
"Benarkah? Maafkan jika memang seperti itu. Aku hanya ingin sedikit tenang saat berendam maka dari itu aku memakai headshet dengan mendengar lagu. Lalu untuk apa kamu mencariku?", dengan rasa bersalah Angela meminta maaf pada Carlos.
"Sudah lah tidak apa-apa. Oh iya, kamu lekas lah ganti baju. Ini baju untukmu, kamu ikut denganku untuk mengahdiri pesta malam ini", lantas Carlos pergi dari kamar Angela.
"Hah? Pesta? Apakah aku harus ikut?", membuat Angela terperanjak setelah mendengar ucapan Carlos.
"Benar kamu harus ikut denganku. Apakah kamu lupa, di kontrak jelas tertulis bahwa kamu harus mengikuti semua kata-kataku dan ini merupakan perintah dariku. Maka bersiap-siaplah. Dalam waktu 15 meni", Carlos berhenti di ambang pintu lalu berbalik menghadap Angela, lalu pergi.
"Benar juga", lalu Angela melangkah menuju paper bag yang di bawa Carlos.
Gaun yang sangat indah dengan perpaduan yang begitu cocok. Warna biru langit selutut terlihat sangat manis jika di kenakan Angela. Sangat pas di tubuh mungilnya yang seksi, tapi Angela merasa tidak biasa memakai gaun pendek seperti ini.
"Kenapa begitu pendek di tubuhku? Bahkan ini gaun pendek yang aku pakai pertama kalinya. Kenapa Carlos memilih gaun sependek ini?", sambil membalik-balikan badannya ke kiri dan ke kanan di hadapan cermin yang besar bahkan lebih besar dari tubuh Angela.
"Carlos, apakah dirimu semesum itu dan harus memilih pakaian yang seksi untuk ku", ucapk Angela dalam hati.
"Oh tidak sebentar lagi waktunya tiba. Sebaiknya aku bergegas", Angela buru-buru mencari sepatu hak tingginya dan melangkab cepat keluat dari kamar menuju Carlos.
"Apakah aku terlalu lama?"
Carlos menghadap ke arah suara Angela, oh betapa cantiknya Angela menggunakan gaun itu sangat pas dan cantik di tubuhnya. Carlos terperangah tak percaya melihat seorang bidadari berdiri di hadapannya.
"Carlos? Apa kamu baik-baik saja?", Angela membangunkan Carlos dari lamunannya.
"Ah iya aku baik-baik saja. Sebaiknya kita pergi sekarang.", Carlos memimpin jalan di depan Angela.
"Naiklah", Carlos berdiri di samping pintu setelah membukakannya dan memastikan Angela benar-benar masuk dengan baik di mobilnya.
"Tidak perlu begitu formal Carlos, aku bukan siapa-siapa yang harus kamu perlakukan seperti ini", ucap Angela karena merasa Carlos begitu baik padanya hari ini.
"Aku hanya memastikan kamu tidak terluka sedikit pun saat di depan semua orang. Ini adalah kali pertamaku tampil di depan publik jadi mohon bekerja sama lah dengan baik denganku", Carlos melangkah memutari depan mobilnya menuju pintu mobil tempat mengemudi.
Carlos melajukan mobilnya dengan santai, terlihat tenang namun sedikit gugup karena ini merupakan pertama kali Carlos tampil di hadapan publik dan dia berencana menyebarkan bahwa seoranb Direktur perusahaan terbesar di London itu yang selama ini tidak di ketahui adalah dirinya.
Begitu banyak cara di pikiran Carlos, berusaha memposisikan diri dengan baik. Sesekali melirik ke arah Angela kemudian menelan ludah, wajahnya yang begitu cantik bak seorang bidadari di mata Carlos.
"Angela?", panggil Carlos.
"Iya?", sahut Angela.
"Apakah kamu benar-benar tidak keberan ikut denganku?", tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul di benak Carlos.
"Hah? Tidak-tidak, aku merasa baik-baik saja bahkan untuk nanti", sedikit ragu ketika mengucapkannya tapi Angela tidak ingin mengecewakan Carlos di depan umum.
Angela dan Carlos telah tiba di pesta. Terlihat begitu ramai dengan tamu-tamu undangan di antaranya juga merupakan teman-teman yang di kenal Carlos.
