
Begitu banyak pertanyaan di benak Angela, membuatnya merasa tak nyaman.
"Carlos? Apakah kamu melihat seseorang di sana? Dia sedari tadi memperhatikan kita", ucap Carlos sambil mengarahkan matanya pada seseorang yang sedang memperhatikannya,
Pria itu melihat Angela sedang berbicara kepada Carlos tapi seketika mengalihkan pandangannya karena Angela sedang melihatnya juga.
"Benarkah? Ah aku kenal dia, dia adalah pesaing besar bahkan bisa di bilang mush terbesar perusahaan Samantha. Sepertinya dia sudah tau sesuatu tentangku. Baiklah akan aku mainkan sebuah permainan untuknya", Carlos tersenyum sinis terlihat licik namun tetap berwibawa.
Banyak di antara mereka yang menyadari kehadiran Carlos dan Angela namun bertanya-tanya siapa mereka dan dari perusahaan mana karena mereka tak pernah terlihat sebelumnya.
Orang-orang juga sedang membicarakan CEO dari perusahaan Samantha yang tak pernah menampilkan wajahnya di depan media bahkan hampir semua orang tak pernah melihatnya, ada sebagian yang merasa bahwa Carlos adalah sang CEO itu.
"Apakah aku seterkenal itu untuk di bicarakan? Mereka sepertinya sangat penasaran dengan Direktur Samantha", ucap Carlos dalam hatinya,
Terdengar alunan musik mulai memenuhi ruangan dan dari sebagian tamu-tamu mulai berdansa dengan pasangannya masing-masing.
"Nona Angela, mau kah kamu berdansa denganku?" ucap Carlos mengulurkan tangannya pada Angela,
"Tapi aku tidak bisa berdansa"
"Tenang saja aku akan mengajarimu. Kamu tinggal mengikuti kemana langkah kakiku mengarakan"
"Baiklah", Angela menyambut hangat aluran tangan Carlos
Carlos dan Angela mulai berdansa layaknya pasangan lain, sangat menawan dan serasi bak seorang pangeran dan putri yang tengaj berdansa di dalam istana kediamannya, banyak pasang mata yang mulai memperhatikan dan tertarik untuk melihat pertunjukan dansa pasangan Carlos dan Angela.
"Bagaimana? Apakah bisa? Menyenangkan bukan?", bisik Carlos
Angela sedikit merasa terangsang dengan dengusan nafas Carlos di punggung lehernya bahkan sangat terdengar jelas suara nafas Carlos yang begitu teratur detak jantungnya pun terdengar jelas di telinga Angela. Bergidik merinding leher Angela terasa begitu merinding dengan sikap Carlos barusan.
"Carlos, bisakah sedikit menjauh"
"Kenapa Angela? Apakah kamu merasakan sesuatu?", Carlos semakin mendekatkan dirinya pada Angela yang terlihat sangat menggoda,
"Carlos!", bisik Angela sedikit berterian dan menginjak kakinya
"Aw... Angela kenapa kamu menginjak kakiku", Carlos meringis kesakitan setelah kakinya di injak oleh Angela
Angela berusaha menjauh dari Carlos, berusaha menenangkan detak jantungnya yang tidak teratur. Mengusap dadanya yang terasa sesak. Carlos brengsek, bisa-bisanya dia membuat jantung berdegup kencang seperti ini, batin Angela.
Carlos yang melihat Angela telah menghilang dari hadapannya berusaha mencari di sekeliling tapi Angela tidak terlihat. Kemudian Carlos berjalan keluar memastikan bahwa Angel masih berada di sini.
"Angela! Dimana kamu?", panggil Carlos
Dengan masih memegangi dadanya Angela berjalan menuju sebuah tempat, mungkin itu adalah taman dari gedung ini. Suasana yang begitu damai dan tentram dengan pemandangan yang begitu indah di sana terdapat sebuah pondok kecil berada di tengah-tengah danau kecil yang di penuhi ikan hias berbagai macam spesies.
Angela melangkahkan kakinya menuju tempat itu dengan tenang dan tenang. Tiba-tiba seseorang dari belakang mengagetkannya.
"Angela, aku sudah mencarimu di sekeliling tempat ini. Ternyata kamu ada di sini", ucap Carlos yang terlihat seperti wajah seseorang yang kelelahan.
