
Matahari mulai memunculkan dirinya, menyinari apa pun yang bisa dia sinari, cahaya menembus ke dalam kamar Angela melalui celah-celah kecil dari tirainya. Memantulkan cahaya mengenai wajah Angela yanh masih tertidur.
Angela mengerjap-ngerjapkan matanya, perlahan matanya terbuka pelan, berusaha mencari nyawa yang mungkin masih berada jauh darinya.
"Huaammmm", Angela menguap, sambil menggerakkan tubuhnya tapi terhalang oleh sesuatu yang besar.
Di pinggangnya melingkar tangan seseorang, ya dia tengah di peluk oleh seorang pria. Nafasnya membuat merinding tengkuk Angela, tanpa sadar Angela bergidik tanda sebagai dia telah merinding.
"Tangan siapa ini? Apa aku tidur bersama orang lagi? Oh tidak kenapa aku selalu ceroboh?", Angela menghardik dirinya tanpa henti
Perlahan Angela membuka pelukan pria itu melepaskan pelukan erat, oh tangannya saja sudah cukup berat, gumam Angela pelan.
"Hah! Carlos?", Angela menutup mulutnya yang menganga secara spontan dengan sebelah tangan kanannya.
"Astaga, lagi-lagi aku tertidur dengannya. Entah siapa lagi kali ini yang memulai", ia mulai mengingat-ingat kejadian sebelumnya.
🌸🌸🌸
Setelah mendapat sebuah pesan dari sang ayah Angela mulai berpikir, bagaimana mungkin ayahnya bisa ke luar negeri dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu dan lagi dia mengirim pesan hanya untuk meminta uang yang sangat bernilai tinggi.
Tak habis fikir, Angela mulai membaringkan tubuhnya di atas tumpukan bantal, di pangkuannya masih terdapat Carlos yang sudah tertidur dengan pulasnya. Di pandangnya wajah tampan pria itu dengan lekat, tangannya perlahan kembali mengelus kepala kemudian turun ke bibir merah ranum milik Carlos.
Pria ini sudah menjerat hatinya, tapi apa hak nya untuk meminta penjelasan tentang hubungan palsu ini. Angela tersadar dari lamunannya, dia kembali mengingat bahwa dirinya hanya sebatas pasangan palsu di atas kontrak. Ya palsu! Batin Angela menekankan kata palsu dalam hatinya.
Angela memejamkan matanya, kantuk kini datang lagi dan bahkan sekarang lebih susah untuk di tahan, berkali-kali Angela menguap dirinya sangat lelah dengan rentetan kejadian yang terjadi hari ini. Sungguh melelahkan.
Tanpa sadar tangan Angela menyetuh dada bidang Carlos, Carlos tersentak kaget merasa dadanya di sentuh dengan sedikit keras. Oh Angela, gumamnya dalam hati.
Carlos berinisiatif mengangkat tubuh Angela agar tidur dengan baik di ranjangnya, kini posisi Angela sudah jauh lebih baik dari tadi. Carlos berjalan memutari ranjang kotak milik Angela dan berbaring di sebelah Angela.
Di pandangnya wajah Angela, nampak seperti ada beban di dalam pikirannya entah apa. Carlos membenarkan rambut yang tergerai di pelepis mata Angela. Bibir merah muda yang menarik perhatian Carlos, tanpa sadar Carlos mendekatkan bibirnya dan mengecup lembut bibir Angela.
"Bisa kah kamu berbagi ke susahanmu padaku Angela?", bisiknya pada Angela
Carlos kembali mengecup kening Angela kemudian memeluk tubuh mungil Angela, dia kini tidur dengan memeluk tubuh Angela hangat dan nyaman. Ini lah yang di nantikan Carlos, seseorang yang mampu membuatnya merasa nyaman saat berada di dekatnya.
Carlos dan Angela kembali tidur dengan pulas.
🌸🌸🌸
Angela ingat dirinya tertidur dan setelah itu dia tidak ingat lagi, mungkin saja Carlos yang merubah posisinya sehingga menjadi seperti ini.
Angela beranjak bangun dengan pelan dari pelukan Carlos.
"Jangan sampai aku membangunkannya", gumam Angela pelan.
"Kamu sudah bangun?", suara itu mengejutkan Angela, sontak Angela langsung berbalik kembali menghadap Carlos.
"Lihatlah kamu tidur begitu nyenyak di pelukanku", ucap Carlos dengan tersenyum kecil.
Oh rasanya sekarang pipi Angela sudah memerah karena malu dengan perkataan Carlos.
"Ah.. Bagaimana aku tahu kalau sedang tidur di pelukanmu, aku kan tertidur", ucap Angela mengelak kenyataan.