
Kenapa ada laki-laki dengan wajah sesempurna dia dan kenapa harus Carlos. Sejak kejadian itu Angela sebenarnya ingin sangat membenci laki-laki ini karena hal pertamanya hilang begitu saja tanpa ada dasar rasa suka.
Tapi entah kenapa rasanya sekarang Angela merasakan sesuatu yang berbeda dalam hatinya, benci yang kian memudar seiring waktu Angela mengenal Carlos dan terus berada di sampingnya.
Rasa itu mampu membunuh rasa kebencian di dalam hati Angela, bahkan tidak tau lagi sekarang harus bereaksi seperti apa dengan keadaan, haruskah dia mengakui bahwa dia mulai mencintai seorang Carlos.
"Tidak, tidak, tidak. Bagaimana mungkin aku mencintai dia? Dia adalah laki-laki yang sudah mengambil hak pertama ku, tapi kenapa rasanya aku seperti mulai menyukainya. Melihat dia seperti ini membuat hatiku sedikit perih aku seperti merasakan apa yang sedang dia rasakan. Oh bagaimana mungkin ini terjadi padaku?", batin Angela terus berkata-kata melawan semua pikirannya.
"Nona Angela?!", tiba-tiba saja supir itu mengagetkan Angela yang tengah memandangi wajah Carlos begitu dekat.
"Ya? Ah ternyata kamu. Bikin kaget saya aja", Angela tersentak kaget akan kehadiran supir itu yang begitu tiba-tiba.
"Maafkan saya Nona", ucapnya meminta maaf
"Sudahlah, cepat kamu papah Tuan Carlos ke dalam mobil", perintahnya pada sang supir
"Baik Nona", dengan segera supir itu menjalanlan perintah yang di berikan Angela padanya
Angela hanya mengikutinya dari belakang dengan memegang jas milik Carlos, tercium sangat menyengat bau wine yang di minum oleh Carlos, mungkin dia merasa begitu lelah sehingga melampiaskannya dengan banyak minum.
Padahal itu hanya akan membuatnya tenang sesaat dan setelah dia bangun nanti maka apa yang sebelumnya terjadi akan kembali menyedihkan hidup yang harus di jalaninya.
"Saya masuk lebih dulu", ucap Angela seraya masuk ke kursi penumpang di bagian belakang
"Baik Nona, silahkan", ucapnya ramah
"Dudukan saja dia di sampingku, itu akan membuatnya lebih nyaman", perintah Angela
"Baiklah", mengiyakan
Seperti perintah Angela sang supir mendudukan Carlos di samping Angela, Angela sebagai orang yang baik meminjamkan pahanya untuk merebahkan kepala Carlos. Itu akan membuat Carlos sedikit lebih nyaman di banding harus tiduran di bahunya, mungkin akan terasa sakit.
Sejenak Angela memejamkan matanya, merileks kan rasa lelah yang dia rasa seharian ini belum lagi dia harus seperti ini sekarang. Ingin rasanya detik ini dia berhenti menjadi dirinya sekarang. Ini perjalanan yang begitu rumit baginya.
Angin malam membuatnya ngantuk tanpa sadar dia tertidur begitu saja. Semilir angin membuatnya tak ingin bangun dari tidurnya sekarang ini.
Carlos mulai sadar dari mabuknya, perlahan mengerjapkan matanya kepalanya masih terasa pening efek minuman yang dia minum hari ini. Seraut wajah tampak berseri di matanya namun tak begitu jelas pandangannya masih kabur, di kedip-kedipkan matanya sampai wajah itu terlihat dengan jelas.
Wajah yang begitu menawan yang kini meminjamkan pahanya untuk di rebahi, jantung Carlos memacu lebih cepat debarannya sangat terasa mungkin saja jika Angela tidak tidur dia akan merasakannya.
Perlahan Carlos menggapai wajah ayu Angela yang tengah tertidur dengan pulasnya, tampak lelah namun masih tersiratkan keanggunannya. Carlos memindahkan helaian rambut yang menutupi mata Angela, begitu pelan agar tidak membangunkannya.
Di gapainya tangan Angela yang begitu dingin, ah mungkin dia sekarang sedang kedinginan, benak Carlos. Lantas Carlos membangunkan dirinya ke posisi duduk dan memasangkan jas yang tadi di jadikan Angela sebagai selimut untuk dirinya.
