempunyai alasan lagi untuk bertahan diacara itu."


Setelah mengatakan itu Valencia dan Luna pun masuk ke dalam mobil, setelah mereka masuk ke dalam mobil, Luna pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah Valencia.


Tidak jauh dari parkiran tadi, seseorang tengah menatap kepergian Valencia dan juga Luna, ketika mobil milik Luna sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya, baru lah pria itu masuk ke dalam Aldebaran Company.


Membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk Valencia dan Luna sampai di rumah Valencia, mereka pun ke luar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Untung saja Valencia membawa kunci cadangan untuk membuka pintu, jadi ia tidak perlu berteriak pada orang rumah untuk membukakan pintu untuknya.


Valencia melihat keadaan rumah nya yang begitu sepi dan juga minim cahaya. sepertinya Ibu, Ayah, dan juga kedua Kakak nya sudah tidur di kamar mereka masing-masing. Dengan pelan Valencia dan Luna berjalan menuju kamar Valencia, agar kedatangan mereka tidak membangunkan orang rumah.


Setelah sampai di kamar Valencia membersihkan dirinya yang terasa lengket, baru setelah itu Luna yang akan membersihkan dirinya.


Kini Valencia sedang duduk di atas sofa dengan piyama tidurnya. Sedangkan Luna, wanita itu sedang membersihkan dirinya di dalam kamar mandi pribadi milik Valencia.


Valencia mengambil ponselnya di dompet yang ia bawa ke acara tadi, ia melihat banyak notif whatsapp dari Bella, pasti itu foto mereka saat di acara tadi. Langsung saja Valencia membuka aplikasi whatsapp dan mengunduh foto yang dikirim Bella tersebut.


Valencia melihat satu per satu foto yang di kirim oleh Bella barusan, ia tersenyum melihat foto mereka yang hasil nya sangat bagus. Valencia pun kembali menggeser foto mereka dan ia melihat ada foto nya yang hanya seorang diri, Valencia hampir lupa kalau tadi Bella memaksanya untuk mengambil foto hanya seorang diri.


Valencia mengirim foto mereka tadi ke whatsapp milik Luna, siapa tahu Luna juga ingin mengunggah foto mereka tadi ke instagram pribadi wanita itu.


"Kau sedang melihat apa?" Tanya Luna yang telah ke luar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk.


Mata Valencia yang semula menatap ke layar ponsel beralih menatap ke arah Luna. "Valen sedang melihat foto kita di acara tadi."


"Jangan lupa kirim ke whatsapp ku." Luna mengingatkan Valencia.


"Valen sudah mengirim foto kita tadi ke whatsapp Kak Luna." Valencia memberitahu pada Luna.


Luna mengambil piyama tidur miliknya di dalam tas besar yang ia bawa tadi. "Bagus, ingatkan aku untuk mengunggah foto kita tadi ke instagram." Setelah mengatakan itu Luna pun berjalan ke kamar mandi untuk memakai piyama tidur nya.


Benar bukan kalau Luna akan mengunggah foto mereka tadi ke instagram, untung saja Valencia sudah mengiring foto mereka tadi ke whatsapp Luna.


Valencia menutup aplikasi whatsapp nya kemudian ia beralih membuka aplikasi instagram miliknya. Valencia menatap sejenak instagram miliknya, disana tidak ada foto profil atau pun unggahan foto.


Valencia mulai mencari foto yang bagus untuk menjadi foto profil instagram nya, setelah beberapa menit mencari akhir nya Valencia menemukan foto yang bagus untuk dijadikan foto profil instagramnya, Valencia pun mengklik foto tersebut dan akhirnya foto profil instagram miliknya tidak kosong lagi.


Valencia mencari foto lagi untuk ia unggah ke instagram miliknya, pertama Valencia meunggah foto dirinya dan sahabatnya saat di kedai milik Ayah nya tadi, kedua Valencia mengunggah foto mereka saat di acara tadi, ketiga Valencia mengunggah foto dirinya sendiri di kedai, ke empat Valencia meunggah foto dirinya sendiri saat di acara tadi.


Total foto yang Valencia unggah di instagram miliknya adalah empat, padahal Valencia juga ingin mengunggah foto dirinya bersama Luna di acada tadi, tapi Luna belum mengirim foto mereka ke instagram jadi Valencia tidak mengunggah foto tersebut.


Valencia mengubah pengaturan instagram miliknya menjadi terkunci, jadi ketika ada orang yang mencurigakan atau pun stalker ingin mengikuti instagram miliknya Valencia bisa mengetahuinya dan juga langsung memblokirnya.


