The Man Is Mine

The Man Is Mine
Chapter 33



Di kantor, Angela duduk di kursi di balik meja kerja nya, tangan lincah nya membalik-balik lembaran berkas yang harus segera di urus nya.


Menghela nafas berat nya "Selalu saja menumpuk seperti ini, tidak pernah ada habis nya", keluh Angela.


Merenggang kan tubuh nya. "Ah sudah lah. Lebih baik aku istirahat sebentar badan ku terasa sakit sekali"


"Seperti nya minum segelas mocchacino akan terasa nikmat", ucap nya pelan pada diri sendiri.


Angela kembali menuju meja kerja nya mengamb ponsel yang tergeletak di samping layar monitor putih di meja nya.


Tuttt..tuttt


"Hallo, bisa tolong antar segelas mocchacino ke ruangan saya sekarang? Ah baik lah, saya tunggu secepat nya. Terima kasih", Angela kembali menutup ponsel nya.


"Pekerjaan ku semakin hari tidak ada habis nya. Carlos, kamu benar-benar kejam", rutuk Angela.


Terdengar ketukan di pintu.


Tok...tok...tok


"Masuk", menyahut suara ketukan.


"Ini segelas mocchacino pesanan ibu Angela", ucap asisten Han pada Angela sambil memegang segelas minuman pesanan Angela tadi.


"Taruh saja di meja situ nanti akan saya minum", sambil menunjuk ke meja.


"Baik bu Angela", berjalan ke arah meja yang di tunjuk oleb Angela.


"Kalau begitu saya permisi bu Angela", ucap nya ramah pada Angela.


"Baik, terima kasih Asisten Han", dengan mengembang kan senyum manis nya.


"Sama-sama bu Angela", Asisten Han melangkah keluar dari ruangan Angela.


Angela menghampiri meja yang di mana ada segelas mocchacino yang di letak kan oleh Asisten Han tadi.


Angela menyeruput segelas mocchacino nya dengan santai.


"Sebentar lagi jam pulang. Sedang kam tugas ku masih segini banyak nya. Oh Tuhan kenapa hidup ku terasa berat sekali", Angela terus-terus an menggerutu sendiri.


🌸🌸🌸


"Akhir nya semua selesai. Aku ingin tidur sekarang, rasa nya mengantuk sekali", sambil menutup mulut nya yang menguap berkali-kali.


Pukul 23.20


Angela melirik ke arloji yang di pakai nya, mata nya sayup-sayup karena mengantuk berat tubuh nya mulai goyang saat berjalan.


"Aku sungguh mengantuk sekali", sekali lagi Angela menguap dengan lebar nya.


Dengan jalan yang masih agak sempoyongan Angela berusaha berjalan keluar dari ruangan nya.


Brugg


Tanpa sengaja tubuh nya menabrak seseorang.


"Maaf maaf, aku tidak sengaja", sambil berusaha bangun tanpa melihat ke orang yang di tabrak oleh nya.


"Angela kamu kenapa? Seperti nya sangat lelah", mengulurkan tangan nya untuk membantu Angela bangun.


"Carlos! Aku pikir siapa", Angela meraih tangan Carlos


"Ya ini aku, kamu kira siapa", raut wajah Carlos terlihat tersungut karena sikap Angela yang salah mengenalinya.


"Mm iya maaf", Angela tersenyum kikuk, "Kamu ngapain jam segini masih di sini, kerjaan belum selesai? Atau lagi nunggu aku ya?", Angela berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Carlos bercanda.


"Iya nungguin kamu, puas" jawab Carlos ketus.


"Seriusan nungguin aku sampe jam segini? Gak pasti lagi becanda kan?", jawab Angela sambil senyum-senyum.


"Ngapain aku becanda Angela, terus aku di sini sampe jam segini itu ngapain, kerjaan aku udah selesai dari tadi sore, gara-gara nunggu kamu aku ketiduran di ruangan mau ngecek ternyata bener belum selesai", Carlos berkata panjang lebar tanpa jeda.


Angela kikuk di buat Carlos, ada rasa terharu tapi terasa mustahil. Seorang Pemimpin perusahaan besar sedang menunggu nya, astaga ini bagaikan mimpi di siang bolong, harapan entah ini nyata atau halusinasi.