
"Wah wah ternyata jodoh tidak kemana ya, lihat kota bisa bertemu lagi secara tidak sengaja bukan", suara William mengagetkan Carlos dan Angela. "Apa aku boleh bergabung bersama kalian?", tambahnya lagi.
William kini duduk di sisi antara Angela dan Carlos dengan membawa secangkir minuman yang sudah di pesannya.
Dari jarak dekat terlihat seorang pelayan pria datang membawa senampan makanan penuh pesanan Angela yang tadi.
"Ini mbak pesanannya", ujar pelayan kemudian meletakkan makanan satu per satu di atas meja, " Dan ini minuman tuan", tambahnya sambil menaruh secangkir kopi di depan Carlos.
"Thank you", balas Angela dengan senyum ramahnya.
Sang pelayan membalas dengan senyuman kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Apakah ini semua makananmu?", tanya William sedikit mengerutkan keningnya.
"Ya? Apa ada masalah dengan makanan ku?", jawab Angela, dengan tangannya yang mulai menyuap makanan ke dalam mulutnya yang kecil.
"William. Bagaimana kamu bisa ada di sini?", Carlos memotong pembicaraan Angela dan William.
"Yah aku hanya iseng-iseng saja", ucapnya sambil menyeruput minumannya.
"Iseng?", Carlos sedikit tersenyum sinis dengan jawaban William yang menurutkan kurang masuk akal.
"Ya!", jawab William singkat.
Angela tidak ingin ikut berkutat dengan pembicaraan kedua saudara itu, dia terus menyantap makanan yang ada di depannya seakan tidak mengijinkan orang lain untuk menyentuhnya.
Perut Angela yang memang dari pagi sudah merasa lapar dengan lahap menghabiskan semua pesanannya. Tanpa malu, tanpa ragu, meski pun di depannya kini ada dua orang pria yang dari awal sudah memperhatikannya makan.
"Apakah kalian tidak ada kerjaan lain selain melihatku makan? Atau kalian juga mau, kalau mau pesan sendiri. Aku tidak ingin berbagi dengan kalian", ucap Angela masih dengan mulut penuh makanan.
Carlos hanya menanggapinya dengan memutar bola matanya, kemudian menyeruput minumannya.
🌸🌸🌸
"Carlos kamu mau kemana?", panggil Angela sambil memegang lengan Carlos.
"Kembali ke kantor", jawabnya.
Carlos merasa saat itu juga jantungnya seperti ingin melompat ke luar dari tubuhnya.
"Kamu ingin meninggalkan ku sendiri di sini?", kata Angela sedikit manja.
Carlos melepas pegangan tangan Angela, "Bukan kah William ada di depan mu, kamu habiskan saja dulu makananmu setelah itu kamu bisa kembali ke kantor".
Angela menghela nafas, kemudian menghembus kan nya melalui mulut membentuk sebuah ekspresi cemberut nya, "Aku hanya ingin kamu yang menemaniku di sini", Angela semakin memanja kan kata-kata nya, berkata pelan sedikit berbisik agar tidak terdengar oleh William yang asik memain kan ponsel nya.
Carlos menyerah, "Ah baik lah", kembali duduk di kursi.
Angela tersenyum manis pada Carlos setelah itu. Carlos hanya diam memperhati kan Angela makan menghabis kan sisa makanan nya.
"Wanita ini. Apa tidak bisa terlihat baik di depan pria", gumam nya dalam hati.
"Selesai", Angela meletak kan pisau dan garpu yang di pegang nya ke dalam piring.
"Lihat lah dirimu, makan saja seperti anak kecil", Carlos menyapu pinggir bibir Angela yang terdapat kotoran sisa makanan yang di makan Angela.
Degg....
Sesaat Angela terdiam tanpa bergerak merasakan sentuhan lembut di bibir nya.
"Ah jantung ku", gumam Angela pelan merasakan detak jantung nya begitu kencang.
"Bisa kah kamu makan dengan pelan dan bersih", Carlos menurun kan tangan nya.
Angela merasa malu karena teguran Carlos. "Huh!",