
SelamatMembaca...
...🍁🍁🍁...
Valencia menghela napas lelah karena ia baru saja sampai ke rumah, bahkan ia lebih memilih untuk merebahkan dirinya diatas kasur dari pada ia membersihkan diri terlebih dahulu.
Valencia seperti tidak mempunyai tenaga lagi untuk pergi ke kamar mandi, jadi ia memutuskan untuk rebahan diatas kasur untuk mengisi tenaganya kembali.
Valencia berharap semoga dirinya tidak jatuh sakit lagi, karena hari ini ia terlalu bekerja keras dalam membantu para petugas catering dan juga membantu petugas cleaning service.
Mata Valencia menatap ke arah langit-langit kamar sambil menghela napas pelan, Rebahan diatas kasur membuat rasa kantuk menghampiri Valencia. Tapi, jika ia tidur sekarang mungkin ia akan terbangun besok pagi.
Lebih baik Valencia membersihkan diri sekarang, sebelum ia benar-benar akan tertidur. Rasanya tidak enak, tidur dengan tubuh yang terasa lengket serta bau badan yang tidak sedap.
Valencia pun beranjak dari atas kasurnya dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, siapa tahu setelah mandi dapat mengurangi rasa penat dalam tubuhnya.
Membutuhkan waktu 30 menit untuk Valencia selesai membersihkan diri dan juga mengganti pakaiannya menjadi piyama tidur, sepertinya Valencia harus keluar kamar sekarang untuk makan malam bersama.
Valencia pun segera melangkahkan kakinya keluar kamar, untuk membantu Ibu nya menyiapkan makan malam.
"Ibu, Valen harus menyiapkan apa?" Tanya Valencia pada Ibu nya yang saat ini tengah berada di dapur.
"Seperti biasa kau hanya menyiapkan alat makan diatas meja." Jawab Risa sambil memasak.
Valencia pun berjalan menuju ruang makan dan mengambil peralatan makan seperti piring, gelas dan juga sendok, kemudian ia meletakkan peralatan makan itu ke atas meja.
Valencia kembali berjalan menuju dapur, untuk memberitahu Ibu nya kalau ia sudah meletakkan peralatan makan ke atas meja.
"Ibu, peralatan makannya sudah siap." Seru Valencia pada Ibu nya.
"Kalau begitu kau panggil Ayah dan kedua Kakak mu untuk ke ruang makan." Suruh Risa pada Valencia yang terlihat sibuk memberi bumbu pada masakannya.
"Baik Bu, Valen akan memanggil Ayah dan Kakak." Setelah mengatakan itu Valencia pun berjalan keluar dari dapur untuk memanggil Ayah dan Kakak nya.
"Ayah, Kakak cepat keluar makan malam sudah hampir siap." Teriak Valencia di depan kamar Ayah dan Kakak nya.
kebetulan kamar kedua Kakak nya berada disebelah kamar Ayah nya, sedangkan kamar miliknya berada disebelah kiri, yang berarti bersebrangan dengan kamar milik Ayah dan Kakak nya.
Farel Kakak pertama Valencia keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih basah, rupanya Kakak pertamanya itu baru saja selesai mandi.
Kemudian disusul dengan Raga Kakak keduanya yang juga keluar dari kamar, melihat rambut acak-acakan Raga serta wajah lesunya seperti Kakak keduanya itu baru bangun tidur.
"Sepertinya Kak Raga baru bangun tidur, Kakak cuci muka dulu sana." Suruh Valencia pada Raga Kakak keduanya.
"Iya bawel, Kakak akan cuci muka." Balas Raga dengan malas, kemudian ia berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.
"Valen, Ibu mana?" Tanya Farel yang kini berada disebelah Valencia.
Valen pun menoleh ke arah Kakaknya. "Ibu sedang memasak di dapur, Kak."
Valencia melihat Ayah nya yang keluar kamar dengan rambut basah, sepertinya Ayah nya juga habis mandi, ternyata yang belum mandi hanya Raga saja, Kakak keduanya itu memang paling malas mandi.