"Begitu tulusnya kah dia mencariku, bahkan terlihat sangat kelelahan", batin Angela
"Benarkah kamu mencariku? Maaf aku hanya merasa tidak enak berada di dalam dan mencari tempat untuk menenangkan diri dan aku menemukan tempat ini", ucap Angela dengan menundukkan wajahnya
"Sudahlah, tidak apa-apa setidaknya aku sudah menemukan dirimu. Bukankah kamu ingin ke sana? Ayo ke sana", ajak Carlos
"Em ya baiklah", Angeka mengikuti belakang Carlos
Di sebuah kursi yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran naga yang menawan Carlos duduk sedangkan Angela memilih duduk di seberang Carlos tepat di depan nya.
"Angela, kenapa kamu tadi menginjak kakiku", tanya Carlos memecahkan keheningan,
"Aku...aku... aku tidak sengaja. Maafkan aku", ucap Angela menundukkan kepalanya
"Sudahlah jika memang tidak sengaja. Tidak apa-apa"
Angela menghela nafas hampir tak bisa menjawab apa pun pertanyaan Carlos, untuk bicara pun dia merasa gugup.
"Carlos, aku sudah lelah dan sangat ngantuk. Bagaimana kalau kita pulang sekarang?", bujuk Angela
"Benarkah kamu sudah mengantuk. Baiklah kalau begitu kita pulang sekarang", Carlos kemudiam beranjak dari tempat duduknya.
Angela juga ikut berdiri dan berjalan lebih dulu di depan Carlos, hak tinggi yang di gunakan Angela rupanya terpeleset dan hampir membuat Angela jatuh ke tanah. Untung saja dengan sigap Carlos menangkap tubuh Angela sehingga membuat mereka berdua berciuman tanpa sengaja.
"Aaaarrrrggghhh", teriak Angela ketika kakinya terkilir,
"Angela, awas!", dengan langkah cepat Carlos menangkap tubuh Angela yang hampir terjatuh.
Bibir mereka bersentuhan dengan mata yang saling menatap dalam-dalam, membuat tubuh mereka berdua kaku sesaat sampai Angela tersadar dan berdiri tegak lagi.
"Maaf aku...aku tidak sengaja", ucap Angela dengan gugup.
"Lain kali perhatikan langkahmu", Carlos kemudian berjalan melewati Angela yang masih terpaku diam
"Em baiklah", Angela pun mengikuti nya
"Awww", jerit Angela,
Rupanya kaki Angela terkilir sehingga membuat Angela sulit berjalan dan itu terasa begitu menyakitkan.
"Angela, kamu tidak apa-apa kan?", Carlos berbalik dan segera mendatangi Angela,
"Kaki ku sepertinya terkilir"
"Apakah bisa berjalan", tanya Carlos
Angela menggelengkan kepalanya,
"Baiklah kalau begitu. Kamu aku gendong saja", Carlos kemudian menggendong Angela
"Hah?! Taapii...", belum sempat lagi Angela berkata Carlos sudah menggendongnya duluan,
"Bisakah kamu diam sedikit"
"Baiklah", Angela hanya bisa diam sembari menahan sakit pergelangan kakinya yang terkilir,
Jantung Angela kembali memompa dengan cepat seperti ingin lompat dari tempatnya, mungkin saja Carlos bisa mendengar suara detak jantung Angela yang bergitu keras. Tapi Angela juga merasakan hal yang sama dengan Carlos jantungnya terdengar begitu keras dan tidak teratur, apakah dia juga gugup? pikir Angela.
Carlos tiba di mobilnya dan menaruh Angela di kursi belakanb agar kaki Angela dapat leluasa bergerak.
"Terima kasih", ucap Angela singkat
Sekejap Carlos memandang wajah Angela, baru pertama kali Angela mengucapkan kata terima kasih padanya. Tanpa membalas ucapan terima kasih Angela, Carlos menutup pintu mobil dan berlari ke arah kursi pengemudi.
Di perjalanan keadaan menjadi hening, bahkan suara deru mobil terdengar begitu jelas di telinga. Lampu mobil menyoroti jalan yang mulai sunyi dan sepi, tak banyak lagi orang-orang berkendara di jalan itu semua tampak sepi, sekarang hampir tengah malam sudah pastinya mereka semua bergelut di tempat tidur dan mungkin saja sudah melewati berbagai macam mimpi. Pikir mereka.