
Angela harus terikat dengan laki-laki yang tidak di kenalnya, sangat dingin, terlihat kejam dan tidak menyenangkan. Angela selalu berpikir apakah ada orang yang menyukai seorang seperti Carlos yang selalu bersikap dingin terhadap semua orang bahkan siapa pun yang berani mendekatinya, seperti laki-laki yang sangat kurang akan kasih sayang.
"Permisi, Pak Carlos dia tidak mau pergi dan bersikeras ingin bertemu bapak, alangkah baiknya bapak temui dia dan selesaikan masalah bapak dan dia", kata Angela yang mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Carlos, "Saya tidak mau bertemu dengannya, sebaiknya kamu panggil petugas keamanan untuk mengusirnya ke luar", kata Carlos yang semakin terlihat dingin dan marah, "Baiklah kalau begitu pak", Angel langsung pergi meninggalkan ruangan Carlos,
"Maaf mbak, Bapak Carlos tetap tidak ingin bertemu dengan mbak, sebaiknya mbak pergi dan bertemu lain kali mungkin keadaan Pak Carlos saat ini sedang tidak baik", ucap Angela berusaha menenangkan Freya yang terlihat marah dengan sikap Carlos yang tidak mau bertemu dengannya, "Bagaimana sih kamu ini, aku adalah tunangannya tidak mungkin dia tidak ingin bertemu denganku", kata Freya yang bersikeras menolak perkataan Angela padanya, "Sebaiknya mbak pergi dulu, sebelum saya panggil petugas keamanan untuk mengantar mbak keluar", tegas Angela karena mendengar ucapan Freya yang tidak terima, "Saya bisa sendiri, sekertaris macam apa yang Carlos pekerjakan sungguh tidak bermoral seperti kamu", kata Freya menunjuk-nunjuk Angela dengan wajah yang begitu kesal dan langsung pergi.
Freya pergi dengan wajah yang begitu kesal entah karena Carlos atau karena Angela yang terlihat mengusirnya, 'wanita yang keras kepala sekali, apakah dia ingin menyusahkan pekerjaan ku' pikir Angela.
Angela kembali ke ruanganya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena harus melayani seorang wanita yang kerar kepala seperti Freya, tapi dia siapa? Tunangan Carlos? Lantas kenapa Carlos tidak ingin menemuinya jika benar dia adalah tunangannya, oh benar kenapa dia harus memikirkan hubungannya dengan wanita itu, apakah Angela cemburu? Hah mana mungkin perasaan suka pun tidak ada.
Ah sudahlah tidak perlu memikirkan tentang ketiga orang ini. Setelah lelah bekerja seharian menjadi asisten pribadi CEO yang begitu dingin itu rasanya tubuh Angela tidak bertenaga lagi, ingin rasanya ia cepat-cepat pulang dan merebahkan diri ke kasur yang begitu empuk dan nyaman
. Kapan akan pulang rasanya sungguh tidak sabar lagi sangat melelahkan, Angela selalu di persulit dalam bekerja oleh Carlos, bahkan tidak memiliki rasa kasihan sama sekali baginya semua pekerjaan sama tidak beda antara pria dan wanita, dari situlah Carlos memperlakukan Angela layaknya karyawan yang lain tidak berbeda sama sekali, sungguh menyebalkan bagi Angela.
3 hari di mana Angela menjadi Sekertaris pribadi hampir semua pekerjaan dia lakukan sendiri mulai dari mengerjakan berkas-berkas sampai bertemu klien yang seharusnya di lakukan oleh CEO perusahaan.