Setelah mengatakan itu Valencia pun berjalan menuju ruang makan diirigi oleh Farel dan Ayah nya. Ketika sampai di ruang makan, mata Valencia berbinar ketika melihat makanan yang telah tersaji diatas meja.
Valencia pun duduk di kursi tepat disebelah Ibu nya. Sedangkan Ayah dan Farel duduk bersebrangan dengan dirinya dan Ibu nya. Tak lama kemudian Raga datang dengan wajah yang basah karena habis mencuci muka dan duduk tepat disebelah Valencia.
Mencium aroma masakan yang begitu enak, membuat cacing diperut Valencia semakin meronta untuk diberi makanan. Valencia pun mengambil piring dan mulai mengambil nasi, tidak lupa ia mengambil serta lauk dan meletakkannya diatas piring miliknya.
Valencia pun mulai menyuap makanan tersebut kedalam mulutnya hingga berulang kali, masakan Ibu nya memang selalu enak tidak pernah mengecewakan.
Rafael hanya bisa menggeleng pelan ketika melihat Valencia yang begitu lahap menyantap makanannya, sedangkan Raga ia hanya fokus dengan makanan miliknya saja.
"Valen, bagaimana acara penyambutan CEO baru ditempat magangmu, apa berjalan dengan lancar?" Tanya Risa pada Valencia.
"Acara nya berjalan dengan lancar Bu." Jawab Valencia sambil menyuap makanannya.
"Pasti banyak tamu yang hadir, untuk melihat CEO baru Aldebaran Company." Timpal Hery pada percakapan Valencia dan Risa istrinya.
"Acaranya privat Ayah, jadi yang hadir hanya karyawan Aldebaran Company." Valencia membalas ucapan Ayah nya.
"Biasanya acara penyambutan CEO baru dilakukan secara besar-besaran." Risa menyuarakan pendapatnya.
"Acara besar-besarannya dilakukan nanti Bu, kalau tidak salah hari sabtu." Valencia membalas ucapan Ibu nya.
"Apa kau akan datang ke acaranya?" Tanya Risa pada Valencia.
Valencia ingin datang, tapi ia sadar kalau acara penyambutan CEO pasti akan dihadiri oleh orang dewasa dan juga tamu penting, rasanya tidak cocok saja jika Valencia yang masih sekolah hadir diacara tersebut.
"Sepertinya tidak Bu."
"Kenapa kau tidak datang, sayang sekali kalau kau tidak datang ke acara itu." Ujar Risa menatap ke arah Valencia.
"Valen hanya merasa tidak cocok datang kesana Bu, lagi pula yang hadir pasti orang dewasa dan juga orang penting, bukan anak sekolah seperti Valen." Jelas Valencia pada Ibu nya.
"Yang dikatakan Valen memang benar Bu, yang hadir disana pasti orang dewasa dan juga orang penting, lebih baik Valen diam di rumah saja tidak perlu datang ke acara penyambutan itu." Timpal Farel pada Ibu nya.
"Adikmu juga sudah beranjak dewasa Farel, lagi pula yang punya acara perusahaan tempat Adikmu magang, rasanya tidak sopan jika tidak menghadiri acara yang dibuat oleh tempat magang sendiri." Risa kembali menyampaikan pendapatnya.
"Tapi, Valen masih 17 tahun Bu."
"17 tahun sudah mulai beranjak dewasa Farel." Balas Risa.
Farel menghela napas sejenak kemudian ia kembali menyuap makanan miliknya, lebih baik ia diam saja dari pada berdebat dengan Ibu nya, jika ia berdebat dengan Ibu nya dapat dipastikan dirinya akan kalah dan Ibu nya yang menang.
"Ibu Alison juga pasti mengerti mengapa Valen tidak datang nanti." Timpal Valencia.
Risa tersenyum sambil mengusap pelan rambut Valencia. "Baiklah terserah kau saja, Ibu tidak akan memaksa jika kau tidak ingin datang."
Keadaan pun menjadi hening tidak ada lagi yang berbicara, mereka semua sibuk untuk menghabiskan makanan mereka.
...🍁🍁🍁...