Valencia kembali melihat beranda instagram miliknya, ia melihat unggahan terbaru Bella yaitu foto mereka saat di kedai milik Ayah nya tadi.


Valencia mengscroll unggahan tersebut ke bawah dan ia kembali melihat unggahan Bella yaitu foto mereka saat di acara tadi, Bella memang sangat cepat sekali dalam mengunggah foto terbaru.


"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Ujar Luna yang saat ini telah duduk tepat disebelah Valencia.


"Kak Luna ingin bertanya apa?" Tanya Valencia pada Luna.


"Setelah dari toilet kau pergi kemana?" Tanya Luna dengan alis terangkat.


"Valen pergi ke taman belakang, Valen baru tahu kalau Aldebaran Company memiliki taman belakang yang indah." Jawab Valencia jujur pada Luna.


"Ternyata kau pergi ke sana, aku lupa memberitahu padamu kalau Aldebaran mempunyai taman belakang yang indah."


"Valen berencana ingin membawa bekal, jadi saat jam istirahat tiba Valen bisa menghabiskan waktu istirahat di taman belakang sambil memakan bekal yang Valen bawa. Apa Kak Luna ingin ikut?" Ajak Valencia pada Luna.


Luna mengangguk mengiyakan tawaran Valencia. "Aku akan ikut sudah lama rasanya tidak pergi ke taman belakang Aldebaran Company, aku juga akan membawa bekal dari rumah."


Valencia senang karena Luna mau menerima ajakannya. "Kak Luna memang yang terbaik."


"Aku ingin memberitahumu sesuatu." Ujar Luna pada Valencia.


"Kak Luna ingin memberitahu hal apa?" Tanya Valencia penasaran.


"Saat kau pergi ke toilet, tidak lama kemudian Rafael datang menghampiriku dan menanyakan kau pergi kemana." Luna memberitahu pada Valencia.


Valencia bersyukur ketika Rafael menghampiri Luna, dirinya sudah pergi keluar dari aula.


"Kau tahu, ketika aku memberitahu kalau kau sedang pergi ke toilet, Rafael langsung ke luar dari aula. Aku dapat menebak, kalau Rafael pasti menyusulmu ke toilet." Tambah Luna lagi.


Valencia tidak yakin kalau Rafael menyusul nya pergi ke toilet, lagi pula Valencia tidak pergi ke toilet mana pun, ketika keluar dari aula ia langsung menuju taman belakang Aldebaran Company.


"Kau yakin tidak mempunyai hubungan khusus dengan Rafael."


Valencia mengangguk meyakinkan Luna. "Valen tidak mempunyai hubungan khusus apapun dengan Rafael."


Luna menatap mata Valencia sejenak untuk mengetahui apakah ucapan Valencia itu jujur atau tidak dan Luna tidak melihat adanya kebohongan dari mata Valencia.


"Entah kenapa aku merasa kalau Rafael sedang mencoba mendekatimu."


Valencia terkekeh pelan mendengar ucapan Luna, seorang Rafael Aldebaran mencoba mendekatinya itu adalah hal yang mustahil, Valencia yakin kalau Rafael menanyakan keberadaannya itu untuk menagih hutangnya tempo lalu.


"Valen hanya orang biasa Kak, jadi rasanya tidak mungkin orang luar biasa seperti Rafael mencoba mendekati Valen yang biasa ini."


"Kau jangan merasa rendah seperti itu Valen, tidak ada yang salah jika orang luar biasa mencoba mendekati orang yang biasa." Ujar Luna pads Valencia.


Ucapan Luna memang ada benarnya, tidak salah jika orang luar biasa mendekati orang yang biasa, tapi tetap saja Valencia tidak percaya kalau seorang Rafael mencoba mendekatinya.


Kalau pun Rafael memang benar ingin mendekatinya, pasti pria itu mempunyai tujuan tertentu atau mungkin pria itu hanya ingin mempermainkannya.


"Kalau pun Rafael memang benar ingin mendekati Valen pasti itu hanya untuk bermain-main." Balas Valencia pada Luna.


"Jika dia hanya bermain-main denganmu, katakan saja padaku maka aku akan menghajarnya."


Valencia mengangguk pelan. "Tentu saja aku akan mengatakannya pada Kak Luna."


"Lebih baik kita tidur sekarang, karena sekarang sudah larut malam." Suruh Luna yang dibalas anggukan oleh Valencia.


Valencia dan Luna pun mengatur posisi mereka, baru setelah itu mereka merebahkan tubuh mereka, Valencia dan Luna pun mulai memejamkan mata dan memasuki alam mimpi.


...🍁🍁🍁...