"Kita keluar sekarang", ucap Carlos pada Angela.
Carlos berjalan menuju pintu mobil tempat Angela bangun dengan memberikan sambutan tangannya dan meminta Angela untuk menggandengnya di lengan.
"Kenapa detak jantung terasa cepat lagi? Apakah aku gugup?", ucap Angela dalam hatinya
"Ingat tugasmu sebagai kekasih palsu, jadi jangan permalukan aku", ucap Carlos setengah berbisik kepada Angela.
"Baiklah bos, aku paham", balas Angela.
"Oke, sekarang mari kita masuk", ajak Carlos
Carlos dan Angela tiba di dalam pesta. Sangat ramai suasana yang begitu asing di mata Carlos dan Angela bahkan ini adalah perjalanan pertamanya ke pesta. Angela memang tidak pernah suka untuk ikut acara apa pun apalagi yang bersangkutan dengan pesta dia sangat ingin menolak ajakan itu tetapi ini karena keterikatan kontraknya dengan Carlos tidak ada alasan apa pun untuk menolak.
"Hallo, apakah anda nona Merry", (dalam bahasa Inggris) sapa Carlos pada perempuan paruh baya yang sedang bediri di dekat meja minuman,
"Oh, benar sekali. Dan kamu?", Merry mengerutkan dahinya ketika balik bertanya mungkin karena belum pernah bertemu sebelumnya,
"Ah perkenalkan, nama saya Carlos Starbuck", sambil mengajukan tangan untuk bersalaman.
"What? Carlos. Benarkah ini anda, ternyata sangat tampan tepat seperti dugaan semua orang tentangmu. Dan ini merupakan suatu kehormatan dapat bertemu dengan anda tuan Carlos", menyambut salaman tangan Carlos,
"Suttts, pelankan suaramu nona. Saya tidak ingin di kenal lebih banyak orang lagi. Anggap saja anda orang yang beruntung karena sudah saya tegur lebih dulu", ucap Carlos sambil bergurau
"Ah baiklah baiklah. Saya akan merahasiakan ini, lalu bagaimana anda membalas kebaikan saya kali ini, Tuan", Merry membalas candaan Carlos,
"Lain kali saya akam traktir nona Merry makan", Carlos mengedipkan matanya.
Angela hanya berdiri diam tak jauh dari Carlos dan Merry berada, Angela merasa dirinya tak di hirauka lalu siapa yang akan Angela temui bahkan dia tidak menemukan sedikit pun orang yang dia kenal, semuanya terlihat asing bagi Angela. Bahkan di dalam sini semua orang penting Angela merasa tak pantas untuk berdiri di antara mereka semua.
"Oh saya hampir lupa, perkenalkan dia Angela, Angela ini nona Merry seorang Direktur perusahaan kain terbaik di Inggris", ucap Carlos yang hampir melupakan pasangannya ke pesta,
"Hallo nona Merry, saya Angela.", sambil tersenyum Angela memberikan tangannya untuk menyalami Merry,
"Hallo nona Angela, anda terlihat anggun sekali. Ternyata pilihan Tuan Carlos tidak salah", kemudian dia tertawa di ikuti oleh Carlos dan Angela.
"Ah nona Anda terlalu memuji, Nonan Merry pun terlihat muda dengan setelan gaun ini, sungguh menawan", balas Angela memuji Merry.
"Oh thank you. Sebaiknya kita bersulang karena ini merupakan moment terbaik menurut saya", ajak Merry pada Carlos dan Angela.
"Baik baiklah, cheers!", kemudian mereka bertiga bersulang untuk memberikan kesan pertemuan mereka.
Tak jauh dari Carlos, Angela dan Merry nampak ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka sejak tadi, sepertinya sedang menguping pembicaraan mereka tapi tak do sadari oleh Carlos.
Tiba-tiba Angela merasa gelisah dia sepertinya melihat ada seseorang yang memperhatikan mereka, Angela menyadari orang itu di balik sebuah meja yang menutupi wajahnya seorang pria setelan abu-abu dan terlihat lumayan tampan, benak Angela. Tapi siapa dia dan kenapa sepertinya dia sedang memperhatikan tingkah mereka bertiga?