Kesadaran Carlos hampir pulih namun masih terasa pening di kepalanya, sedikit demi sedikit dia mendekatkan wajahnya ke wajah Angela, gerakan ini seperti muncuk begitu saja dengan sendirinya dekat dan semakin dekat. Carlos ingin sekali mengecup bibir Angela lagi, rasa itu selalu ada saat dia bersama dengan Angela.
Ciiiiittttttt
"Aawww, kenapa kamu berhenti mendadak", jerit Carlos sambil memegang dahinya yang terkena punggung kursi.
"Maaf tuan, ada orang yang menyebrang jalan", seraya menunjuk ke arah seorang perempuan yang tengah berjalan santai di jalanan.
"Sudahlah, lain kali hati-hati, saya tidak mau ini terulang lagi", tegasnya
"Baik tuan. Sekali lagi saya minta maaf", supir memohon agar Carlos memaafkannya,
"Jalan", perintahnya
"Baik tuan", supir kembali melajukan kendaraannya menembus jalanan yang semakin terlihat ramai
Untung saja Angela tidak terbangun karena kejadian tadi, pikir Carlos. Dia tidak tega untuk membangunkannya biarlah dia beristirahat.
Carlos dan Angela tiba di rumah, namun Angela masih tertidur ingin sekali membangunkannya tapi Carlos tidak tega.
"Nyenyak sekali dia tidur", ucap Carlos lantas Carlos menggendong Angela untuk masuk ke dalam rumah.
"Lihat, tuan Carlos menggendong masuk nona Angela", bisik pembantu pada pembantu yang lain
Karena memang Carlos tidak pernah memperlakukan wanita sebaik itu untuk memperhatikannya pun tidak pernah sama sekali, Carlos tumbuh dengan sendirinya tanpa orang tua bukan tidak meiliki orang tua hanya saja mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga tidak ada waktu untuk mengurusnya.
Sehingga itulah yang membuat Carlos tidak pernah mau untuk berpacaran apa lagi harus bersama dengan wanita yang hanya menginginkan uang, sungguh jijik untuk membayangkannya.
Setiba di kamar Angela dengan hati-hati Carlos meletakkan Angela di atas ranjangnya. Sejenak Carlos memperhatikan wajah Angela begitu lekat begitu dalam. Membenarkan rambutnya yang tergerai di pelepis matanya dengan sangat lembut.
Tiba-tiba Angela mengigau
"Ku mohon jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendiri, aku takut.", ucapnya dalam keadaan yang masih tertidur, tampaknya Angela sedang mengigau tapi siapa orang yang dia maksud? Siapa yang membuatnya takut? Dan siapa orang yang dia minta untuk tidak meninggalkannya?
Pertanyaan itu terus menerus membayangi pikiran Carlos, entah karena penasaran atau ada sebuah rasa kecemburuan yang membuatnya sangat ingin tahu akan hal itu.
Namun dia takut untuk bertanya pada Angela, Carlos hanya duduk di samping ranjangnya sambil memegangi tangan Angela. Ngantuk pun kini menguasai Carlos, berulang kali menguap sampai dia tak sanggup lagi menahan kantuknya.
"Huuuaaammmm, aku sungguh ngantuk sekali", gumam Carlos,
Carlos pun tertidur di samping Angela dengan tangan masih menggenggam tangan Angela. Posisi mereka berhadapan dengan jarak wajah yang tak lebih dari 5 cm sangat dekat sehingga membuat nafas mereka bersaing satu sama lain.
Hangat terasa di tangan Angela begitu juga wajahnya begitu hangat dengan angin yang terasa lembut di wajahnya. Rasa nya tak ingin membuka mata untuk saat ini. Biarkan lah dia tidur sebentar lagi.
Lantas Angela tidak berniat bangun dan tetap memejamkan matanya dan tidak sadar bahwa hawa hangat itu beras dari Carlos yang sedang tidur bersamanya. Angela malah semakin merangkul tubuh Carlos, membuat Carlos terbangun karenanya.
Carlos sadar dia telah tertidur di kamar Angela semalaman. Ingin rasanya seperti ini terus, menghentikan waktu di saat ini juga agar dia dapat lebih lama bersama Angela tanpa orang lain, tanpa urusan kantor yang membuatnya harus bekerja keras, berpura-pura tak peduli pada Angela padahal hatinya hanya ingin bersama nya.