
Seorang karyawan wanita dengan sopannya membungkuk kan badan nya ketika melihat Carlos keluar dari dalam mobil milik nya. "Pagi pak Direktur", sapa seorang karyawan ketika Carlos tiba di lantai lobi.
Carlos menunjukkan senyum yang tak biasa di lakukan nya. "Pagi", balas Carlos.
Angela pun mengikuti Carlos ketika dia turun dari mobil Carlos.
Wajah karyawan itu nampak kaget melihat Angela keluar dari mobil yang sama dengan Carlos. "Pagi Bu Angela", sapa karyawan itu lagi.
"Pagi", balas Angela.
Kemudian menyusul langkah Carlos yang sudah agak menjauh.
Carlos berhenti sejenak, melihat ke belakang memperhati kan Angela yang berjalan dengan cepat mengejar langkah kaki nya.
Dengan sedikit tersenyum Carlos berkata. "Untuk apa berlari?", wajah sedikit mengejek, dengan tangan yang di masuk kan ke dalam saku celana nya.
Dengan wajah yang hampir kesal Angela berhenti.
"Bisa kah kamu berjalan dengan sedikit pelan?", Angela menimpali Carlos dengan pertanyaan yang sama.
"Haha, kamu saja jalan yang terlalu lambat", ledek Carlos.
Wajah Angela memerah karena merasa kesal dengan perkataan Carlos.
Dengan langkah cepat Angela berjalan dan mendahului Carlos tanpa menoleh sedikit pun. Masuk ke dalam lift dan dengan segera memencet ke lantai ruangan nya.
Tangan Carlos dengan gesit menghalangi pintu lift yang hampit tertutup, kemudian masuk bersama dengan Angela. Angela yang melihat sedikit terkejut namun kembali terlihat biasa lagi.
Carlos menghadap ke arah Angela. "Maaf", ucap Carlos tulus.
Angela yang tadi nya menunduk terkejut dan menatap Carlos dengan heran.
"Heh, rupa nya kamu juga bisa berkata maaf", dengan ekspresi sedikit mengolok.
"Angela!", Carlos berseru dengan wajah kesal.
Carlos membuat wajah Angela menghadap ke arah nya.
Angela mengikuti tangan Carlos tanpa melakukan perlawanan sedikit pun. Hanya diam sambil menatal mata Carlos.
Carlos sedikit mendekat kan wajah nya ke arah Angela. Semakin dekat dan berhenti hingga di jarak kurang dari 5 cm.
Dengan tatapan sedikit sinis Carlos berkata. "Angela!", Carlos berkata dengan sedikit pelan di telinga Angela hingga hembusan nafas nya sedikit terasa.
Angela merasa merinding mendengar deruan nafas Carlos yang sangat dekat dengan telinga nya. Nafas yang berhembus pelan menyusur bulu-bulu halus sekitar tengkuk Angela.
Angela mendorong tubuh Carlos. "Carlos menjauh lah sedikit dari tubuh ku", menjauh kan tubuh Carlos yang begitu dekat, membuat jantung nya kian berdegup kencang, wajah nya kini terasa panas dan mungkin saja memerah seperti udang rebus.
Carlos menangkap tangan Angela dengan sebelah tangan nya. Carlos merasa kini hasrat nya ingin mencium Angela begitu besar seperti mendorong diri nya untuk terus mendekat dan mendekat.
Cupp...
Mata Angela terbelalak seketika setelah Carlos mendarat kan sebuah ciuman di bibir nya, Angela hanya terpaku diam dengan perlakuan Carlos.
Dengan perlahan Carlos ******* habis bibir Angela dengan begitu bergairah, ya ini lah yang Carlos ingin lakukan sejak tadi, sejak diri Angela terlihat menggoda di mata nya.
Angela hanya diam tanpa melakukan balasan, tangan nya menopang tubuh nya di dinding lift itu.
Perlahan akhir nya Angela membalas ciuman itu, membuka mulut nya sampai Carlos dapat memasukan lidah nya ke dalam mulut Angela.
Carlos yang merasa Angela melakukan pembalasan semakin ******* habis tanpa ampun. Kini diri nya sudah di penuhi gairah karena diri Angela.
Tangan Angela mengalungi leher Carlos, tubuh nya yang pendek membuat Angela harus berjingkit meski pun memakai hak tinggi, karena tubuh Carlos lebih tinggi dari nya.
Mata mereka tertutup seakan sangat menikmati ciuman yang mereka lakukan. Carlos menumpu tubuh nya dengan tangan kiri sedang tangan kanan nya kini berada di pinggang Angela membuat tubuh nya dan tubuh Angela lebih dekat dan melekat.
Tiada jarak yang tercipta di antara mereka berdua.