🌸🌸🌸
Tiba waktunya untuk pulang dari perusahaan, Angela juga demikian bersiap-siap untuk membereskan barang-barang di meja nya, kerjaan yang menumpuk dapat dia selesaikan tepat pada waktunya. "Akhirnya selesai juga", batin Angela, terlihat dari wajahnya rasa capek yang begitu melelahkan tubuhnya,
"Em apakah Carlos tidak pulang juga? Ah sudahlah buat apa memikirkan dia, mungkin dia sudah pulang lebih dulu", pikir Angela, baru saja Angela sampai di lantai dasar tempat di mana kendaraan para karyawan di parkirkan, terlihat seorang pria berdiri di depan mobilnya dengan memperhatikan langkah demi langkah Angela berjalan, sepertinya dia telah menunggu Angela sejak tadi. Ah sepertinya Angela mengenal postur tubuh pria itu, badan yang begitu kekar dan tinggi wajah yang tampan namun terlihat begitu dingin, ya siapa lagi dia adalah CEO perusahaan ini Carlos Starbuck bos Angela di perusahaan dan seseorang yang berada di satu surat kontrak dengan Angela.
"Kenapa begitu lama?", ucap pria itu, "Pekerjaan saya baru selesai pak dan apa yang anda lakukan di sini, apakah anda sedang menunggu seseorang?", tanya Angela penasaran, "Ini di luar jam kerja panggil saja aku seperti biasanya, ya aku sedang menunggu seseorang di sini dan aku sudah berdiri di sini sejak setengah jam yang lalu", balas Carlos dengan wajah yang tetap terlihat dingin,
"Oh baiklah, em lalu dimana orang itu? Apakah kamu tidak ingin menghampirinya untuk menjemputnya mungkin?", ucap Angela dengan sedikit tersenyum kecil, "Oh Angela ayolah tidak mungkin kamu tidak mengerti apa yang aku ucapkan, orang yang aku maksud itu adalah kamu Angela, apakah kamu masih tidak mengerti, kita sudah tingg satu rumah jadi wajar jika aku menunggu dan mengajakmu untuk pulang bersama", Jawab Carlos dengan ketus karena melihat sikap Angela yang mengabaikan maksud baiknya.
"Benarkah? Kamu sedang menunggu saya? Ta...tapi bukannya kamu tidak ingin di lihat publik", dahi Angela berkerut mendengar perkataan Carlos yang begitu tiba-tiba untuk mengajaknya pulang bersama, "Sekarang sudah tidak masalah lagi, dan aku tidak takut jika banyak orang yang memperhatikanku bersama orang lain, banyak orang yang masih tidak mengetahui wajahku mungkin mereka juga tidak akan mengira bahwa CEO itu adalah aku", jelas Carlos, "Ah kamu benar juga, baiklah jika begitu terima kasih Carlos", sedikit ledek Angela pada Carlos.
"Cepat masuk, aku sudah lelah menunggu mu begitu lama, dengan apa kamu membayar ini, Angela", goda Carlos, "Apakah semua harus di bayar? Bukankah ini kemauan mu sendiri aku tidak meminta kamu untuk menungguku, aku bahkan bisa naik taksi jika kamu tidak ingin memberiku tumpangan", jawab Angela dengan kesal, "Haha...Tidak-tidam aku hanya bercanda Angela, tidak usah kamu masukkan ke hati, baperan banget sih kamu", Carlos tersenyum melihat Angela yang mulai kesal.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Angela duduk tepat di samping Carlos yang sedang mengemudi, di dalam mobil Carlos dan Angela memilih untuk diam tidak berbicara sepatah kata pun tampak nya mereka sama-sama bingung atau mungkin takut untuk memulai pembicaraan.
"Em Angela", tegur Carlos pada Angela, "Ya? ada apa?", jawab Angela, "Apakah kamu merasa nyaman berada di rumahku? Tidak maksudku apakah kamu merasa nyaman berada di sampingku seperti ini?", Carlos berusaha untuk berkata jujur apa yang ada di dalam hatinya,
Hah? Apa yang barusan Carlos katakan? Apakah Angela merasa nyaman saat berada di sampingnya? Tapi tampak di wajah Angela merasa malu merah merona di pipinya membuat wajahnya sedikit memerah, mungkin perasaan Angela saat ini sama seperti perasaan Carlos merasa sangat nyaman saat bersama meskipun jika di hitung-hitung mereka bersama hanya dalam beberapa hari saja tetapi sudah ada rasa yang berbeda dan saling terbiasa dalam betatap muka.